Senin, 30 November 2015

Yakin Usaha Sampai


Oleh: Muhammad Aufal Fresky

 Jejak langkah manusia adalah bukti bahwa manusia pernah berkreasi. Manusia tidak hanya menggunakan pengalaman sebagai pembelajaran dalam hidup. Namun, akal dan rasionalitasnya dalam memecahkan berbagai persolan yang ada. Pun demikian dengan mimpi-mimpi manusia itu sendiri. Banyak impian besar terwujud karena keberanian untuk mencapai dan meraihnya. Manusia dikaruniakan akal untuk berpikir. Oleh karenanya, menggunakan akal dengan bijak adalah bagian dari rasa syukur manusia kepada Tuhannya.
Sebagai manusia, kita hanya hidup sekali saja. Maka dari itulah sudah seharunya kita memilki impian besar dalam hidup ini. Terkadang kita tidak berani untuk bermimpi karena mengira kemampuan kita sangat tidak memungkinkan. Banyak alasan dan pembenaran yang dilontarkan sebagai justifikasi dari ketakutan bermimpi besar. Impian besar tentunya hanya dimilki oleh mereka yang berani bermimpi besar. Jika bermimpi saja kita tidak berani, lantas bagaimana mencapainya. Jadi langkah pertama yang akan membawa kita ke dalam kesuksesan dalam hidup yaitu memilki impian besar. Tulislah semua impian besar yang hendak diwujudkan di masa mendatang. Karena dengan menuliskanya, kita akan fokus dan selalu mengingat bahwa kita mengarah untuk mencapai impian itu. Impian besar ibarat kompas yang akan mengarahkan kita menuju titik-titik kesuksesan dan pencapaian dalam hidup. Tanpa adanya impian, kita tidak akan mengetahui dan memahami apa yang sesungguhnya yang kita inginkan dalam hidup ini.
Setelah mencatat semua impian besar kita, maka langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan yang matang terkait hal-hal yang mesti dikerjakan untuk memenuhi segala impian tersebut. Kita mesti memiliki target yang mesti dituliskan. Entah itu target harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan. Target di sini berisi pencapaian apa saja yang hendak kita raih selama jangka waktu tertentu. Selain itu, kita wajib memiliki skala prioritas terkait segala aktivitas yang akan dikerjakan. Penting kiranya untuk lebih mempriorotaskan aktivitas yang akan membawa kita lebih dekat kepada mimpi-mimpi yang akan kita capai.
Meraih impian besar bukan sesuatu yang mudah. Tetapi memerlukan perjuangan dan pengorbanan dari sang pemimpi tersebut. Saya memiliki satu kunci yang akan mendekatkan kita meraih impian. Kunci tersebut bernama,”YAKUSA”, yaitu kepanjangan dari Yakin, Usaha, Sampai. Jadi setiap pemimpi harus memiliki keyakinan dalam diri mereka masing-masing bahwa mereka bisa dan mampu meraih semua mimpi-mimpi mereka. Jangan pernah ragu kita tidak bisa meraih impian itu. Selama ada kemauan pastilah ada jalan. Selanjutnya, setelah yakin, maka sang pemimpi mesti melakukan usaha atau ikhtiar yang akan membawa dia mewujudkan segala impian besarnya. Karena impian besar tanpa usaha ibarat berangan-angan kosong. Impian besar juga memerluka usaha yang besar. Jadi setiap pemimpi harus memiliki semangat yang menggelora untuk senantias berusaha mencapai segala impianny. Usaha tersebut harus konsisten dan disiplin. Jangan sampai waktu yang kita miliki terlewati be gitu saja tanpa melakukan suatu hal yang mendekatkan kita pada mimpi-mimpi kita. Selanjutnya, setelah impian itu bisa kita raih, jangan lupa untuk berbagi kepada orang lain mengenai cara atau jalan untuk meraih kesuksean. Sampaikanlah ilmu dan pengetahuan yang kita miliki untuk membantu orang lain meraih mimpiny. Jadi, Yakusa, tidak mengajarkan kita memanfaatkan kesuksesan hanya untuk diri sendiri. Tetapi mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi kesuksean orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang membawa manfaat bagi orang lain. Semoga kita bisa meraih segala impian yang kita tulis. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Surabaya, 2 November 2015
Pukul 12.19 WIB

