Jumat, 12 September 2014

Sastra Pembebasan





Dulu nama kami bagaikan mercusuar yang menjulang ke angkasa raya
Seperti bongkahan karang yang kuat menahan terjangan gelombang
Waktu silih berganti, nama kami tiada keramat lagi
Bahkan bunga yang layu lebih indah dari nama kami

Kami bukanlah generasi tanpa visi
Kami bukanlah sekumpulan pemuda tanpa hati
Kami adalah pencetak sejarah yang masih menanti
Entahlah...mengapa jiwa pengabdian kami pergi tanpa terasa
Kami lelah berkutat dengan tumpukan teori tanpa aplikasi

Kami lesu menjadii kumpulan katak-katak  penurut
  Sampai langit runtuh pun Kami tetap pemberontak

Inilah satra Pembebasan, Jangan penjarakan hati kami
Jangan kurung jiwa kami




Rabu, 26 Maret 2014

Membakar Puisi Kepalsuan





Ku lihat semua tentang mu
Tentang cerita yang terlupakan
Semua rasa yang tertinggal, melebur dalam pekatnya malam
Kau benamkan semua harapan
 kau hancurkan segala mimpi

Langit tua menjadi saksi bisu
Tentang rasamu yang akhirya membeku
Kini ku sadar, semuanya hilang
Biarlah ini menjadi hikmah
Tentangmu dan kepalsuan perjalanan asmara

Ijinkan ku bakar sastra yang kau berikan
Karena puisi itu hanya suatu kemunafikan
Ku tak percaya lagi tentang lembutnya sentuhan
Itu hanyalah hadiah kecil dalam menutupi topeng kepalsuan

Sekali lagi, izinkan ku bakar semuanya

# Belajarsastra

Karangan Sastra ( Puisi )



6 januari 2014
Terbelenggu
ada suatu getaran-getaran abstrak yang mengalir di udara bebas
Namun suara yang teramat pelan itu tiada kau dengar
Kau masih diselimuti rasa keraguan
Ragu akan suatu relatifitas rasa yang kau miliki
Himpunan angka-angka tiada bisa menjelaskan kualitas yg ku mau
Karena aku tiada percaya hal yang berbau logika

 bukankah kicauan Kenari kecil mengerti cerita itu
tentang kesombongan diri yang masih membelenggu
 Bahkan  nyanyian malam telah menasehatimu
tentang adanya titik rasa yang terpenjara

Ku pandangi masa yang terbakar akan kebohongan rasa
Ku tatap wajah manis yang penuh kedustaan
Semua telah berlalu bersama alunan nada biola itu
 Mutiara hikmah ku petik dari semua kepahitan
maafku telah menyejukkan semua

Aku bosan dengan janji palsu
Aku lelah dengan asmara semu
Semoga ini bukan karma sang Don Yuan
Karena denganmu geloraku kembali menyala

