Minggu, 29 Maret 2015

Peterpan dan Kenangan Masa Remaja



Mungkin anda telah familiar dengan grup musik yang bernama “Peterpan”. Grup tersebut kini telah berganti nama menjadi “NOAH”. Sengaja dalam tulisan ini saya akan memakai nama “Peterpan” untuk kembali mengingatkan berbagai kenangan yang telah terjadi di masa lampau. Kenangan masa remaja yang begitu indah. Masa remaja bagi saya adalah semasa SMA, dan saya mulai ngefans dengan grup band tersebut sejak SMP. Banyak lagu-lagu lawas yang sangat menyentuh hati para pendengarnya. Salah satu lagu kesukaan saya pada waktu itu adalah yang berjudul “Yang Terdalam”. Lagu tersebut mempunyai warna tersendiri serta ciri khas musikalitasnya yang begitu mengagumkan. Sungguh karya yang begitu luar biasa. Lirik lagunya mempunyai kekuatan untuk menyentuh dengan lembut perasaan pendengarnya. Menurut penafsiran saya lagu tersebut menceritakan tentang seorang pria yang tetap setia menanti seorang wanita yang dicintainya. Wanita tersebut dicintai dengan perasaan mendalam. Intinya lagu tersebut sangat cocok bagi mereka yang sedang kasmaran dan belum bisa move on, hehe.
Selan itu ada lagu yang sampai sekarang tetap menjadi lagu favorit saya. Keindahan lirik dan susunan kata yang puitis seperti memiliki daya sihir bagi para pendengarnya. Lagu tersebut berjudul “Semua Tentang Kita”. Jujur sampai sekarang saya belum pernah mendengar sebuah lirik lagu yang kata-katanya begitu menyayat hati dan mempengaruhi perasaan pendengarnya. Saya rasa lagu tersebut menjadi luar biasa ketika diiringi dengan instrumen musik yang mendayu dan suara vokal aril yang serak sekaligus menggetarkan pecinta musik tanah air. Lagu tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalani sebuah hubungan asmara. Keduanya saling mencintai dan menyayangi. Hari-hari keduanya dilewati dengan penuh canda dan tawa. Selain tertawa bersama, keduanya juga menjalani hari-hari yang sedih juga bersama. Waktu dirasa sangat singkat bagi keduanya yang saling mencintai. Intinya adalah sepasang kekasih tersebut merasa waktu begitu cepat berlalu dan memisahkan mereka berdua sekaligus meninggalkan sejuta kenangan tentang kebersamaan mereka berdua.
Mungkin teman-teman berfikiran masa remaja saya terlalu melow karena menyukai lagu-lagu yang mendayu-dayu. Itu hak teman-teman untuk menilainya. Hal yang perlu saya jelaskan adalah saya termasuk pribadi yang sangat mengagumi keindahan, entah itu keindahan alam, keindahan wanita, maupun keindahan instrumen musik dan lirik lagu yang sangat puitis. Saya juga suka lagu band luar, sebut saja lagunya “Avenged Sevenfold” yang berjudul Seize The day dan Dear God. Saya rasa lagu tersebut juga memiliki kesamaan dengan lagunya “Peterpan”tadi. Sama-sama memiliki daya tarik dari keindahan lirik lagu dan instrumen musik yang sangat menakjubkan. Sekali lagi saya hanya mencoba menjelaskan bahwa saya pemuja seni. Perlu diketahui bahwa lagu-lagunya “Peterpan” di masa lampau kebetulan sangat cocok dengan gejolak jiwa yang terjadi di waktu saya remaja. Yaitu jiwa yang sedang dalam proses pencarian jati diri. Walaupun sampai sekarang proses tersebut masih tetap berlangsung. Setidaknya di umur saya yang sudah menginjak 21 tahun sekarang bisa lebih arif dan dewasa lagi.
