Sabtu, 25 April 2015

Melangkah




Ku cobe bergerak, merangak, berjalan lalu lari
Waktu bagai arus sungai
Selalu mengalir tenang
Mungkin kita lupa
Atau mungkin pula kita lalai
Bahwa sesungguhnya semua bergerak dan berubah

Tertinggalkan masa
Ku coba tuk terbangun

Wanita datang dan pergi
Inilah siklus, namun pula sirkus untuk dimainkan

Melangkah untuk memulai
Percaya mimpi akan tercapai

Pamekasan, 17 Februari 2015
By : Aufal

Merangkai Mimpi Merawat Harapan



Oleh: Muhammad Aufal Fresky
Manusia adalah makhluk Tuhan yang dikarunai sejuta potensi. Salah satu potensi yang dimliki manusia dan tidk dimilki oleh makhluk lainnya adalah berfikir. Berbeda dengan hewan yang hanya mempunyai insting ataupun tumbuhan yang hanya tunduk padahukum alam, manusia melebihi keduanya. Kemampuan berfikir inilah yang menjadikan manusia sebgai makhluk pilihan dengan keungulan-keungulan yang telah Tuhan karuniakan. Rentetan sejarah dan karya manusia terdahulu telah membuktikan daya nalar dan logika berfikir manusia. Tak luput juga manusia adalah kreator dari lahirnya berbagai bentuk perdaban cemerlang di muka bumi. Kreativiitas dan inovasi yang dilakukan terkait dengan ilmu yang kian bertambah dan budaya berfikir yang  menjamur di kalangan manusia. Adanya bangunan-bangunan peninggalan manusia zaman dulu hingga bangunan pencakar langit saat ini telah merepresentasikan kekuatan fikir dan imajinasi manusia. Siapa menyangka terbang di angkasa dari suatu negara ke negara lain telah menjadi kenyataan manusia sekarang, padahal ratusan tahun silam hanyalah sebuah imajinasi dan impian manusia. Siapa menyangka manusia antar benua bisa berbeda berhubungan melalui alat yang bernama ponsel. Siapa mengira manusia bisa menyaksikan tanyangan bergerak dan bersuara yang menampilkan banyak kejadian dunia hanya bisa disaksikan di rumah masing-masing, barang tersebut bernama televisi. Selain itu salah satu bentuk penemuan terbaik manusia abad 21 adalah adanya komputer dan jaringan internet ang mana dengan adanyya keduanya maka manusia bisa mendapatkan, mengolah serta mnyebarkan informasi dengan sangat mudah.
Dari paparan di atas bisa kita lihat bahwa hal-hal yang sebelumnya adalah suatu impian atau khayalan, bisa diwujudkan dengan kemampuan berfikir dan logika manusia.  Selain kemampuan berfikir salah satu hal  yang patut ditekankan di sini adalah kemampuan manusia untuk terus bermimpi dan berimajinsi. Manusia adalah makhluk yang tidak hanya dilingkupi oleh hasrat biologis, lebih dari itu ada unsur mental dan emosi yang menyertainya.  Maka dari itu terkadang manusia bersikap melankolis ketika gagal dalam mencapai impiannya. Padahal yang perlu dilakaukan hanyalah bertahan dan pantang menyerah dalam menikmati proses ang panjang.
Mimpi tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa adanya dorongan dan semangat untuk merealisasikan menjadi kenyataan.  Sejatinya manusia yang paling miskin bukanlah manusia yang tak ada sepeserpun uang di kantongnya, manusia yang paling miskin adalah mereka yang tak mempunyai impian. Uang dan harta bisa di dapatkan dengan mudah ketika manusia berani untuk bermimpi besar, sebab yang mendorongnya untuk selalu bekerja keras dan bergairah dalam menjalai hidup adalam mimpi dan impiannya tersebut. Bagaimana mau merubah dunia dan menjadi pencetak sejarah jika bermimpi saja tidak berani. Bagaimana mau memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara jika untuk sekedar mempunyai impian saja tak mampu.
 Anonim berkata, “ impian itu seperti lukisan seorang pelukis besar, mimpi anda adalah lukisan dan dunia adalah kanvasnya, percaya adalah kuas yang mengubah mimpi-mimpi anda menjadi mahakarya yang nyata”. Sejalan dengan pernyataan tersebut, maka bisa saya sampaikan bahwa dengan percaya bahwa kita bisa meraih mimpi itu, maka mimpi-mimpi kita bisa terwujud. Hal yang perlu dilaksanakan hanyal terus berusaha dan berproses dengan tetap memegang keyakinan terhadap mimpi itu. Mimpi mempunyai kekuatannya sendiri, manusia bisa melakukan banyak hal yang dulunya dianggap suatu kemustahilan menjadi kenyataan. Mimpi membuat hidup manusia bergairah dan bergelora. Mimpi menjadikan manusia lebih hidup. Tanpa mimpi seseungguhnya jiwa manusia itu mati. Karena pada dasarnya berkat mimpi manusia masih bisa merawat harapan untuk masa depan.
Lupakan saja penyesalan masa lalu terkait pembuangan waktu terkait aktivitas sia-sia yang pernah kita lakukan di masa tersebut. Hal yang wajib dilakukan adalah tegakkan badan, tatap masa depan, dan tetaplah menjadi seorang pemimpi. Harriet Tubman menyatakan bahwa setiap mimpi besar dimulai dari seorang pemimpi, anda memiliki kekuatan dalam diri anda, kesabaran, dan gairah untuk menggapai bintang dan mengubah dunia. Oleh karenya berhentilah membuang waktu dan mulailah menjalankan aktivitas yang mendekatkan kita terhadap semua mimpi kita.
Ingatlah bahwa roda zaman terus berputar dan siapa-siapa yang lalai, maka dia kan digilis dan diseret oleh zaman. Karena manusia memiliki keterbatasan waktu dan fisik yang pada akhirnya akan membawanya pada penuaan sekaligus kematian. Terkait hal tersebut bagi seorang pemimpi besar yang menyimpan sejuta harapan dalam hidupnya, saya sarankan agar mengambil setiap momentum melakukan dan menjadi yang terbaik, karena pada dasarnya hidup manusia hanyalah sekali, maka buatlah berarti.
Catatlah mimpi anda dalam sebuah buku catatan, karena suatu saat anda akan berterimaksih pada catatan tersebut. Merangkai mimpi tidak cukup diangan-angan, namun perlu dicatat dan diabadikan, karena nantinya akan menjadi sejarah bagi kita.