Puisi ini saya persembahkan untuk  seorang mahasiswi Universitas Airlangga

Sekilas Cerita di Tanah Suci



 Mekkah, 31 Januari 2014
Alhamdulilah segala puji bagi Allah, hampir dua pekan aku berada di Saudi Arabia. Banyak hal yang kutemui, banyak pengalaman yang ku dapatkan. Aku tidak mau ini hanya sekedar ibadah umroh tanpa esensi namun lebih dari itu membawa dampak positid dalam kehidupanku terutama dalam hubunganku dengan Allah SWT.
Aku berharap dari segi spritual, setelah kepulanganku ke Indonesia nanti bisa membawa banyak perubahan, salah satunya mengenai ketepatan waktu dalam melaksanakan ibadah sholat lima waktu dan berusaha semaksimal mungkin agar bisa berjamaah, selain itu aku berharap nantinya benar-benar menjadi pribadi yang senantiasa menauladani sifat, sikap, dan karakter baginda Rasulullah SAW sekaligus mengamalkan sunnah-sunnahnya.
Ada empat sifat Nabi  yang nantinya akan aku contoh setelah melakukan spritual journey  ke makam beliau pekan yang lalu,sifat tersebut yaitu, 1. Siddiq (benar) artinya aku akan berusaha semaksimal mungkin menjadi pribadi yang senantiasa berkata dan berlaku benar kapanpun dan dimanapun aku berada, artinya berusaha menjadi pribadi yang jujur 2. Amanah (dapat dipercaya) atinya aku akan berusaha semaksimal mungkin agar nantinya bisa mengemban amanah/ tanggung jawab/ kewajiban yang dilimpahkan kepadaku 3. Tabligh (menyapaikan), artinya aku akan berusaha menjadi pribadi yang konsisten menyampaikan kebaikan dan mengajaka orang lain ke arah kebaikan 4. Fathonah (cerdas) artinya aku akan berusaha semaksimal mungkin menjadi pribadi yang mencintai ilmu  dan pengetahuan serta menjadi muslim yang haus akan ilmu pengetahuan terutama ilmu agama, intinya aku berikhtiar menjadi pribadi yang pintar dan cerdas dama segala hal, agar suatu saat nanti menjadi orang yang berguna bagi, nusa dan bangsa.
Itulah salah satu target indikator perubahan pribadiku sebelum dan sesudah umroh, karena aku berfikir percuma umroh lebih dari satu kali jika tidak ada perubahan yang berarti dalam hidupku.
Selain target di atas, aku ingin menceritakan banyak hal selama di sini, semoga ceritaku ini membawa manfaat serta inspirasi kepada teman-teman semua.
Cerita yang pertama mengenai gadis Turki yang aku jumpai di Jamal Rahmah,secara tidak sengaja dia pinjam alat tulisku, lalu kamipun berkenalan, namanya kalau tidak salah Maria. Perlu diketahui itu mungkin nama pendeknya, nama panjangnya aku lupa, terlalu ribet.
Sejenak ku perhatikan penampilannya, dia terlihat seperti muslimah sosialita ala Turki. Sungguh menakjubkan, dia seperti perpaduan keanggunan wanita Eropa dengan kecantikan gadis Timur Tengah, berlebihan memang, ya begitulah diriku, kadang bisa berlebihan memandang wanita. Segera kuhapus fikiran tentang dia waktu itu, karena aku sadar ini bukan waktunya ngerayu cewek, meskipun pada waktu itu tempat dan dan kondisi sangat memungkinkan untuk melakukan itu semua (berdiskusi maksdudnya). Kami ngobrol memakai bahasa Inggris, kebetulan waktu itu dia ngobrolnya pelan, coba temponya agak cepat mungkin aku perlu cari kamus dulu atau buka google translate. Memaang kemampuan bahasa Ingggrisku belum seberapa, namun entah kenapa ketika ngobrol sama cewe, vocabulary yang dulu lupa seakan aka semuanya terekam dan bisa keingat kemabali, terkadang aku berfikir apakah skenario setan sampe sebegitunya untuk mendekatkanku dengan gadis itu, entahlah yang jelas aku adalah pengagum keindahan, terutama keindahan wanita (jangan berfikir jorok ya).