Masa remaja dan musikalitas peterpan selalu menjadi cerita yang melekat dalam perjalanan diri saya. Bahkan dulu saya bermimpi menjadi vokalis terkenal di Indonesia seperti Ariel. Karena kebetulan waktu itu saya adalah penggemar setia Ariel. Semenjak kuliah ternyata mimpi itu mulai memudar dan kini saya menancapkan mimpi yang lainnya. Masa remaja begitu begitu berwarna dan sangat menarik. Bahkan jika dituliskan dalam sebuah catatan, saya rasa bisa menjadi novel,hehe. Terlalu berlebihan mungkin, tetapi itulah kenyataan. Wanita, musik, dan sahabat dekat selalu menjadi pengisi hari masa remaja waktu itu.
Banyak kisah kasih di sekolah yang terungkapkan oleh lirik lagu yang dibuat oleh Ariel Peterpan. Sungguh dia pencipta lagu yang tiada duanya di Indonesia. lagu merupakan bahasa universal yang dimengerti oleh seluruh manusia. Dengan lagu manusia bisa mengerti tentang arti kesetiaan, perdamaian, komitmen dan semacamnya. Jadi lagu bukan hanya sebatas hiburan, lebih dari itu bisa membawa pesan moralitas dan nilai kebaikan universal kepada manusia.
Semua kisah masa remaja tidak bisa diulang kembali. Karena waktu terus berputar dan zaman silih berganti. Cerita tentang mantan, sahabat dan sekolah tercinta akan selalu tersimpan dalam kenangan. Terkadang saya ingin mengulangi semua itu, karena begitu manis untuk ditinggalkan. Tapi saya harus tetap berdiri sebagai sosok manusia yang mengerti tentang esensi kehidupan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi.
“Peterpan” dan masa remaja akan selalu menjadi catatan tersendiri dalam lembaran kehidupan saya pribadi. Tentang kesetiaan, harapan palsu, penghianatan dan sebagainya akan menjadi pengalaman terbaik untuk berbenah. Dari “Peterpan” aku belajar untuk menulis, dari mantan aku belajar lebih bijaksana, dan dari sahabat aku belajar untuk mengerti tentang arti sebuah persahabatan.
Banyak lagu dari “Peterpan” yang tidak mungkin saya ceritakan semua dalam sebuah catatan ini. Setidaknya dengan catatan ini aku ingin kembali mengenang betapa manisnya masa lalu, dan betapa berharganya sebuah waktu. Untuk mengakhiri tulisan ini saya ingin mengucapkan salam rindu kepada teman-teman saya di masa SMAN 4 Pamekasan. Saya kangen ingin kembali ngeband dan becanda bersama. Saya doakan semoga seluruh teman-teman saya selalu dalam lindungan Allah SWT, amin ya robbal alamin.
Pamekasan, 29 Maret 2015
Penulis : Muhammad Aufal Fresky