Perpustakaan Sumber Peradaban Bangsa



Saya mengamati sekaligus  mengikuti pemberitaan atas catatan dari akun FB LPM Mercusuar terkait perpustakaan Universitas Airlangga. Sungguh hal menarik untuk ditelusuri lebih lanjut  mengingat ada isu pembatasan jam kunjung ke perpustakaan tersebut. Note dari FB LPM Mercusuar tersebut berjudul “Perpustakaan Tutup Bikin Kalut”. Sungguh berita yang sempat membuat saya kaget mengingat saya tengah proses menjadi seorang Bibliophilia, diambil dari bahasa Yunani yang artinya pecinta buku. Bagaimana saya akan menyalurkan hasrat baca yang sedang bergemuruh, jika misalnya akses menuju sumber informasi akan dibatasi. Saya pribadi belum mengkonfirmasi terkait wacana pembatasan tersebut, yang jelas mendengar adanya wacana pembatasan jam kunjung ke perpustakaan, sungguh  merupakan sebuah ironi sebuah universitas yang konon katanya bertaraf Internasional. Sebagai salah satu akademisi Universitas Airlangga, saya sempat terkejut terkait kebijakan lainnya mengenai batas maximal peminjaman buku. Saya tidak pernah paham dan mengerti rasionalisasi pembatasan jumlah maximal peminjaman buku tersebut. Hal yang perlu diketahui adalah bahwasanya tulisan ini tidak bermaksud untuk memojokkan salah satu pihak manapun. Tulisan ini hanya sebagai suatu cara saya mewakili kawan-kawan mahasiswa lainnya terkait adanya wacana pembatasan waktu berkunjung. Semoga hal tersebut hanya sekedar wacana, karena selama ini saya tengah berproses menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran mengenai segala hal.
Terkait paparan di atas, kita perlu memahami  fungsi dan peran perpustakaan dalam konteks kehidupan sekarang. Berbicara mengenai perpustakaan maka pastinya berkaitan dengan buku-buku di dalamnya, karena yang jelas selain sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas, bagaimanapun juga fungsi esensial dari perpustakaan itu sendiri adalah tempat untuk membaca buku. Banyak para pendiri bangsa dan tokoh nasional seperti Sukarno, Tan Malaka, Hatta, Sjahrir dan lain-lain menjadi besar karena kebiasaan dalam membaca buku. Dari situlah bisa kita lihat peran buku yang begitu luar biasa dalam mengubah corak fikir, pandangan hidup, karakter dan intelektualitas pendiri bangsa. Salah satu tokoh bangsa lainnya yang merupakan pecinta buku kelas berat yaitu Gus Dur. Tak perlu diragukan lagi kebiasaannya dalam membaca buku. Di dalam sebuah buku “The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid” karangan Greg Barton, menjelaskan bahwa selama di Mesir Gus Dur memiliki kegemaran mengunjungi berbagai perpustakaan, salah satu diantaranya yaitu perpustakaan Universitas Amerika, perpustakaan Kairo, perpustakaan Perancis dan lain sebagainya. Sejalan dengan pentingnya aktivitas membaca ada suatu ungkapan dari serorang sastrawan sekaligus penulis, Pramoedya Ananta Toer yaitu “Jika engkau ingin mengenal dunia maka membacalah”. Hal tersebut memberi suatu  kesadaran kepada setiap manusia terkait begitu pentingnya aktivitas membaca. Terkait aktivitas membaca maka pasti berhubungan dengan buku. Hal tersebut mengingat buku sebagai sumber informasi dan pengetahuan. Jadi pada dasarnya aktivitas membaca berkaitan dengan transfer pengetahuan. Lantas timbul suatu pertanyaan, dimana biasanya kita bisa menemui kumpulan buku-buku sebagai acuan dalam membaca. Maka jawabannya tiada lain tiada bukan yaitu perpustakaan.
Perpustakaan hendaknya dijadikan rujukan aktivitas intelektual bagi kalangan kampus, terutama untuk mahasiswa. Ada tiga kegiatan pokok yang bisa dilakukan di perpustakaan yaitu membaca, menulis dan berdiskusi. Ketiga kegiatan itulah yang nantinya akan menjadikan mahasiswa pemimpin masa depan. Jika diibaratkan telaga, kita bisa meminum air kebijaksanaan dari perpustakaan tersebut. Hanya satu syarat cepatlah minum, artinya cepatlah membaca sebelum waktu menggilis semuanya. Penulis tidak akan mengupas lebih dalam terkait manfaat membaca, di sini titik fokusnya adalah terkait peran sentral perpustakaan sebagai penopang peradaban bangsa.
