Pernahkah
kita merasakan suatu kondisi ketika dunia seakan-akan tidak lagi memihak. Suatu
keadaan yang menggoncang emosi kita. Yaitu manakala ada suatu kita selalu gagal
dalam emncapai apa yang diinginkan. Memang terkadang manusia memandang apa yang
dia inginkan atau butuhkan adalah yang terbaik bagi dirinya. Padahal ketika dia
telah berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya, dan tidak berhasil, maka
kekecewaan yang akan dialami. Padahal ketika hatinya mempunyai keyakinan bahwa
Tuhan yang menentukan setiap aspek kehidupan manusia, maka manusia tersebut
akan pasrah dan mengembalikan urusannya kepada yang menciptakan dirinya ke
dunia, yaitu Allah SWT, Tuhan yang maha Esa. Tulisan ini bertujuan untuk menghimbau kepada pembaca agar jangan
pernah menyerah dalam mencapai segala cita-cita dan tetaplah tawakkal kepada
Allah setelah berikhtiar.
Kehidupan
yang penuh warna dan permasalahan yang datang harusnya menjadikan manusia
pribadi yang lebih matang dan dewasa dalam menjalani hidup. Jangan pernah takut
untuk mengejar impian dan cita-cita. Hidup akan memberi arti ketika manusia
mampu menjadikan hidupnya lebih bermakna. Bercita-citalah setinggi mungkin,
karena hidup hanya sekali. Saya rasa pembaca harus mengerti bahwa ketika kita
mulai berusaha mengejar cita-cita, lalu dalam prosesnya menjumpai kegagalan
maka hal tersebut adalah hal yang wajar. Karena tanpa kegagalan, manusia tidak
akan pernah belajar bagaimana seharusnya bertindak dan memaknai kehidupannya.
Belajar dari kegagalan akan menjadikan hidup manusia lebih bijaksana. Hal yang
terpenting adalah bagaimana agar semangat kita dalam mencapai impian terus
menyala.
Stanley
Judd pernah berkata,” Janganlah buang-buang energi dengan menutup-nutupi
kegagalan. Belajarlah dari kegagalan anda dan majulah terus ke tantangan berikutnya. Gagal itu tidak masalah. Jika
anda tidak gagal, malah anda tidak akan bisa berkembang”. Saya pribadi sepakat
dengan apa yang disampaikan oleh Stanley Judd terkait bagaimana seharusnya kita
menghadapi kegagalan. Artinya kita harus beranggapan bawha kegagalan adalah
sebagai sebuah tantangan untuk terus maju dan mengembangkan diri. Saya percaya
tanpa kegagalan, maka potensi dan kualitas kita tidak akan bisa terasah dengan
baik.
Sebenarnya
manusia memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik manakala dia memiliki
keberanian untuk memulai mengejar impiannya dan menghadapi berbagai kegagalan.
Artinya banyak manusia yang tidak mengetahui kapasitas dan potensi yang
terpendam di dalam dirinya karena terlalu nyaman dengan keadaannya. Mereka
enggan untuk melakukan hal-hal baru, menerima berbagai tantangan untuk
meningkatkan kualitas dirinya. Padahal jika kesempatan itu diambil, maka saya
percaya pasti ada perubahan dalam dirinya.
Tidak
ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses. Begitu juga dengan manusia
dalam menjalani kehidupan. Semisal ketika dia berkehendak untuk menjadi
pengusaha muda yang sukses. Maka harus berani untuk memulai dan berproses
secara sungguh-sungguh di dalamnya. Siap menerima risiko yang akan mengahampriri.
Karena bagaimanapun juga pasti ada tantangan, hambatan dan risiko ketika impian
itu hendak diwujudkan.
Kesuksesan
adalah sebuah perjalanan. Jangan sampai permasalah dan hambatan yang terjadai
mengkerdilkan mental, sehingga tidak ada kemauan lagi untuk berproses di
dalamnya. Kita harus tetap berjalan dan jangan pernah menyerah dengan keadaan.
Percayalah habis gelap terbitlah terang. Yakinlah bahwa setiap kesukaran pasti
ada kemudahan. Pasti ada jalan bagi mereka yang memiliki kemauan. Selalu ada
solusi bagi mereka yang bermental baja, dan memiliki fikiran yang positif.
Sebagai
tambaha, Abraham Lincoln, salah satu Presiden ke 16 Amerika Serikat memilik
prinsip terkait kegagalan. Beliau beranggapan bahwa tidak penting seberapa
besar beliau mengahapi kegagalan, namun yang terpenting adalah seberapa besar
bangkit dari kegagalan tersebut, karena itulah prinsip orang sukses yang
berjiwa besar. Artinya jangan sampai kegagalan menciutkan nyali seorang pemimpi
besar. Kita harus tetap menjadi pemberani yang siap bangkit walau apapun yang
terjadi.
Sekali
lagi, saya mengingatkan bahwa berani menghadapi akan mampu menjadikan kita
pribadi yang dahsyat dan luar biasa. Hal lainnya yaitu terkait bagaimana kita
megeksplorasi segala kemampuan dalam mencapai tujun. Kita harus berani untuk
mengeluarkan kemampuan yang dimiliki untuk meraih impian. Kemauan yang kuat,
usaha yang konsisten, dan pantang menyerah adalah modal utama dalam meraih
cita-cita. Selain itu, kekuatan doa menjadi modal terpenting dalam segenap aktivitas
kita. Karena bagaimanapun juga manusia adalah makhluk yang terbatas, kita
sangat memerlukan bantuan Tuhan yang maha Kuasa dalam merealisaskikan itu
semua.
Terkait
kegagalan, The Liang Gie (1990) mengartikan kegagalan sebagai sebuah karunia
terselubung karena membuat seseorang
yang mengalaminya menjadi lebih tabah, lebih arif, dan rendah hati. Sejalan
denga hal tersebut, saya juga menyatakan bahwa kegagalan adalah sebagai suatu
pendidikan bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri. Oleh karenanya jangan
pernah takut untu gagal, dan beranilah untuk bangkit.
Refrensi
: Buku “The Personalities of Succes”, karangan Dudung Hamdun
Penulis : Aufal F
Tidak ada komentar:
Posting Komentar