Hikmah Penyebaran Islam di Indonesia




Pernahkah kita berfikir bahwa agama Islam yang kita anut sekarang tidak serta merta ada di bumi Nusantara, pernakah kita merasa penyebaran Islam di Indonesia adalah karena karunia Allah. Itulah sejenak refleksi akan keberadaan Islam di Indonesia. Sebagai seorang muslim yang di lahirkan di bumi nusantara, sudah sepatutnya kita mengetahui dan memahami sejarah datang dan tersebarnya agama Islam di Indonesia. Banyak sumber sejarah yang mengemukakan proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia, seperti berita Cina dari Dinasti Tang, berisi orang-orang Ta-shih (orang Islam dari arab dan Persia) membatalkan penyerangan kerajaan Ho-Ling,  batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik), berita Marcopolo dari Venesia, italia. Dalam perjalanannya ke Romawi dan kembali pulang ke Cina, Marcopolo singgah di Sumatera bagian utara dan menuliskan bahwa di Sumatera sudah ada kerajaan-kerajaan Islam seperti Lamuni, Fansur, Barus, Perlis, Perlak dan Samudera Pasai. Selain itu sumber sejarah lainya yaitu adanya makam Sultan Malik Al Shaleh yang terbuat dari batu Pualam dari Gujarat dan berita dari Ma-Huan (1416 M) yang menulis bahwa sudah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di Pantai utara Jawa (Gresik).
Dari situ bisa kita perhatikan bahwa ada objek material, ada sumber sejarah yang bisa di perhatikan untuk menganalisis serta memahami tentang sejarah berkembangnya Islam di Indonesia. Sebelum Islam menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia, Hindu dan Budha telah menjadi agama yang berabad abad dianut  kebanyakan masyarakat waktu. Proses masuknya Islam sendiri melalui beberapa cara , yaitu : 1) melalui perdagangan, yaitu ketika pedagang-pedagang muslim dari Arab, Persia dan India menjual barang dagaganggnya diiringi dengan menyampaikan ajaran-ajaan Islam atau sambil berdakwah kepada masyarakat pribumi, 2) melalui perkawinan, yaitu adanya proses penyebaran Islam antara dua belah pihak yang menjalin hubungan suami istri, karena bagaimanapun juga pasangan yang sebelumnya tidak mengenal Islam bisa tau dan memeluk Islam melalui pasangannya yang beragama Islam, 3) melaui pendidikan, yaitu dengan didirikannya pusat-pusat belajar yang berbasis Islam seperti pondok pesantren maka akan mempermudah penyebaran Islam itu sendiri, 4) melaui seni dan budaya, yaitu lebih tepatnya melalui seni dan budaya yang sedang berlangsung di Indonesia saat itu, seperti melalui seni gamelan dan wayang, dengan artian melalui pewayangan dan media gamelan bisa dimasukkan dalam ceritanya unsur dan nilai-nilai Keislaman, 5) melalui tasawwuf, yaitu penyebaran agama Islam melalui pengajaran ilmu-ilmu tasawwuf kepada masyarakatnya, ahli tasawwuf yang terkenal pada waktu itu  yaitu Hamzah Fansuri dari Aceh, Suanan Panggung di Jawa dan Syeh Siti Jenar.
Dari sedikit paparan di atas, sebagai umat muslim hendaknya kita benar-benar memahami bahwa Islam yang kita anut sekarang adalah tidak terlepas dari perjuangan para muslim luar dan dalam yang ikhlas dalam berdakwah sekaligus menyampaikan nilai-nilai kebenaran Islam. Selain itu perlu untuk diketahui bahwa ajaran Islam  dapat mudah diterima dan berkembang di bumi nusantara karena beberapa hal, yaitu diantaranya Islam bersifat terbuka dan syarat masuk Islam sangat mudah hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, peyebaran Islam dilakukan secara damai, ajaran Islam tidak mengenal kasta, upacara-upacara peribadatan dalam Islam sangat sederhana, ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu, keruntuhan kerajaan-kerjaan yang bercorak Hindu-Budha seperti Sriwijaya dan Majapahit memberikan kesempatan yang luas bagi berkembangya Islam, dan masih banyak lagi alasan lainnya yang menyebabkan tersebar luasnya Islam di seluruh penjuru tanah air.
Setelah kita mengetahui proses penyebaran Islam dan hal yang menyebabkan mudahnya Islam diterima di Indonesia, lantas makna  dan hikmah apakah yang bisa  dipetik dan terapkan dalam konteks kehidupan sekarang. Untuk memaknai dan mengambil hikmah proses tersebut, alangkah bijaknya sebagai umat muslim kita tinjau dari beberapa sisi, seperti kegigihan para pedagang dari arab dalam menyampaikan dakwahnya, ketulusan para pendakwah dalam menyampaikan nilai keislaman, keberanian para mubaligh dalam menegakkan kebenaran sesuai syariat Islam, serta kecerdasan para ulama dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya setempat untuk menarik perhatian warga untuk memeluk agama Islam dan masih banyak pelajaran lainnya ang bisa kita petik dari proses tersebut.
Satu hal yang tidak boleh luput dalam memaknai tersebarnya Islam di Indonesia yaitu, menyadari bahwa Islam menjadi cahaya yang menerangi bumi nusantara atas kehendak Allah SWT, oleh karena itu sudah sepatutnya kita menjadi insan yang senantiasa mensyukuri segala nikmatnya, karena dengan Islam kita bisa mengetahui jalan yang lurus dan di ridhai oleh Allah SWT, maka dari itu marilah kita senantiasa bermuhassabah dan meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Penulis : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa Airlangga )