Mengutip tulisan Dr. Badri Yatim, M.A. sebuah buku “ Sejarah Peradaban Islam”, telah disebutkan bahwa peradaban gemilang (the golden age) Islam terkait dengan perkembangan perpustakaan kala itu, salah satu diantaranya yaitu “Bait Al-Hikmah”, salah satu perpustakaan sekaligus pusat penerjemahan di zaman Dinasti Abbasiyah.
Artinya peradaban gemilang kala itu terkait dengan berkembangnya pusat keilmuan termasuk perpustakaan. Sehingga melalui aktivitas intelektual di perpustakaan itulah lahir berbagai macam cendikiawan dan intelektual tersohor kala itu, seperi Al-fazari sebagai ahli astronom, Ibnu Sina yang ahli di bidang kedokteran, lalu ada Jabir ibnu Hayyan di bidang kimia dan masih banyak lainnya. Sejalan dengan hal itu  bisa ditelusuri lebih lanjut bahwa perpustakaan tidak hanya sebagai penyimpanan buku melainkan sebagai pusat kegiatan intelektual.
Mahasiswa sebagai poros dan penentu alur peradaban bangsa, hendaknya membangun budaya literasi yang bagus. Searah dengan hal tersebut, maka harus didukung dengan fasilitas memadai termasuk perpustakaan yang benar-benar melayani sepenuhnya bagi berkembangnya logika fikir dan ketajaman akal para generasi muda tersebut. Penulis juga menghimbau kepada setiap generasi agar menjadikan perpustakaan sebagai objek pembenahan intelektual. Artinya siapa yang hendak menambah asupan informasi dan pengetahuan hendaknya sering mengunjungi perpustakaan. Mengunjungi di sini sudah pastinya sejalan dengan aktivitas membaca. Artinya tidak hanya sekedar berkunjung apalagi “numpang ngadem”.
   Saya berharap nantinya perpustakaan-perpustakaan yang ada, khususnya di Universitas Airlangga bisa mencetak pemimpin dan intelektual yang menjadi problem solver berbagai masalah bangsa. Saya yakin nantinya perpustakaan Universitas Airlangga mencetak generasi yang cerdas dan beradab.  Perpustakaan juga diharapkan menciptakan sekaligus mencetak  rausyanfikr. Di  dalam sebuah buku karangan Eko Supeno dengan judul “Sosialisme Islam” , dinyatakan bahwa rausyanfikr adalah istilah yang sering dipakai oleh Ali Syariati, seorang tokoh revolusioner kebangsaan Iran untuk menyebutkan kalangan pemikir/ intelektual yang tercerahkan. Artinya dengan begitu perpustakaan dinanti perannya oleh berbagai kalangan untuk menciptakan intelektual yang sadar akan esensi perjuangan hidupnya.
Percayalah bahwa perpustakaan hanyalah objek. Keaktifan dari mahasiswalah yang diharapkan nantinya bisa menjadi pecandu buku sekaliber Sukarno  (Proklamator RI) atau Abraham Lincoln (Presiden AS ke 16). Sekali lagi tugas dari pihak pengelola perpustakaan adalah memberikan pelayanan terbaiknya agar mahasiswa mulai merasakan kecanduan bergelut dengan dunia kebijaksanaan/ dunia hikmah (buku). Yakinlah bahwa intensitas para mahasiswa membaca buku kemudian hari akan membentuk sikap, karakter dan kepribadian mahasiswa tersebut. Oleh karenanya dengan memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa, secara tidak langsung memberikan sumbangsih lahirnya calon-calon generasi emas, karena mahasiswa adalah salah satu agent of civilization/agen peradaban.
Pada akhirnya inti dari tulisan saya tersebut adalah bahwa perpustakaan merupakan “centre of knowladge/centre of information/centre of wisdom (pusat pengetahuan/informasi/hikmah). Jadi penulis menghimbau kepada pihak terkait agar memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa, walaupun saya rasa pelayanan selama ini tidak begitu buruk. Selanjutnya saya juga menghimbau kepada diri saya sendiri dan kepada seluruh mahasiswa Airlangga agar menjadikan perpustakaan sebagai “Ruang Pembenahan Intelektual”. Sehingga nantinya diharapkan lahir generasi gemilang dengan  karakteristik atau spesifikasi kemampuan yang dimiliki. Sehingga dengan begitu diharapakan melalui perpustakaan, Indonesia menjadi mercusuar peradaban bangsa.


