Mungkin
anda telah familiar dengan grup musik yang bernama “Peterpan”. Grup tersebut
kini telah berganti nama menjadi “NOAH”. Sengaja dalam tulisan ini saya akan
memakai nama “Peterpan” untuk kembali mengingatkan berbagai kenangan yang telah
terjadi di masa lampau. Kenangan masa remaja yang begitu indah. Masa remaja
bagi saya adalah semasa SMA, dan saya mulai ngefans dengan grup band tersebut
sejak SMP. Banyak lagu-lagu lawas yang sangat menyentuh hati para pendengarnya.
Salah satu lagu kesukaan saya pada waktu itu adalah yang berjudul “Yang
Terdalam”. Lagu tersebut mempunyai warna tersendiri serta ciri khas musikalitasnya
yang begitu mengagumkan. Sungguh karya yang begitu luar biasa. Lirik lagunya mempunyai
kekuatan untuk menyentuh dengan lembut perasaan pendengarnya. Menurut penafsiran
saya lagu tersebut menceritakan tentang seorang pria yang tetap setia menanti seorang
wanita yang dicintainya. Wanita tersebut dicintai dengan perasaan mendalam.
Intinya lagu tersebut sangat cocok bagi mereka yang sedang kasmaran dan belum
bisa move on, hehe.
Selan
itu ada lagu yang sampai sekarang tetap menjadi lagu favorit saya. Keindahan
lirik dan susunan kata yang puitis seperti memiliki daya sihir bagi para
pendengarnya. Lagu tersebut berjudul “Semua Tentang Kita”. Jujur sampai
sekarang saya belum pernah mendengar sebuah lirik lagu yang kata-katanya begitu
menyayat hati dan mempengaruhi perasaan pendengarnya. Saya rasa lagu tersebut
menjadi luar biasa ketika diiringi dengan instrumen musik yang mendayu dan
suara vokal aril yang serak sekaligus menggetarkan pecinta musik tanah air.
Lagu tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalani sebuah hubungan
asmara. Keduanya saling mencintai dan menyayangi. Hari-hari keduanya dilewati
dengan penuh canda dan tawa. Selain tertawa bersama, keduanya juga menjalani
hari-hari yang sedih juga bersama. Waktu dirasa sangat singkat bagi keduanya
yang saling mencintai. Intinya adalah sepasang kekasih tersebut merasa waktu
begitu cepat berlalu dan memisahkan mereka berdua sekaligus meninggalkan sejuta
kenangan tentang kebersamaan mereka berdua.
Mungkin
teman-teman berfikiran masa remaja saya terlalu melow karena menyukai lagu-lagu
yang mendayu-dayu. Itu hak teman-teman untuk menilainya. Hal yang perlu saya
jelaskan adalah saya termasuk pribadi yang sangat mengagumi keindahan, entah itu
keindahan alam, keindahan wanita, maupun keindahan instrumen musik dan lirik
lagu yang sangat puitis. Saya juga suka lagu band luar, sebut saja lagunya “Avenged
Sevenfold” yang berjudul Seize The day dan
Dear God. Saya rasa lagu tersebut
juga memiliki kesamaan dengan lagunya “Peterpan”tadi. Sama-sama memiliki daya
tarik dari keindahan lirik lagu dan instrumen musik yang sangat menakjubkan.
Sekali lagi saya hanya mencoba menjelaskan bahwa saya pemuja seni. Perlu
diketahui bahwa lagu-lagunya “Peterpan” di masa lampau kebetulan sangat cocok
dengan gejolak jiwa yang terjadi di waktu saya remaja. Yaitu jiwa yang sedang
dalam proses pencarian jati diri. Walaupun sampai sekarang proses tersebut
masih tetap berlangsung. Setidaknya di umur saya yang sudah menginjak 21 tahun
sekarang bisa lebih arif dan dewasa lagi.
Masa
remaja dan musikalitas peterpan selalu menjadi cerita yang melekat dalam
perjalanan diri saya. Bahkan dulu saya bermimpi menjadi vokalis terkenal di
Indonesia seperti Ariel. Karena kebetulan waktu itu saya adalah penggemar setia
Ariel. Semenjak kuliah ternyata mimpi itu mulai memudar dan kini saya
menancapkan mimpi yang lainnya. Masa remaja begitu begitu berwarna dan sangat
menarik. Bahkan jika dituliskan dalam sebuah catatan, saya rasa bisa menjadi
novel,hehe. Terlalu berlebihan mungkin, tetapi itulah kenyataan. Wanita, musik,
dan sahabat dekat selalu menjadi pengisi hari masa remaja waktu itu.
Banyak
kisah kasih di sekolah yang terungkapkan oleh lirik lagu yang dibuat oleh Ariel
Peterpan. Sungguh dia pencipta lagu yang tiada duanya di Indonesia. lagu
merupakan bahasa universal yang dimengerti oleh seluruh manusia. Dengan lagu
manusia bisa mengerti tentang arti kesetiaan, perdamaian, komitmen dan
semacamnya. Jadi lagu bukan hanya sebatas hiburan, lebih dari itu bisa membawa
pesan moralitas dan nilai kebaikan universal kepada manusia.
Semua
kisah masa remaja tidak bisa diulang kembali. Karena waktu terus berputar dan
zaman silih berganti. Cerita tentang mantan, sahabat dan sekolah tercinta akan
selalu tersimpan dalam kenangan. Terkadang saya ingin mengulangi semua itu,
karena begitu manis untuk ditinggalkan. Tapi saya harus tetap berdiri sebagai
sosok manusia yang mengerti tentang esensi kehidupan bahwa di dunia ini tidak
ada yang abadi.
“Peterpan”
dan masa remaja akan selalu menjadi catatan tersendiri dalam lembaran kehidupan
saya pribadi. Tentang kesetiaan, harapan palsu, penghianatan dan sebagainya
akan menjadi pengalaman terbaik untuk berbenah. Dari “Peterpan” aku belajar
untuk menulis, dari mantan aku belajar lebih bijaksana, dan dari sahabat aku
belajar untuk mengerti tentang arti sebuah persahabatan.
Banyak
lagu dari “Peterpan” yang tidak mungkin saya ceritakan semua dalam sebuah
catatan ini. Setidaknya dengan catatan ini aku ingin kembali mengenang betapa
manisnya masa lalu, dan betapa berharganya sebuah waktu. Untuk mengakhiri
tulisan ini saya ingin mengucapkan salam rindu kepada teman-teman saya di masa
SMAN 4 Pamekasan. Saya kangen ingin kembali ngeband dan becanda bersama. Saya
doakan semoga seluruh teman-teman saya selalu dalam lindungan Allah SWT, amin ya
robbal alamin.
Pamekasan, 29 Maret
2015
Penulis : Muhammad
Aufal Fresky
.jpeg)