Berani Menghadapi Kegagalan




Pernahkah kita merasakan suatu kondisi ketika dunia seakan-akan tidak lagi memihak. Suatu keadaan yang menggoncang emosi kita. Yaitu manakala ada suatu kita selalu gagal dalam emncapai apa yang diinginkan. Memang terkadang manusia memandang apa yang dia inginkan atau butuhkan adalah yang terbaik bagi dirinya. Padahal ketika dia telah berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya, dan tidak berhasil, maka kekecewaan yang akan dialami. Padahal ketika hatinya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan yang menentukan setiap aspek kehidupan manusia, maka manusia tersebut akan pasrah dan mengembalikan urusannya kepada yang menciptakan dirinya ke dunia, yaitu Allah SWT, Tuhan yang maha Esa. Tulisan ini bertujuan  untuk menghimbau kepada pembaca agar jangan pernah menyerah dalam mencapai segala cita-cita dan tetaplah tawakkal kepada Allah setelah berikhtiar.
Kehidupan yang penuh warna dan permasalahan yang datang harusnya menjadikan manusia pribadi yang lebih matang dan dewasa dalam menjalani hidup. Jangan pernah takut untuk mengejar impian dan cita-cita. Hidup akan memberi arti ketika manusia mampu menjadikan hidupnya lebih bermakna. Bercita-citalah setinggi mungkin, karena hidup hanya sekali. Saya rasa pembaca harus mengerti bahwa ketika kita mulai berusaha mengejar cita-cita, lalu dalam prosesnya menjumpai kegagalan maka hal tersebut adalah hal yang wajar. Karena tanpa kegagalan, manusia tidak akan pernah belajar bagaimana seharusnya bertindak dan memaknai kehidupannya. Belajar dari kegagalan akan menjadikan hidup manusia lebih bijaksana. Hal yang terpenting adalah bagaimana agar semangat kita dalam mencapai impian terus menyala.
Stanley Judd pernah berkata,” Janganlah buang-buang energi dengan menutup-nutupi kegagalan. Belajarlah dari kegagalan anda dan majulah terus ke tantangan  berikutnya. Gagal itu tidak masalah. Jika anda tidak gagal, malah anda tidak akan bisa berkembang”. Saya pribadi sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Stanley Judd terkait bagaimana seharusnya kita menghadapi kegagalan. Artinya kita harus beranggapan bawha kegagalan adalah sebagai sebuah tantangan untuk terus maju dan mengembangkan diri. Saya percaya tanpa kegagalan, maka potensi dan kualitas kita tidak akan bisa terasah dengan baik.
Sebenarnya manusia memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik manakala dia memiliki keberanian untuk memulai mengejar impiannya dan menghadapi berbagai kegagalan. Artinya banyak manusia yang tidak mengetahui kapasitas dan potensi yang terpendam di dalam dirinya karena terlalu nyaman dengan keadaannya. Mereka enggan untuk melakukan hal-hal baru, menerima berbagai tantangan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Padahal jika kesempatan itu diambil, maka saya percaya pasti ada perubahan dalam dirinya.
Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses. Begitu juga dengan manusia dalam menjalani kehidupan. Semisal ketika dia berkehendak untuk menjadi pengusaha muda yang sukses. Maka harus berani untuk memulai dan berproses secara sungguh-sungguh di dalamnya. Siap menerima risiko yang akan mengahampriri. Karena bagaimanapun juga pasti ada tantangan, hambatan dan risiko ketika impian itu hendak diwujudkan.
Kesuksesan adalah sebuah perjalanan. Jangan sampai permasalah dan hambatan yang terjadai mengkerdilkan mental, sehingga tidak ada kemauan lagi untuk berproses di dalamnya. Kita harus tetap berjalan dan jangan pernah menyerah dengan keadaan. Percayalah habis gelap terbitlah terang. Yakinlah bahwa setiap kesukaran pasti ada kemudahan. Pasti ada jalan bagi mereka yang memiliki kemauan. Selalu ada solusi bagi mereka yang bermental baja, dan memiliki fikiran yang positif.
Sebagai tambaha, Abraham Lincoln, salah satu Presiden ke 16 Amerika Serikat memilik prinsip terkait kegagalan. Beliau beranggapan bahwa tidak penting seberapa besar beliau mengahapi kegagalan, namun yang terpenting adalah seberapa besar bangkit dari kegagalan tersebut, karena itulah prinsip orang sukses yang berjiwa besar. Artinya jangan sampai kegagalan menciutkan nyali seorang pemimpi besar. Kita harus tetap menjadi pemberani yang siap bangkit walau apapun yang terjadi.
Sekali lagi, saya mengingatkan bahwa berani menghadapi akan mampu menjadikan kita pribadi yang dahsyat dan luar biasa. Hal lainnya yaitu terkait bagaimana kita megeksplorasi segala kemampuan dalam mencapai tujun. Kita harus berani untuk mengeluarkan kemampuan yang dimiliki untuk meraih impian. Kemauan yang kuat, usaha yang konsisten, dan pantang menyerah adalah modal utama dalam meraih cita-cita. Selain itu, kekuatan doa menjadi modal terpenting dalam segenap aktivitas kita. Karena bagaimanapun juga manusia adalah makhluk yang terbatas, kita sangat memerlukan bantuan Tuhan yang maha Kuasa dalam merealisaskikan itu semua.
Terkait kegagalan, The Liang Gie (1990) mengartikan kegagalan sebagai sebuah karunia terselubung karena membuat  seseorang yang mengalaminya menjadi lebih tabah, lebih arif, dan rendah hati. Sejalan denga hal tersebut, saya juga menyatakan bahwa kegagalan adalah sebagai suatu pendidikan bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri. Oleh karenanya jangan pernah takut untu gagal, dan beranilah untuk bangkit.