Surabaya, 6 Januari 2015
Jam 23.27 WIB








Rabu, 22 April 2015

Bandara King Abdul Aziz, 2 Februari 2014




Sekarang aku lagi berada di Bandara King Abdul Aziz tepatnya di Kota  Jeddah, Saudi Arabia. Sekarang semuanya lagi mempersiapkan untuk kepulangan ke Indonesia. Jika ada yang bertanya bagaimana perasaanku meninggalkan kota suci Mekkah dan Madinah, maka jawabannya adalah sangat berat. Alasan atas jawaban tersebut adalah karena aku pribadi menemukan sebuah ketengan ketika berada di dua kota tersebut. Seluruh pikiranku hanya tertuju untuk beribadah kepada Allah SWT. Berat rasanya meninggalkan suasana di kota tersebut.
Dua minggu rasanya seperti baru dua hari aku berada di Saudi Arabia. Aktivitasku tertuju untuk melakukan ibadah umroh dan meningkatkan ketakwaanku kepada Tuhan. Entah kenapa waktu begitu cepat berlalu. Aku mohon kepada Tuhan untuk tidak menjadikan kunjunganku ini sebagai kunjungan yang terakhir di dua kota suci tersebut, melainkan akhir sementara dari sebuah kunjungan.
Banyak inspirasi yang aku dapat selama berada di dua kota suci tersebut, diantaranya aku bisa mengetahui bahwa Islam adalah sebuah agama yang merupakan rahmat bagi seluruh umat manusia. Di dua kota suci tersebut aku bisa mengamati cara orang berpakaian ketika beribadah. Satu hal yang membedakan orang Indonesia dengan orang dari negara lain adalah pakaian yang dipakai ketika hendak sholat yaitu sarung dan kopiah. Aku menjadi bangga menjadi manusia Nusantara karena di Saudi Arabaia nama Indonesia bagaikan mercusuar yang amat terkenal dikalangan masyarakat arab, mungkin karena jumlah jamaah umroh dari Indonesia yang sangat banyak jumlahnya.
Kembali ke sarung dan kopiah tadi, dua pakaian sholat tersebut menjadi ciri khas bangsa kita. Jika Arab mempunyai gamis, orang Indonesia punya sarung, jika orang Arab punya surban, orang Indonesia juga punya kopiah, jika orang arab mempunyai gambus sebagai musik tradisonalnya, maka orang Indonesia punya dangdut sebagai musik asli Indonesia, dan banyak lagi yang lainnya.
Jadi hikmah yang dapat kita ambil adalah kita harus bangga menunjukkan jati diri kita sebagai manusia asli Nusantara dengan berbagai macam kebudayaaan yang kita miliki. Kita tidak boleh malu dalam pergaulan di dunia Internasional dengan negara-negara lain. Aku pribadi lebih bangga memakai kopiah hitam ala Sukarno daripada memakai surban, mungkin karena budaya yang selama ini aku anut.
Sekali lagi aku akan pergi meninggalkan merdunya gema adzan muadzin Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang suaranya begitu merdu. Sebentar lagi aku akan pergi meninggalkan kedua masjid yang dimana manusia yang  sholat di dalamnya akan mendapatkan kelipatan derajat yang amat banyak. Aku memohon kepada Tuhanku agar aku bisa selalu mengunjungi tempat itu lagi dan satu doaku untuk teman-temanku yang belum pernah ke tanah suci semoga Allah memanggil kalian. Satu doaku lagi untuk mantan-mantanku semoga Allah mengampuni  dosa-dosa mereka semua, dan semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka semua. Sekian yang bisa saya tulis, berhubung kondisiku dalam keadaan kurang fit, jadi untuk sementara tulisan ini akan aku akhiri. Terimaksih.

Penulis : Muhammad Aufal F

Kamis, 16 April 2015

Menulis Itu Dahsyat ( Gagasan Bagi Generasi Bangsa )