Aku mengagumi semua yang  Tuhan ciptakan ke dunia ini, sungguh luar biasa gunung-gunung yang menjulang tinggi ke angkasa, salah satunya Gunung Elbrus di Eropa, Gunung Kilimanjaro di Afrika, Sungai Nil di Mesir, Api tak kunjung padam di pamekasan (yang terakhir begitu luar biasa, karena letaknya di tempat tinggal penulis, hehhe) dan msih banyak lagi ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa salah satunya tadi kecantikan wanita, SubhanaAllah.
Kembali lagi ke gadis Turki tadi, sebanarnya kami tidak lama ngobrol, cuma di sini wanita tersebut memberikan suatu inspirasi untuk benar-benar menguasai bahasa Inggris serta memahaminya.
Cerita kedua mengenai seorang pria asal Pakistan, kebetulan selama di Mekkah aku sering menjumpai Pria asal Pakistan, ceritanya berawal ketika aku sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, tiba-tiba pria tersebut menghampiri seakan akan aku teman lamanya, dia kelihatan sok akrab, padahal sama sekali baru kenal, dia menanyakan dengan bahsa Inggris apakah aku orang Indonesia, ya aku jawab “ i come from Indonesia”, setelah itu dia bercerita pendidikannya selama di Mekkah, padahal aku tidak bertanya. Berhubung orangnya asyik, ya aku ladenin ngobrol, aku juga menjelaskan bahwa aku kuliah di Universitas Airlangga jurusan ekonomi. Oh ya jurusannya pria tersebut adalah ilmu sejarah dia ngambil S2, aku lupa nama universitasnya.
Setelah lama ngobrol, tiba-tiba dia bilang lagi butuh uang, kebetulan waktu itu uangku lagi di hotel, yang aku herankan adalah dia ngobrol panjang lebar tapi UUD (ujung-ujungnya duit), cerdas juga tuh pria pakistan, MasyaAllah.
Cerita ketiga mengenai Orang Italia, tapi kali ini pria tersebut lebih banyak ngobrol dengan bapakku, kebetulan bapakku juga bisa berbahasa Inggris meskipun tidak semahir anaknya (just kidding). Aku mendengarkan percakapan mereka berdua pria tersebut awalnya menyapa memakai bahasa Arab yaitu “Syukron”, artinya terimakasih karena pada waktu itu aku meberikan kurma padanya, tetatapi karena dia mengetahui kami dari Indonesia orang tersebut berkata lagi “terimakasih”, kemudian mereka berdua ngobrol, dan aku menjadi pendengar setianya, intinya pria tersebut bercerita dia pernah bekerja di Indonesia, selama 2 tahun di Jakarta tepatnya di salah satu perusahaan air minum. Dia sangat menyukai Indonesia, dia bercerita Bali dan Lombok sangat indah. Aku yang pda waktu itu mendengarkan dia memuji Indonesia, ada kebanggaan tersendiri bagiku.
Cerita yang keempat mengenai salah seorang  pria yang tiak jelas asal usulnya tapi kalau dari potongannya dia orang Timur Tengah, dia sering sekali ke Indonesia dan cukup lancar berbahasa Indonesia meskipun dengan nada lambat dan logat arabnya, pria tersebut bernama Jalaluddin, dia tinggal di Mekkah dan bekerja sebagai salah satu pengajar hadis di sebuah lembaga, pria ini amat lucu dan cukup ramah orangnya, suka becanda, buktinya aku mau balik ke hotel dia masih tertawa mengajak ngobrol lebih banyak tentang Indonesia, karena pada waktu itu ngobrol memakai bahasa Indonesia. Dia juga memuji keindahan alam Indonesia yang amat mempesona, kebetulan dia sering ke Indonesia.
Masih banyak cerita lainnya yang tersimpan dalam benakku, berhubung waktu sudah larut malam, aku harus istrahat untuk siap-siap melakukan Thawaf  Wada` besok pagi. Semoga yang aku sampaikan membawa inspirasi tersendiri bagi kawan-kawan. Aku berharap suatu saat nanti Turki, Palestina, Mesir, Jerman dan semua negara yang mempunyai keindahan alam serta nilai sejarah bisa aku kunjungi, karena dengan begitu aku bisa meningkatkan rasa syukurku kepada Tuhan. Namun dari sekian banyak kota-kota mempesona nan elok di dunia ini, Mekkah dan Madinah tetap yang paling mempesona dan mempunyai keanggunan tersendiri dengan begitu inilah awal mimpiku yang kucatatakan di Tanah Haram ini.