Refrensi : Buku “The Personalities of Succes”, karangan Dudung Hamdun

Penulis : Aufal F



Kamis, 12 Maret 2015

Nasionalisme Mahasiswa di Persimpangan Jalan




Pernah kita dengar suatu masa ketika bangsa ini menjadi titik sumber peradaban di Asia ratusan  tahun yang lalu, tepatnya ketika Raja Balaputra Dewa memimpin kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan atau ketika Raja Hayam Wuruk memimpin kerajaan Majapahit di wilayah Jawa Timur. Pada saat itu Nusantara belum terbentuk dan para penjajah belum menduduki bangsa ini,namun seiring berjalannya waktu satu persatu bangsa asing mulai menguras kekayaan bangsa ini dan mengeksploitasi manusia-manusia Indonesia dengan cara yang sangat tidak berprikemansiaan, mulai dari Portugis hingga Jepang sebagian besar hanya menjadi lintah darat bagi bangsa ini. Di  zaman penjajahan itu pula peradaban emas bangsa di zaman kerajaan-kerajaan besar mulai meredup bahkan hilang sama sekali dari pangkuan ibu pertiwi.Berbagai  peristiwa penting  mewarnai perjalanan bangsa ini dalam menggenggam kemerdekaannya,mulai berperang secara fisik dan berdiplomasi di meja perundingan dan banyak pula organisasi di masa pergerakan kemerdekaan yang terbentuk seperti Bodi Oetomo, Sarikat Islam, Indche Partij, Perhimpunan Indonesia dan masih banyak lagi yang lainnya,semua itu ikut mewarnai perjalanan bangsa ini melawan kolonialisme dan imprealisme asing. Di kala itu jiwa manusia-manusia Indonesia bergolak, mereka rela mempertaruhakan jiwa raganya untuk suatu bangsa yang yang dicintainya, mulai dari golongan muda hingga yang tua saling bahu membahu melawan penajajah tersebut.
Faktor eksternal juga mempegaruhi membaranya semangat bangsa ini melawan penjajah, faktor-faktor tersebut antara lain kemenangan Jepang terhadap Rusia pada tahun 1905, pergerakan bangsa Turki yang dipimpin oleh Mustofa Kemal Pasha pada tahun 1908, Gerakan Nasionalis Rakyat Cina yang dipimppin Dr.Sun Yat Sen, pergerakan Nasionalisme Mesir dengan pimpinan Arabi Pasha(1881-1882), Pergerakan kebangsaan India dengan tokohnya Mahatma Gandhi, dan juga muculnya paham-paham baru seperti liberalisme dan demokrasi.Faktor eksternal tersebut seakan akan menjadi suatu ledakan besar bagi perubahan perjuangan bangsa ini yang pada saat itu bersifat kedaerahan menuju pergerakan yang berskala nasional.
Berkat usaha yang pantang menyerah diiringi dengan doa,akhirnya bangsa ini memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Pernahkah kita merenung sejenak kemeredekaan yang telah kita dapatkan itu mengorbankan ribuan lebih jiwa-jiwa pahlawan kita yang gugur, mereka mencintai tanah airnya dengan sepenuh hati tanpa pamrih,nasioanalisme mereka bersumber dari ketulusan hati nuraninya. Seiring berjalannya waktu, pertanyaan besar mulai muncul di benak kita terutama mahasiswa Indonesia,seperti sudahkah kita memberikan suatu hal bagi bangsa ini, rasa nasionalisme mahasiswa di abad ke 21 mulai dipertanyakan berbagai kalangan, bahkan  masih ada mahasiswa yang tidak hafal butir-butir Pancasila.
