Selasa, 14 Februari 2023

Seberapa Sering Kita Berinteraksi dengan Al-Qur'an?


 

Al-Qur'an, selain sebagai kita suci umat Islam, juga merupakan petunjuk bagi umat manusia. Siapa pun yang ingin selamat di dunia dan akhirat, maka berpegang teguhlah pada Al-Qur'an. Sebab, Al-Qur'an bukan sekadar bacaan. Lebih dari itu, ibarat pelita yang menerangi jalan hidup kita. Seperti kompas, yang mengarahkan ke mana seharusnya kita melangkah. 


Tidak hanya itu, Al-Qur'an merupakan kitab yang mulia. Membacanya pun bernilai pahala. Dari Abdullah bin Ma’ud r.a. dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda: “Siapa saja yang membaca satu huruf dari Alqur’an maka ia akan memperoleh 1 kebaikan. Satu kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya sampai 10 kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu sebagai 1 huruf, akan tetapi ‘alif’ 1 huruf, ‘laam’ 1 huruf, dan ‘miim’ 1 huruf”. (HR. Tirmidzi).


Dari hadist tersebut, sebagai seorang muslim, seharusnya kita memiliki semangat yang tinggi untuk senantiasa membaca Al-Qur'an. Ayat-ayat Al-Qur'an yang kita baca menjadi tabungan di hari akhirat kelak. Semakin sering membacanya, kita secara tidak langsung mempersiapkan bekal sebelum maut menjemput. Percayalah, setiap ayat yang kita baca pahalanya tidak akan pernah terlewatkan. Ada malaikat Roqib yang selalu siaga mencatatnya. 


Kita juga memiliki waktu jatah waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari semalam. Artinya, kesempatan untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an sangat memungkinkan. Semua bergantung kita. Mau apa tidak. Tidak adakah waktu dalam sehari semalem untuk membaca Al-Qur'an walaupun satu ayat? Sesibuk apa kita hingga melewatkan jam demi jam, hari demi hari, tanpa membaca Al-Qur'an. 


Baiklah, agar lebih termotivasi untuk membaca Al-Qur'an, saya ingin sedikit mengulas beberapa keutamaan membaca Al-Qur'an yang saya kutip tulisan dari Alhafiz Kurniawan berjudul 'Keutamaan Membaca Al-Qur'an', yang dipublikasikan oleh https://islam.nu.or.id/. 


Pertama:


 اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ


 Artinya, “Sungguh, orang-orang yan selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan tersembunyi dan terang benderang. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan untuk mereka pahala mereka dan menambahi mereka dengan sebagian karunia-Nya. Sungguh Allah maha pengampun lagi maha penerima syukur.” (Surat Fathir ayat 29-30).


Kedua: 


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أفضل عبادة أمتي تلاوة القرآن


Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Ibadah paling utama dari umatku adalah pembacaan Al-Qur’an.’”


Ketiga: 


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول الرب عز وجل من شغله القرآن وذكري عن مسألتي أعطيته أفضل ما أعطي السائلين وفضل كلام الله على سائر الكلام كفضل الله على خلقه 


Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Siapa yang cukup sibuk membaca Al-Qur’an dan berzikir, niscaya Kuberikan kepadanya anugerah paling utama yang pernah Kuberikan kepada mereka yang berdoa.’ Perumpamaan keutamaan kalam ilahi dibanding ucapan yang lain seperti keutamaan Allah terhadap makhluk-Nya.’”


Selain itu, masih banyak manfaat lainnya yang akan kita peroleh jika sering membaca Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an berarti kita sedang berzikir kepada Allah. Dan semakin sering kita berzikir maka hati akan menjadi tenang. Seperti dalam firmannya di Surah Ar-Ra'd ayat 28:


 بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ


"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."


Maka dari itu, ketika kita merasa hati sedang kalut, gelisah, atau gundah gulana, maka jangan ragu untuk segeralah ambil wudhu dan mulailah membaca Al-Qur'an. Sebab, membaca Al-Qur'an akan membawa kedamaian jiwa. Membaca Al-Qur'an akan menghilangkan kerisauan dan menjadi obat bagi hati. Siramilah hati kita dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an juga menjadi makanan bagi rohani kita. Tidak hanya raga yang butuh asupan makanan. Jiwa kita juga membutuhkannya. Dengan sering membaca Al-Qur'an, derajat kita sebagai manusia akan diangkat oleh Allah. Sebab, Al-Qur'an adalah kitab yang mulia. 


Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa sering kita berinteraksi dengan Al-Qur'an? Seberapa sering kita membacanya? Seberapa sering kita mentadabburinya? Seberapa intens kita mengamalkan kandungannya? Silakan jawab sendiri di dalam kita masing-masing. Mari, mumpung nyawa masih di kandung badan, manfaatkan semaksimal mungkin untuk membaca, mempelajari, menghayati, dan mengamalkannya. Sebab hidup ini hanya sebentar saja. Dunia adalah tempat persinggahan. Ayo berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan. Salah satunya dengan selalu meluangkan waktu untuk Al-Qur'an.