Selasa, 09 September 2014

Hikmah di Balik Potret Sejarah Nusantara




Indonesia adalah negara besar dengan berjuta-juta penduduk yang tinggal di dalamnya yaitu sekitar 237 juta jiwa pada tahun 2010, selain itu berbagai macam suku dan ras mendiami negri tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan ribuan pulau yang berjejer di dalamnya dari Sabang sampai Merauke dan merupakan sebuah negri dengan kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari sekitar 13.487 pulau oleh karena itu sering disebut dengan Nusantara ,negri tersebut berada antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta antara Benua Asia dan Benua Australia. Kata “Indonesia” sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam Bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau” jadi kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan.Indonesia merupakan sebuah negara dengan berlimpah-limpah sumber daya alam yang Allah berikan kepada negri tersebut baik itu sumber daya mineral,pertambangan,batu bara,minyak mentah,fauna,flora dan lain sebagainya.Secara logika dengan sumber daya alam yang melimpah,seharusnya kesejahteraan masyarakat mudah untuk didapatkan di negri ini namun realita berbiacara lain, masih banyak masalah yang terjadi di bumi ibu pertiwi ini ,diantaranya masalah di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, dan sebagainya. Permasalahan bukan untuk ditakuti melainkan untu dipecahkan, sebagai bangsa yang besar negri ini sudah selayaknya kembali melihat akan masa lalu yang pernah terjadi,hal tersebut akan menjadikan suatu pembelajaran yang berharga untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
Ada suatu istilah yang mengatakan bahwasanya bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan Proklamator negri inipun berpesan kepada bangsa ini agar  tidak melupakan sejarahnya. Mengingat begitu pentingnya arti sejarah bangsa ini,sudah selayaknya kita tidak lagi mengabaikan dan meremehkan tentang makna dari sejarah itu sendiri,karena dengan memahami sejarah hidup manusia bisa lebih bijaksana sekaligus menjadi manusia yang arif dalam menjalani hidup,dengan memaknai sejarah bangsa kita juga bisa mengambil nilai-nilai kebaikan/moralitas baik itu tentang keadilan, gotong royong, semangat perjuangan dan lain-lain sebagai alternatif untuk memecahkan permasalahan bangsa yang semakin kompleks. Salah satu potret masa lalu bangsa ini yaitu tentang kejayaan Negri Nusantara ketika Kerajaan Sriwijaya yang terletak di wilayah sumatra bagian selatan tepatnya di tepi Sungai Musi sekitar kota Palembang memerintah negri ini,kerajaan tersebut sangatlah terkenal bahkan seantero Asia dan dunia.Raja-raja yang pernah memerintah anatara lain Dapunta Hyang ,Balaputra Dewa,dan Sanggrama Wijayatunggawarman. Selain Kerajaan Sriwijaya adalagi sebuah Kerajaan yang terkenal sentero nusantara bahkan tingkat asia yaitu Kerajaan Majapahit yang terletak di daerah Jawa dan raja-raja yang pernah memimpin kerajaan tersebut diantaranya Raden Wijaya, Srijayanegara, Tribhuwanatunggadewi, Hayam Wuruk, Wikramawardhana.
Selain kedua kerjaan di atas masih banyak lagi kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu Budha yang pernah mendiami republik ini. Adanya kedua kerajaan tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Nusantara merupakan negri yang pernah jaya pada masa lalu,sebagai seorang manusia apalagi sebagai mahasiswa sudah sepatutnya kita tidak merasa inferior di tengah-tengah pergaulan Internasional dengan bangsa lain. Rasa rendah diri itu salah satunya disebabkan oleh terjadinya Penjajahan selama 3,5 Abad oleh bangsa Belanda dan 3,5  tahun oleh bangsa Jepang, jadi mental manusia-manusia Indonesia selayaknya harus ditata lagi agar tidak menjadi manusia yang mudah mengeluh dan menyerah dengan keadaan.
Selain kerajaan bercorak Hindu Buddha di atas,kerjaan-kerajaan Islam juga ikut mewarnai perjalanaan bangsa ini di antaranya Kerajaan Semudra Pasai di pantai timur Pulau Sumtra, Kerajaan Demak di Jawa Tengah, Kerajaan Banten di daerah Banten dan lain sebagainya.
Raja-raja yang memimpin kerajaan bercorak Islam dan Hindu Buddha pada saat itu terkenal akan kebijaksanaan dan kearifannya seperti Raja Iskandar Muda yang memimpin kerajaan Aceh, Raja Balaputradewa yang memimpin Kerajaan Sriwijaya, Sultan Ageng Tirtayasa yang memimpin Kerajaan Banten, Raden Patah yang pernah memimpin Kerajaan Demak dan lain sebagainya. Hal itu seharusnya menjadi sebuah pembelajaran yang penting bagi calon penerus estafet kepemimpinan bangsa ini ditengah permasalahan krisis kepemimpin dan degradasi moral yang tengah terjadi di tengah-tengah kita terutama bagi setiap kader HmI.