Kecantikan Hati


Oleh: Muhammad Aufal Fresky

Taukah sesuatu penting apa yang mesti kita perhatikan. Suatu hal yang mungkin seringkali kita abaikan. Hal itu bernama hati. Sebagai manusia, kita terkadang lupa untuk menjaga hati kita. Padahal baik-buruknya perilaku manusia juga begantung pada keadaan hati. Jka hati sudah kotor dan mulai tercemari, maka bukan tidak mungkin lagi segala perkataan dan perbuatan kita juga bisa menjadi penyimpang. Hati ibarat raja yang mengontrol anggota tubuh lainnya. Terkadang kita terlalu sibuk dan fokus dalam menjada dan membersihkan fisik dan badan saja. Tetapi lupa dalam membersihkan hati.
Ingatlah, kecantikan seseorang tidak hanya dilihat dari badan atau fisiknya saja. Kecantikan yang paling utama yaitu kecantikan hati. Kecantikan hati di sini akan mendorong setiap individu untun berperilaku baik. Entah baik dari segi perkataa, perbuatan, maupun sikap-sikap hidup yang lainnya. Hati yang cantik adalah hati yang bersih dan bening. Hati tersebut senantiasa bercahaya. Sehingga terpancar melalui setiap kebaikan dan kebajikan dari seseorang yang memiliki hati semacam itu. Orang yang memiliki hati yang cantik, yaitu mereka yang senantiasa menjauhkan diri dari berbagai macam pebuatan dan perkataan yang di larang oleh agama. Karena setiap kali kita melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama, maka secara tidak langsung perbuatan tersebut menjadi noda hitam yang mengotori hati kita. Hati yang cantik adalah hati yang terhindar dari berbagi macam penyakit hari seperti ujub, riya`, takabbur dan semacamnya.
Kita harus menjaga hati kita agar selalu bening dan cantik. Jangan sampai, gemerlap kehidupan dunia ini bisa membutakan mata hati kita. Mintalah dan berdoalah kepada Allah agar selalu dikaruniakan hati yang bening dan cantik. Ada beberapa hal  yang bisa dilakukan agar hati kita selalu bening. Karena pada dasarnya hati juga perlu dijaga dan dirawat. Cara merawat dan membersihkan hati yaitu dengan cara berdizikir kepada Allah. Baik itu dzikir menggunakan lisan, dzikir dengan hati, atau bisa dengan cara dzikir dengan menggunakan hati dan lisan. Inti dari dzikir itu sendiri adalah mengingat Allah. Percayalah dan yakinlah dengan mengingat Allah hati bisa menjadi tenang, tentram dan bahagia. Selain berdzikir, untuk menjaga hati kita agar senantiasa bening yaitu dengan sering membaca Al-Quran. Tak kalah penting kita perlu menjaga lingkungan pergaulan kita. Karena lingkungan juga berpengaruh terhadap seseorang. Usahan agar kita senang serta terbiasa bergaul dengan orang-orang alim dan  sholeh. Karena melalui pancaran ilmu yang mereka berikan, diharapkan bisa membersihkan hati kita yang kotor.
Inti dari tulisan ini adalah mengajak pembaca agar senantiasa menjaga, merawat serta membersihkan hatinya. Karena kepribadian yang luhur serta akhak yang mulai pada dasarnya bersumber dan berakar dari hati yang bersih. Oleh karena itulah, mulai dari sekarang marilah bersihkan dan rawat hati kita. Akhirnya untuk mengakhiri tulisan ini, saya mengutip sebuah syair lagu yaitu ,“Jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati, lentera hidup ini.”
Surabaya, 2 November 2015
Pukul 13.46 WIB
\