Oleh: Muhammad Aufal Fresky


Selasa, 14/2/2023

12.06 WIB


Robusto Coffe, Kota Malang



Sumber gambar: cnbc.indonesia.com

Meyakini Kekuatan Imajinasi



Saat ini, saya sedang menikmati secangkir kopi Vietnam Drip ditambah sebatang rokok Surya Gudang Garam. Kendati demikian, saya pikir tak boleh waktu berlalu begitu saja. Mesti ada ide yang dituliskan. Diabadikan menjadi sebuah karangan yang bernilai. Sebab, saya tak ingin nongkrong hanya sekadar nongkrong.  Menyia-nyiakan nikmat waktu luang dan kesehatan yang Allah anugerahkan untuk saya.


Baiklah, saya ingin sedikit mengulas tentang bagaimana kekuatan imajinasi. Istilah kerennya 'The Power of imagination'. Kata Einstein, ilmuwan terkemuka asal Jerman, imajinasi melebihi ilmu pengetahuan. Sebab, imajinasi jangkauannya tidak terbatas. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berimajinasi. Di dalam imajinasi tersebut, kita bisa berpikir besar tentang sesuatu yang mungkin bagi orang secara umum dianggap suatu kemustahilan. Bahkan, jika kita menceritakan tentang imajinasi kita kepada orang-orang terdekat, tak sedikit yang meremehkan, atau menertawakannya. 


Percayalah dan yakinilah, imajinasi kita tersebut mampu menggerakkan setiap langkah-langkah kita. Imajinasi menumbuhkan harapan. Harapan akan menumbuhkan optimisme. Tidak semua orang memiliki rasa optimis terhadap mimpi-mimpi mereka. Kadang, ada yang minder terhadap kemampuannya sendiri. Ada juga yang mentalnya jatuh sebab dipandang sebelah mata oleh sekelilingnya. 


Lantas bagaimana harusnya kita bersikap? Bukankah imajinasi itu adalah energi yang menggerakkan? Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah dengan meyakini sepenuh hati semua yang kita imajinasikan atau impikan. Jangan biarkan omongan orang lain melemahkan spirit kita untuk berkarya, bekerja, dan mewujudkan semua impian yang telah dibayangkan dan dituliskan. Terus berjalan ke depan, sebab imajinasi yang kita miliki akan merangsang kemajuan.


Tidak akan pernah ada penemuan telepon genggam, pesawat terbang, kapal selam, mobil, kereta api, internet, dan semacamnya di dunia ini tanpa adanya keberanian orang-orang besar untuk berimajinasi. Penemuan-penemuan penting dalam sejarah peradaban dunia sejatinya dimulai dari mereka yang berimajinasi. Orang-orang semacam itu biasanya adalah generasi pencetus. Bukan generasi yang hanya bisa mewarisi hasil peradaban sebelumnya. 


Mereka (para penemu, pen) selalu memiliki rasa keingintahuan dan semangat belajar yang tinggi. Hati dan pikirannya bergejolak untuk mempersembahkan sesuatu yang berharga bagi peradaban manusia. Saat ini, kita tinggal menikmati hasil karya mereka. Contoh sederhananya, bayangkan saja, bagaimana jadinya dunia ini tanpa adanya listrik, lampu, internet, handphone, dan semacamnya. Penemuan-penemuan itu menjadikan hidup manusia lebih mudah. Kecanggihan teknologi komunikasi, Informasi, dan transportasi menjadikan hidup lebih efektif dan efisien.


Maka dari itu, sudah saatnya kita menganggap bahwa imajinasi memiliki kekuatan tersendiri. Dengan memvisualisasikan masa depan, kita akan lebih bergairah untuk mewujudkannya. Selain itu, tak kalah penting lagi, kita harus yakin betul bahwa kita memiliki Allah SWT yang Maha Kuasa. Artinya, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai selama kita melibatkan Allah yang Maha Besar. Kekuatan imajinasi dibarengi dengan kekuatan doa akan menghasilkan perubahan besar dalam hidup kita. Dengan catatan kita harus tetap bergerak alias berikhtiar untuk mewujudkannya.


Jangan hanya menjadi generasi yang pasif. Artinya tetap wajib proaktif untuk mewujudkan mimpi satu per satu. Jika gagal, bangkit lagi. Jika gagal lagi, tetap bangkit lagi. Terus bangkit hingga jatah kegagalan habis. Sebab, kegagalan itu sendiri sejatinya adalah pembelajaran. Kegagalan hanyalah jalan memutar untuk menuju kesuksesan.


Sekali lagi, mari beranikan diri untuk berimajinasi. Kita berhak untuk menjadi seperti apapun yang kita inginkan di masa depan. Allahu Akbar. 


Oleh: Muhammad Aufal Fresky*


Selasa, 14/2/2023

10.52 WIB


Robusto Coffe, Kota Malang



Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...