Setelah masa kerajaan telah usai datanglah para penjajah dari barat yang mengeksplotasi segala macam sumberdaya alam di Nusantara terutama Belanda dengan kongsi dagangnya yang bernama VOC (Vereenigde Oost indesche Compagnie)  yang selalu merugikan masyarakat Indonesia pada waktu itu,terutama dengan hak Oktroi yang mereka miliki yaitu hak-hak Istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada VOC.Adapun isi dari hak oktroi antara lain hak untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah, hak untuk memelihara angkatan perang, hak untuk memerintah wilayah yan diduduki, hak untuk mencetak uang, hak untuk melakukan perjanjian dengan raja-raja di Indonesia, dan hak untuk membantu keuangan pemerintah Belanda.
Selain hak Oktroi tadi Belanda juga menerapkan sistem tanam paksa untuk menindas rakyat Indonesia, yaitu sistem pelaksanaan proyek penanaman dilakukan dengan cara-cara paksa dan bagi yang melanggar dihukum fisik. Ketentuan pokok sistem tanam paksa terdapat dalam Staatblad (Lembaran Negara) tahun 1834 nomor 22 yang berisi hal-hal berikut: 1. Setiap petani diwajibkan menyerahkan seperlima  dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang hasilnya laku di pasar Eropa seperti kopi, nila tebu, tembakau, dan teh 2. Tanah yang diserahkan kepada pemerintah tidak dikenai pajak 3. Jika hasil tanaman yang diserahkan kepada pemerintah melebihi pajak, maka kelebihan tersebut akan dikembalikan kepada petani 4. Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tanah tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi 5. Penduduk yang tidak memiliki tanah,wajib bekerja di perkebunan Belanda selama 65 hari 6. Kerusakan tanaman karena bencana alam ditanggung oleh pemerintah 7. Pelaksanaan tanam paksa diserahkan kepada pemimpin-pemimpin pribumi dan pegawai Eropa bertindak sebagai pengawas.
Pada kenyataannya sistem tanam paksa tidak sesuai dengan aturan tersebut, banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oeh pihak Belanda seperti kerusakan tanaman tetap ditanggung oleh petani, kelebihan hasil tidak dikembalikan kepada petani dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat rakyat Indonesia semakin sengsara sehingga muncullah kritik dari intelektual Belanda terhadap praktik liberal kolonial yang menyebutkan pihak Belanda berhutang kehormatan kepada bangsa Indonesia, menurut Van Deventer pembayaran utang tersebut dapat dilakukan dengan melakukan tiga hal (Trilogi Van Deventer) atau biasa disebut politik etis/politik balas budi,yang isinya yaitu irigasi (pengairan), Edukasi (pendidikan), dan emigrasi (perpindahan penduduk).
Serangkaian peristiwa di atas merupakan sebagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia sebelum mencapai kemerdekaan,masih banyak peristiwa-peristiwa berserah lainnya yang patut untuk diketahui bagi manusia-manusia Indonesia yang menginginkan kehidupannya lebih bermakna lagi. Rentetan sejarah kejayaan dan keterpurukan bangsa Indonesia merupakan sebuah bukti bagaimana rakyat Indonesia pada masa lalu benar-benar menderita akibat penjajahan dan juga pernah mengalame golden age (masa keemasan) ,setelah merdekapun bangsa Indonesia harus menghadapi berbagai macam peperangan untuk mempertahankan kemerdekaanya. Hal yang patut untuk diambil pelajaran bagi manusia yang hidup di era modern saat ini yaitu mengenai pengorbanan yang tulus dan tanpa pamrih rakyat Indonesia demi bangsanya untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik, hubungannya dengan mahasiswa Indonesia yaitu sebagai insan yang baik maka sudah selayaknya kita tidak bersifat individualis atau lebih mementingkan kepentingan masyarakat banyak atau kepentingan bangsa dan negara ,selain itu sebagai calon pemimpin kita seharusnya bisa mengambil semangat juang para pahlawan bangsa dengan cara sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran di bangku kuliah sehingga suatu saat nanti kita bisa memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kesimpulannya adalah dengan memaknai sejarah bangsa,maka manusia-manusia Indonesia terutama  para mahasiswa di tanah air akan bisa membentuk karakter dirinya sendiri yaitu karakter yang benar-benar bersumber dari hati nurani, karena perenungan akan sebuah sejarah akan menimbulkan gelora jiwa yang berapi-api disetiap manusia Indonesia yang jiwanya tersentuh, dan hal tersebut bisa menjadi penentu bagi manusia tersebut bagaimana seharusnya dia bertindak dan melangkah dalam menjalankan kehidupannya di negri ini. Hal iu juga akan menyebabkan manusia tersebut bisa menjadi problem solver bagi permasalahan yang melilit bangsa ini bukan menjadi problem maker.
By : AUFAL F
Terimaksih.............

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...