Teruslah Berproses


Oleh: Muhammad Aufal Fresky
 
 Hidup itu dinamis. Pun demikian dengan perjalanan manusia. Semua pastinya selalu berubah. Waktu kian berlalu dan zaman senantiasa berubah. Perputaran masa tanpa terasa semakin cepat. Meninggalkan banyak hal di masa yang telah berlalu. Era telah berganti dengan kecanggihan teknologi yang semakin massif. Manusia sejatinya bukan hanya konsumen dari teknologi. Tetapi produsen bahkan kreator dari berkembangnya teknologi.
Kita bisa melihat banyak hal yang telah berubah dari sekian puluhan tahun silam. Semisal tersedianya sarana komunikasi, transportasi yang kian modern, jaringan internet yang semakin mengglobal dan lain sebagainya. Hal itu adalah salah satu bukti bahwa manusia bisa berkembang dengan kehidupannya. Semua itu karena manusia berposes dan berpikir. Manusia tidak statis dalam menjalani kehidupan. Sebagian manusia menjalinya kehidupan dengan selalu bersentuhan dengan dunia ilmu dan pengetahuan.
Sebagian dari mereka giat melakukan penelitian dan eksperimen. Maka dari itulah tak heran jika banyak manusia yang menjadi seorang ilmuwan. Dari tangan merekalah lahirlah banyak penemuan di berbagai bidang. Ada yang berhasil menemukan telepon, tv, radio, komputer, sepeda motor, dan sebagainy. Semua berawal dari rasa penasaran dan keingintahuan  manusia terkait segala hal. Tentunya semua itu disebabkan oleh kemauan sang penemu untuk berproses. Mereka tak kenal lelah dalam menemukan suatu hal yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Meskipun harus melalui ribuan kali percobaan dan eksperimen, mereka tetap semangat dan pantang menyerh. Bisa dibayangkan, Thomas Alfa Edison berhasil menemukan bohlam dengan melalui ribuan kali kegagalan dalam percobaannya. Tetapi Edison tetap berpikiran positif, dia menganggap hal itu bukan sebuah kegagalan. Dia beranggapan telah berhasil menemukan ribuan cara untuk tidak menghidupan sebuah lampu bohlam.
Intinya banyak penemuan hebat di dunia ini dikarenakan sang penemu tidak pernah berhenti untuk berproses. Hal tersebut merupakan sebuah contoh bagi kita generasi muda dalam menjalani kehidupan ini. Yaitu agar senantias berproses dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita kita. Jangan sampai kita menyerah dengan keadaan. Karena kesuksesan seseorang akan bergantung seberapa gigih dia berusaha. Segala proses kehidupan mesti kita lalui. Terutama dalam mencari ilmu. Kita harus tabah dalam berposes sebagai seorang penuntut ilmu. Karena dalam belajar juga diperlukan kesabaran, proses, serta waktu yang lama.
Kita harus senantiasa memanfaatkan setiap momentum yang ada untuk berproses menjadi manuaia yang lebih baik lagi. Entah dari segi intelektual, emosional, maupun spritual. Nikmatilah setiap proses yang akan menghantarkan kita menuju tangga kesuksesan. Karena perjalanan kita masih panjang. Jalan yang akan kita tuju akan dipenuhi dengan banyak tantangan dan rintangan. Maka oleh karena itu, anggap saja hal tersebut sebagai sebuah proses dalam menjadian diri kita pribadi yang lebih bijak dalam menjalni hidup. Terakhir pesan saya adalah,”Teruslah berproses.”
Surabaya, 13 November 2015
21.43 WIB