Oleh : Muhammad Aufal Fresky

“Jika kau bukanlah anak seorang raja atau ulama maka jadilah penulis”, itulah salah satu petikan dari kata-kata Imam Ghazali yang menganjurkan kepada manusia untuk selalu menulis. Kegiatan menulis bagi sebagian orang termasuk suatu aktivitas yang sangat sulit bahkan membutuhkan bakat tertentu, padahal jika kita telaah lebih lanjut kemampuan menulis bukan karena faktor bakat ataupun keturunan, melainkan kebiasaan. Banyak alasan kenapa setiap orang harus menjadi penulis atau melakukan kegiatan menulis, salah satu diantaranya dengan menulis kita bisa membentuk karakter diri melalui tulisan, dengan menulis bisa meningkatkan daya ingat, menulis bisa meningkatkan income, menulis bisa menggali ilmu lebih banyak lagi, menulis bisa melatih kemampuan berkomunikasi, dan masih banyak lagi manfaat yang akan kita peroleh jika melakukan aktivitas menulis.
    Menulis  merupakan aktivitas yang bisa membangun karakter manusia, alasannya dengan menulis maka dia telah mampu mengungkapkan ide, gagasan serta pandangannya tentang segala sesuatu, dari tulisannya tersebut pasti muncul pihak yang pro dan kontra sehingga sang penulis bisa membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih berkarakter melalui kritikan yang diterimanya tadi. Menulis bisa meningkatkan daya ingat maksudnya adalah kegiatan tersebut bisa menjadi ajang untuk mengingat segala macam ilmu dan pengetahuan yang telah sang penulis dapatkan sebelumnya . Menulis bisa meningkatkan income artinya setiap penulis mempunyai spesialisasinya sendiri entah itu sebagai penulis novel ataupun buku. Ketika tulisannya terbit di pasaran maka secara tidak langsung sang penulis bisa meningkatkan pendapatannya. Aktivitas menulis juga mempunyai manfaat yaitu menggali ilmu dan pengetahuan lebih banyak lagi, karena ketika kita ingin membuat suatu tulisan pastinya butuh suatu refrensi, data dan informasi tertentu, sehingga dengan begitu bisa menambah ilmu dan pengetahuan yang belum kita pahami.
    Selanjutnya menulis bisa melatih kemampuan berkomunikasi seseorang. Maksudnya dengan menulis kita bisa melatih diri untuk mengungkapkan ide, gagasan, konsep dan pemikiran mengenai suatu hal, sehingga secara otomatis hal tersebut berpengaruh terhadap kemampuan verbal kita.
Itulah beberapa manfaat yang akan diperoleh jika kita melakukan aktivitas menulis.  Menulis adalah suatu aktivitas yang memerlukan kebiasaan bagi yang mengerjakannya dan kebiasaan tersebut berawal dari sebuah kesadaran. Seseorang tidak akan mempunyai motivasi yang besar sebelum dia menyadari betapa pentingnya aktivitas menulis. Kesadaran merupakan variabel penting yang bisa memberikan dorongan semangat untuk terus berkarya melalui tulisan. Ada pepatah mengatakan “ jika kamu ingin mengenal dunia maka membacalah dan jika ingin dikenal dunia maka menulislah”, pernyataan tersebut sangat bermanfaat sekali jika kita ambil hikmahnya artinya jika kita ingin menjadi pribadi yang dikenal oleh semua orang, maka mulailah untuk berkarya. Menulis adalah suatu seni yang membutuhkan kreativitas dan inovasi sehingga bisa memunculkan ide baru dalam suatu tulisan.  Perlu diketahui bahwa kemampuan seseoarang dalam menuangkan ide berkaitan dengan aktivitas membaca, karena bagaimanapun juga dengan membaca kita bisa menggali banyak gagasan, ide, konsep, pemikiran dan wacana yang ada di dalam sebuah buku sehingga dengan begitu bisa memperkaya gagasan kita yang sewaktu waktu bisa dituangkan kembali menjadi sebuah karya.
