6 januari 2014
Terbelenggu
ada suatu getaran-getaran abstrak
yang mengalir di udara bebas
Namun suara yang teramat pelan itu
tiada kau dengar
Kau masih diselimuti rasa keraguan
Ragu akan suatu relatifitas rasa yang
kau miliki
Himpunan angka-angka tiada bisa
menjelaskan kualitas yg ku mau
Karena aku tiada percaya hal yang
berbau logika
bukankah kicauan Kenari kecil mengerti cerita
itu
tentang kesombongan diri yang masih
membelenggu
Bahkan nyanyian malam telah menasehatimu
tentang adanya titik rasa yang
terpenjara
Ku pandangi masa yang terbakar akan
kebohongan rasa
Ku tatap wajah manis yang penuh
kedustaan
Semua telah berlalu bersama alunan
nada biola itu
Mutiara hikmah ku petik dari semua kepahitan
maafku telah menyejukkan semua
Aku bosan dengan janji palsu
Aku lelah dengan asmara semu
Semoga ini bukan karma sang Don Yuan
Karena denganmu geloraku kembali
menyala
Puisi ini saya
persembahkan untuk seorang mahasiswi Universitas
Airlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar