Minggu, 29 Maret 2015

Berani Menghadapi Kegagalan




Pernahkah kita merasakan suatu kondisi ketika dunia seakan-akan tidak lagi memihak. Suatu keadaan yang menggoncang emosi kita. Yaitu manakala ada suatu kita selalu gagal dalam emncapai apa yang diinginkan. Memang terkadang manusia memandang apa yang dia inginkan atau butuhkan adalah yang terbaik bagi dirinya. Padahal ketika dia telah berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya, dan tidak berhasil, maka kekecewaan yang akan dialami. Padahal ketika hatinya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan yang menentukan setiap aspek kehidupan manusia, maka manusia tersebut akan pasrah dan mengembalikan urusannya kepada yang menciptakan dirinya ke dunia, yaitu Allah SWT, Tuhan yang maha Esa. Tulisan ini bertujuan  untuk menghimbau kepada pembaca agar jangan pernah menyerah dalam mencapai segala cita-cita dan tetaplah tawakkal kepada Allah setelah berikhtiar.
Kehidupan yang penuh warna dan permasalahan yang datang harusnya menjadikan manusia pribadi yang lebih matang dan dewasa dalam menjalani hidup. Jangan pernah takut untuk mengejar impian dan cita-cita. Hidup akan memberi arti ketika manusia mampu menjadikan hidupnya lebih bermakna. Bercita-citalah setinggi mungkin, karena hidup hanya sekali. Saya rasa pembaca harus mengerti bahwa ketika kita mulai berusaha mengejar cita-cita, lalu dalam prosesnya menjumpai kegagalan maka hal tersebut adalah hal yang wajar. Karena tanpa kegagalan, manusia tidak akan pernah belajar bagaimana seharusnya bertindak dan memaknai kehidupannya. Belajar dari kegagalan akan menjadikan hidup manusia lebih bijaksana. Hal yang terpenting adalah bagaimana agar semangat kita dalam mencapai impian terus menyala.
Stanley Judd pernah berkata,” Janganlah buang-buang energi dengan menutup-nutupi kegagalan. Belajarlah dari kegagalan anda dan majulah terus ke tantangan  berikutnya. Gagal itu tidak masalah. Jika anda tidak gagal, malah anda tidak akan bisa berkembang”. Saya pribadi sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Stanley Judd terkait bagaimana seharusnya kita menghadapi kegagalan. Artinya kita harus beranggapan bawha kegagalan adalah sebagai sebuah tantangan untuk terus maju dan mengembangkan diri. Saya percaya tanpa kegagalan, maka potensi dan kualitas kita tidak akan bisa terasah dengan baik.
Sebenarnya manusia memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik manakala dia memiliki keberanian untuk memulai mengejar impiannya dan menghadapi berbagai kegagalan. Artinya banyak manusia yang tidak mengetahui kapasitas dan potensi yang terpendam di dalam dirinya karena terlalu nyaman dengan keadaannya. Mereka enggan untuk melakukan hal-hal baru, menerima berbagai tantangan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Padahal jika kesempatan itu diambil, maka saya percaya pasti ada perubahan dalam dirinya.
Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses. Begitu juga dengan manusia dalam menjalani kehidupan. Semisal ketika dia berkehendak untuk menjadi pengusaha muda yang sukses. Maka harus berani untuk memulai dan berproses secara sungguh-sungguh di dalamnya. Siap menerima risiko yang akan mengahampriri. Karena bagaimanapun juga pasti ada tantangan, hambatan dan risiko ketika impian itu hendak diwujudkan.
Kesuksesan adalah sebuah perjalanan. Jangan sampai permasalah dan hambatan yang terjadai mengkerdilkan mental, sehingga tidak ada kemauan lagi untuk berproses di dalamnya. Kita harus tetap berjalan dan jangan pernah menyerah dengan keadaan. Percayalah habis gelap terbitlah terang. Yakinlah bahwa setiap kesukaran pasti ada kemudahan. Pasti ada jalan bagi mereka yang memiliki kemauan. Selalu ada solusi bagi mereka yang bermental baja, dan memiliki fikiran yang positif.
Sebagai tambaha, Abraham Lincoln, salah satu Presiden ke 16 Amerika Serikat memilik prinsip terkait kegagalan. Beliau beranggapan bahwa tidak penting seberapa besar beliau mengahapi kegagalan, namun yang terpenting adalah seberapa besar bangkit dari kegagalan tersebut, karena itulah prinsip orang sukses yang berjiwa besar. Artinya jangan sampai kegagalan menciutkan nyali seorang pemimpi besar. Kita harus tetap menjadi pemberani yang siap bangkit walau apapun yang terjadi.
Sekali lagi, saya mengingatkan bahwa berani menghadapi akan mampu menjadikan kita pribadi yang dahsyat dan luar biasa. Hal lainnya yaitu terkait bagaimana kita megeksplorasi segala kemampuan dalam mencapai tujun. Kita harus berani untuk mengeluarkan kemampuan yang dimiliki untuk meraih impian. Kemauan yang kuat, usaha yang konsisten, dan pantang menyerah adalah modal utama dalam meraih cita-cita. Selain itu, kekuatan doa menjadi modal terpenting dalam segenap aktivitas kita. Karena bagaimanapun juga manusia adalah makhluk yang terbatas, kita sangat memerlukan bantuan Tuhan yang maha Kuasa dalam merealisaskikan itu semua.
Terkait kegagalan, The Liang Gie (1990) mengartikan kegagalan sebagai sebuah karunia terselubung karena membuat  seseorang yang mengalaminya menjadi lebih tabah, lebih arif, dan rendah hati. Sejalan denga hal tersebut, saya juga menyatakan bahwa kegagalan adalah sebagai suatu pendidikan bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri. Oleh karenanya jangan pernah takut untu gagal, dan beranilah untuk bangkit.

Refrensi : Buku “The Personalities of Succes”, karangan Dudung Hamdun

Penulis : Aufal F



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...