Salah satu hambatan bagi penulis pemula adalah kesulitannya untuk menuangkan gagasan bahkan menuangkan sepatah kata menjadi sebuah kalimat. Hal tersebut adalah suatu hal yang biasa di dunia kepenulisan karena bagaimanapun juga para penulis yang handal pasti mengalami fase tersebut, kelebihan mereka daripada kita adalah mereka telah memulai menulis mendahului kita yang masih dalam tahap proses belajar, namun pasti ada kemungkinan bagi kita untuk menyamai mereka semua ,bahkan melebihinya selama ada kemauan dan tekad yang kuat dalam diri kita.  Hambatan dalam menuliskan ide bisa diatasai dengan mengalokasikan waktu kita untuk membaca buku dan melakukan perjalanan, karena dengan kedua aktivitas tersebut akan memunculkan suatu ide dalam menulis.
Bagi saya menulis itu dahsyat, alasannya karena dengan menulis kita bisa menjadikan  diri kita sebagai penuntut ilmu sejati, karena meskipun seorang penulis tidak terikat oleh lembaga pendidikan, dia masih bisa dikatakan penuntut ilmu, karena dengan tulisannya dia bisa mengeksplore segala ilmu dan pengetahuan yang dimiliki sekaligus menambah tulisan dari segala sumber yang ada. Aktivitas menulis tidak terkait dengan ruang dan waktu, kita bisa melakukan kapan saja dan dimana saja, dan dengan berbagai media yang kita miliki, seperti laptop, pena, dan sebagainya. Menulis itu kegiatan yang mengasyikkan karena kita bisa mengungkapkan suara hati kita kepada orang lain, bisa menyebarkan inframasi kepada khalayak umum, mengajak orang lain kepada kebaikan, menyebar virus kebajikan dan sebagainya.
Peranan penulis sangat penting, apalagi negara ini kekurangan stok intelektual yang gemar menulis, terutama kawula mudanya yang lebih senang komunikasi verbal daripada tulisan, padahal suatu tulisan mempunyai dampak yang sangat luar biasa bagi pembacanya. Ada suatu istilah yang mengatakan pena lebih dahsyat ketimbang pistol, artinya pistol hanya hanya sebuah senjata yang bisa menembus kepala satu orang, kebalikannya dengan kekuatan pena kita bisa mempengaruhi ratusan juta umat manusia, bahkan Hitler seorang diktator Jerman berujar “ surat kabar lebih saya takuti ketimbang bayonet”, artinya kekuatan dari kata-kata begitu luar biasa, hingga para tokoh duniapun menyadari akan kedahsyatan sebuah tulisan, karena dengan tulisan manusia bisa sadar akan jati dirinya dan dengan tulisan akan menyebabkan terjadinya kekuatan massa yang akan melawan pemerintahan yang ada.
Kebanyakan orang senang berdebat dan mengkritik pemerintah melalui verbal, padahal jauh lebih efektif jika kita menggunakan tulisan, alasannya adalah kritikan lewat sebuah tulisan bisa lebih terkonsep dan mengarah daripada membentuk persepsi melalui wacana verbal yang dalam jangka waktu tertentu pasti akan menguap begitu saja, beda dengan tulisan yang akan tetap ada dan bisa dijadikan suatu rujukan atau sumber refrensi untuk pengembangan wacana sosial kemasyarakatan.
Kegiatan menulis memang membutuhkan kesabaran karena hal ini berkaitan dengan aktivitas intelektual dan berkenaan dengan proses berfikir menggunakan akal yang logis. Patut untuk diketahui bahwa lembaran-lembaran sejarah dunia dan peradaban dunia bisa kita ketahui melalui tulisan-tullisan yang beredar saat ini, banyak hal yang bisa diperoleh manusia dari catatan yang ada sekarang, dan catatan tersebut tidak pernah terlepas dari peran besar sang penulis. Menulis bisa dijadikan ajang untuk beramal sholeh dan berlomba-lomba dalam menebarkan kebaikan di muka bumi, karena dengan aktivitas tersebut kita bisa mentransfer pengetahuan dan ilmu kepada orang lain ,sehinga dengan begitu ilmu yang kita miliki tidak hanya untuk diri kita tetapi bermanfaat bagi banyak orang.