Ada dua hal yang mungkin menyebabkan memudarnya rasa nasinalisme mahasiswa era modern saat ini,yaitu cinta dan budaya.Kedua hal tersebut kedengarannya ringan namun jika tiada bisa memanfaatkannya dengan baik bisa menjadi suatu musibah besar kehancuran bangsa ini.Salah satu contohnya kecintaan mahasiwa akan gaya hidup yang serba instan dan praktis,cara pandang mahasiwa yang serba materalistis, ataupun budaya hidup invidualisme asing yang menggerogoti jiwa gotong royong mahasiswa Indonesia dan lain sebagainya. Sebelum melangkah lebih jauh lagi hendaknya kita ketahui makna dari nasionalisme itu sendiri,menurutt Hans Kohn nasionalisme yaitu suatu paham dimana kesetiaan tertinggi suatu individu diserahkan kepada bangsanya.Jadi sudah selayaknya mahasiswa Indonesia berfikir secara jernih bagaimana cara mengabdikan dirinya untuk bangsanya sendiri sesuai dengan bidangnya masing-masing, nasionaisme mahasiswa Indonesia haruslah mempunya arah yang jelas agar tidak diombang ambingkan derasnya pengaruh budaya populer saat ini. Memang sepertinya nasionalisme kita berada di persimpangan jalan, namun dengan tekad revolusi perubahan yang kuat maka semua akan bisa kita jalani,namun perlu kita ketahui bahwa nasionalime bangsa ini bukanlah nasionalisme chauvanistis yang menjadi landasan imprealisme tetapi nasionalisme kita adalah nasionalisme ala timur bisa dikatan juga nasinalisme berbasis kemanusaiaan yang menghargai derajat dan kehormatan bangsa asing.
Sebagai seorang yang berpendidikan sepatutnya jiwa nasionalisme mahasiswa mulai ditata, mulai dari hal yang terkecil dan mulai dari diri sendiri.Salah satunya seperti mulai bangga terhadap bangsanya sendiri,mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, kecintaan kepada sesama, keberanian untuk membela kebenaran dan keadilan serta pengabdian tanpa pamrih dalam memajukan bangsanya
Dengan begitu jiwa nasionalisme mahasiswa akan kembali menemukan arahnya.Mereka tidak akan menjual idealismenya untuk hal yang praktis dan bersifat temporal. Oleh karena itu kekuatan karakter untuk berubah akan menentukan pembangunan jati diri pemuda Indonesia. Pada akhirnya jiwa nasionalisme yang ada di persimpangan jalan akan mulai menemukan arahnya kembali kembali.

Oleh : Muhammad Aufal (Mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan Airlangga )

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...