Jumat, 12 September 2014

Karangan Sastra ( Puisi )



6 januari 2014
Terbelenggu
ada suatu getaran-getaran abstrak yang mengalir di udara bebas
Namun suara yang teramat pelan itu tiada kau dengar
Kau masih diselimuti rasa keraguan
Ragu akan suatu relatifitas rasa yang kau miliki
Himpunan angka-angka tiada bisa menjelaskan kualitas yg ku mau
Karena aku tiada percaya hal yang berbau logika

 bukankah kicauan Kenari kecil mengerti cerita itu
tentang kesombongan diri yang masih membelenggu
 Bahkan  nyanyian malam telah menasehatimu
tentang adanya titik rasa yang terpenjara

Ku pandangi masa yang terbakar akan kebohongan rasa
Ku tatap wajah manis yang penuh kedustaan
Semua telah berlalu bersama alunan nada biola itu
 Mutiara hikmah ku petik dari semua kepahitan
maafku telah menyejukkan semua

Aku bosan dengan janji palsu
Aku lelah dengan asmara semu
Semoga ini bukan karma sang Don Yuan
Karena denganmu geloraku kembali menyala

Puisi ini saya persembahkan untuk  seorang mahasiswi Universitas Airlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...