Senja di Langit Bali





Sore itu kita bergandengan menuju deburan ombak di Pantai Kuta Bali. Semua kegundahan hilang. Kerisauan itu sirna seiring senyum manismu yang merekah. Kita bersama menyusuri tepian pantai. Gemercik suara ombak seakan mengalunkan nada cinta. Nada-nada itu kini berubah menjadi alunan kerinduan dalam jiwa. Semua terlewati begitu cepat. Serasa kemaren kita berdua menikmati senja di tepian pantai. Teringat tawamu yang begitu alami dan mendamaikan hati. Kita pandagi lukisan matahari yang begitu mempesona. Hilang sudah kemesraan itu. Semua berlalu seiring kepergianmu. Pantai Kuta menjadi saksi kisah kita. Suatu kisah yang bercerita tentang kebersamaan di waktu senja.
Entahlah, rasa rindu begitu menyesakkan jiwa. Andaikan ada lorong waktu, ingin rasanya aku pergi bersamamu lagi. Mengulang kembali cerita kala senja. Bali adalah kota terindah bagi kita. Berbagai kenangan indah terukir nyata. Senja di langit Bali menyimpan romantika kisah kita. Kau begitu indah. Kau begitu manis. Seindah dan semanis alam Bali. Dekapanmu memberikan ku ketenangan. Dunia pekat tanpa dirimu. Kini hanya kau yang ada dalam ingatan. Ingin rasanya ku bernyanyi untukmu. Menintipkan salam rindu.

Surabaya, 27 November 2015
22.50 WIB

Surabaya, 23 November 2015





Masa lalu kembali mengingatkanku tentang sebuah cerita kenangan. Cerita yang lama ku simpan. Entah beberapa tahun cerita itu mendekam dalam pikiran. Kini muncul kembali. Seakan memaksaku untuk kembali mengingatnya. Pernah kalian jatuh cinta dengan seseorang ? Saya rasa semuanya pernah. Meskipun kita sendiri belum bisa mendefinisikan secara utuh apa makna sebenarnya dari kata “cinta”.
Senyuman itu kembali menghantui malam-malamku. Saat pikiran mulai lelah, diwaktu itulah dia hadir dalam ingatan. Sekilas, dan secara tiba-tiba. Entahlah, rasanya begitu susah melupakan orang yang pernah kita harapkan. Meskipun realitanya tidak seperti dalam angan-angan, setidanya beruntunglah diri ini pernah mengenal dan bercengkrama dengan sosok wanita di masa lampau.
Masih terpampang jelas wajahnya. Kata-kata lembutnya membuat waktu berhenti berdetak. Seakan diri ini terpikat pada pesonanya dan tak ingin melepas dia. Padahal, waktu itu aku belum mengenal apa itu “sayang” dan apa itu “cinta”. Semua  berjalan mengalir tanpa ada rekayasa atau penuh dengan sandiwara. Waktu itu, perasaanku bagaikan terbang ke angkasa. Jiwaku seakan sedang menyanyikan lagu kasmaran.
Mudah saja untuk mengenal seseorang. Tetapi sulit rasanya untuk melupakan seseorang yang pernah kita harapakan. Apalagi harapaan itu hampir menemui titik temu. Hanya karena beberapa faktor, harapan itu kandas di tengah jalan. Entahlah, aku lupa penyebabnya. Jelasnya, waktu itu akau belajar menjadi lelaki dewasa. Belajar bagaimana mengontrol perasaan. Padahal rasanya begitu sulis.
Banyak wanita yang ada dalam lembaran masa laluku. Suatu lembaran yang kemudian hari ingin ku jadikan sebuah karya sastra. Sebagai ungkapan bahwa aku pernah belajar banyak hal dari mereka. Karena pengalaman mengajarkan kepadaku tentang bagaimana memperoleh kebijaksanaan hidup. Pengalaman adalah guru terbaik. Sekali lagi, terimkasih kepada wanita yang pernah singgah dalam hidupku. Kalian akan menjadi inspirasiku dalam membuat karya sastra. Karena salah satu impianku adalah menulis novel. Semoa terealisasi. Amin

Surabaya, 23 November 2015
21.07 WIB

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...