Aktivitas menulis merupakan suatu pergolakan intelektual seorang manusia, karena dengan menulis dia bisa menuangkan berbagai macam konsep dan pandangannya mengenai alam, manusia, Tuhan, cinta, realitas kehidupan dan segala macam yang terbesit dalam benak fikiran. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kekuatan sebuah karya atau sebuah tulisan bisa mengubah pemikiran dunia salah satu diantaranya karya besarnya Adam Smith,  yaitu  The  Wealth of Nations ” yang menyihir jutaan manusia dengan melalui pandangannya tentang liberalisme ekonomi, selanjutnya karya besar lainnya dihasilkan oleh  Karl Marx dengan karya bersejarahnya yaitu “ Das Kapital “, yang sampai saat ini masih dikaji dan dijadikan rujukan di berbagai macam universitas luar negri. Selain karya-karya orang luar tadi, para tokoh bangsa ini juga penulis hebat yang berhasil menggagas pemikiran brilian mengenai negara dan bangsanya seperti karya hebat Sukarno yaitu “ Di Bawah Bendera Revolusi” atau karya tokoh revolusioner bangsa Tan Malaka yaitu “ Madilog” (Materialisme, Dialektika dan logika) . Sungguh jika kita lihat lebih dalam para tokoh dunia dan tokoh bangsa adalah seorang penulis besar yang mampu menyebarkan gagasanya sekaligus mampu memberikan sudut pandang tentang bagaimana cara kita melihat dunia sekaligus menambahkan dengan pemikiran progresif mereka tentang segala sesuatu.. Sejarah akan selalu mencatat sebuah tulisan dan karya dari seseorang terlepas darimana dia berasal selama pemikirannya mampu memberikan pengaruh yang signifikan bagi kehidupan khalayak banyak.
Sebagai generasi muda yang hidup di era postmodern, pastinya banyak godaan yang selalu datang menghampiri ketika mencoba untuk menulis, salah satu godaannya yaitu rasa malas dan keadaan lingkungan yang tidak mendukung selain itu ditambah godaan yang datang dari media massa visual auditori seperti televisi yang menyihiri kita untuk menjadi budaknya, padahal  jika kita mau mencontoh tokoh bangsa banyak yang tekun menulis. Ir Sukarno adalah  salah satu orang yang paling ulet dalam menulis meski dia terasingkan di luar kota dan terkungkung di sebuah penjara namun beliau tetap mempunya tekad yang kuat dalam menulis. Selain Sukarno, ada Tan Malaka yang mempunya tekad baja dan kemauan keras dalam menulis bahakan dalam sebuah buku “ Tan Malaka Merajut Masyarakat dan Pendidikan Indonesia Yang Sosialistis “  karangan Syaifudin, dikatakan bahwa ketangguhan Tan Malaka dalam menulis benar-benar teruji, produktivitas dan staminanya betul-betl tanpa tanding. Penjara, pengasingan, pembuangan dan penyakit akut tak akan pernah mampu membuatnya berhenti menulis, hanya kematian yang bisa menghentikannya menulis.
Saya pribadi merasa takjub dengan tekad dan semangat kedua tokoh tersebut, padahal di zaman itu yang namanya laptop belum ada, jadi beliau-beliau menggunakan pena atau mesin ketik kuno itupun kalo ada dalam menunagkan segala fikirannya. Saya juga sangat terharu dengan usaha beliau, karena tekanan secara fisik, mental, ekonomi bahkan dalam ancaman pembunuhan tidak menyulutkan api semangat beliau-beliau dalam menulis, mungkin benar kata pepatah yang menyatakan bahwa pelaut ulung tidak dilahirkan di dalam kondisi lautan yang tenang melainkan ombak yang membahayakan, berbeda dengan kondisi sekarang dimana genarasi muda dalam keadaan santai dan masuk zona nyaman, sehingga terlena oleh keadaan, padahal banyak hal positif yang bisa dilakukan selain menjadi penikmat hiburan tanah air yang menjumudkan pemikiran anak muda abad 21 kali ini.
Pembenahan intelektual melalui aktivitas menulis memang sangat dahsyat karena bisa meningkatkan daya nalar, daya kritis, mepertajam logika dan memperkuat analisis kita terhadap suatu persoalan. Sehingga dengan begitu menjadi suatu keharusan bagi kita untuk selalu haus akan ilmu pengetahuan dan gemar akan kegiatan produktif  seperti menulis, meskipun berbagai kesulitan menghadang,
Kesulitan dalam memulai menulis bisa diatasi dengan kemauan yang keras dalam menulis, dan sekali lag saya sampaikan bahwa kebiasaan menulis adalah faktor kunci yang akan membuat kawan-kawan menjadikan aktivitas menulis adalah aktivitas yang menyenangkan. Pada awalnya memang membentuk kebiasaan itu adalah hal sulit namun jika kesulitan itu kita hadapi dengan kesabaran maka kebiasaan itulah yang pada akhirnya membentuk kita. Sebenarnya memulai menulis sama seperi kita ketika mulai belajar mengenadarai sepeda, pada awalny mengaggap itu hal yang sulit dan ketika mencoba kita sering jatuh namun lama kelamaan karena sering jatuh dan tetap tegar dan berdiri kembali untuk mengayuh sepeda maka akhirnya kita bisa mengendarai sepeda itu, sama dengan menulis butuh perjuangan dan kesabaran untuk menghasilkan suatu karya yang baik. Satu hal yang bisa saya rekomendasikan kepada kawan-kawan yang masih baru akan memulai menulis yaitu mulailah dari menulis dari hal-hal yang sederhana, jangan serta merta karena ingin dianggap tulisannya keren tiba-tiba ingin menulis tentang fisafat Plato. Saya tidak melarang, namun bagi pemula alangkah baiknya mulai menuliskan gagasan yang sederhana seperti artikel mengenai tentang masalah sosial atau masalah yang tampak di depan kita. Sekali lagi mulailah dari suatu hal yang anda merasa nyaman melakukannya, jika itu masih kesulitan mulailah dari menuliskan pengalaman pribadi anda tentang asmara, masa lalu, tentang kampus dan semacamnya. Memang hal yang terberat untuk dilakukan adalah memulainya dan yang paling sulit adalah meneruskan sekaligus menyelesaikannya. Semua bisa diatasi dengan tekad kuat dan saya percaya anda semua bisa melakukannya karena sejak sekolah dasar anda sudah diajari untuk menulis, tinggal sekarang bagaimana mengamalkan ilmu menulis yang pernah guru ajarkan kepada kita. Sekali lagi menulis itu benar-benar dahsyat dan mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan seseorang, soleh karenanya jangan pernah lelah untuk berkarya.
  Untuk mengakhiri tulisan ini, saran saya kepada kawula muda tanah air dan siapapun yang membaca tulisan ini. Kita sebagai generasi bangsa alangkah baiknya jika mulai bergerak melalui pemikiran dan gagasan yang kita ajukan untuk kepentingan umat manusia, sehingga dengan bertebarannya ide progresif dari kawula muda maka diharapkan bangsa ini akan menjadi bangsa yang selalu berbenah diiri dan selalu melakukan gerakan untuk maju mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain.
 

































Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...