Sabtu, 25 April 2015

Merangkai Mimpi Merawat Harapan



Oleh: Muhammad Aufal Fresky
Manusia adalah makhluk Tuhan yang dikarunai sejuta potensi. Salah satu potensi yang dimliki manusia dan tidk dimilki oleh makhluk lainnya adalah berfikir. Berbeda dengan hewan yang hanya mempunyai insting ataupun tumbuhan yang hanya tunduk padahukum alam, manusia melebihi keduanya. Kemampuan berfikir inilah yang menjadikan manusia sebgai makhluk pilihan dengan keungulan-keungulan yang telah Tuhan karuniakan. Rentetan sejarah dan karya manusia terdahulu telah membuktikan daya nalar dan logika berfikir manusia. Tak luput juga manusia adalah kreator dari lahirnya berbagai bentuk perdaban cemerlang di muka bumi. Kreativiitas dan inovasi yang dilakukan terkait dengan ilmu yang kian bertambah dan budaya berfikir yang  menjamur di kalangan manusia. Adanya bangunan-bangunan peninggalan manusia zaman dulu hingga bangunan pencakar langit saat ini telah merepresentasikan kekuatan fikir dan imajinasi manusia. Siapa menyangka terbang di angkasa dari suatu negara ke negara lain telah menjadi kenyataan manusia sekarang, padahal ratusan tahun silam hanyalah sebuah imajinasi dan impian manusia. Siapa menyangka manusia antar benua bisa berbeda berhubungan melalui alat yang bernama ponsel. Siapa mengira manusia bisa menyaksikan tanyangan bergerak dan bersuara yang menampilkan banyak kejadian dunia hanya bisa disaksikan di rumah masing-masing, barang tersebut bernama televisi. Selain itu salah satu bentuk penemuan terbaik manusia abad 21 adalah adanya komputer dan jaringan internet ang mana dengan adanyya keduanya maka manusia bisa mendapatkan, mengolah serta mnyebarkan informasi dengan sangat mudah.
Dari paparan di atas bisa kita lihat bahwa hal-hal yang sebelumnya adalah suatu impian atau khayalan, bisa diwujudkan dengan kemampuan berfikir dan logika manusia.  Selain kemampuan berfikir salah satu hal  yang patut ditekankan di sini adalah kemampuan manusia untuk terus bermimpi dan berimajinsi. Manusia adalah makhluk yang tidak hanya dilingkupi oleh hasrat biologis, lebih dari itu ada unsur mental dan emosi yang menyertainya.  Maka dari itu terkadang manusia bersikap melankolis ketika gagal dalam mencapai impiannya. Padahal yang perlu dilakaukan hanyalah bertahan dan pantang menyerah dalam menikmati proses ang panjang.
Mimpi tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa adanya dorongan dan semangat untuk merealisasikan menjadi kenyataan.  Sejatinya manusia yang paling miskin bukanlah manusia yang tak ada sepeserpun uang di kantongnya, manusia yang paling miskin adalah mereka yang tak mempunyai impian. Uang dan harta bisa di dapatkan dengan mudah ketika manusia berani untuk bermimpi besar, sebab yang mendorongnya untuk selalu bekerja keras dan bergairah dalam menjalai hidup adalam mimpi dan impiannya tersebut. Bagaimana mau merubah dunia dan menjadi pencetak sejarah jika bermimpi saja tidak berani. Bagaimana mau memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara jika untuk sekedar mempunyai impian saja tak mampu.
 Anonim berkata, “ impian itu seperti lukisan seorang pelukis besar, mimpi anda adalah lukisan dan dunia adalah kanvasnya, percaya adalah kuas yang mengubah mimpi-mimpi anda menjadi mahakarya yang nyata”. Sejalan dengan pernyataan tersebut, maka bisa saya sampaikan bahwa dengan percaya bahwa kita bisa meraih mimpi itu, maka mimpi-mimpi kita bisa terwujud. Hal yang perlu dilaksanakan hanyal terus berusaha dan berproses dengan tetap memegang keyakinan terhadap mimpi itu. Mimpi mempunyai kekuatannya sendiri, manusia bisa melakukan banyak hal yang dulunya dianggap suatu kemustahilan menjadi kenyataan. Mimpi membuat hidup manusia bergairah dan bergelora. Mimpi menjadikan manusia lebih hidup. Tanpa mimpi seseungguhnya jiwa manusia itu mati. Karena pada dasarnya berkat mimpi manusia masih bisa merawat harapan untuk masa depan.
Lupakan saja penyesalan masa lalu terkait pembuangan waktu terkait aktivitas sia-sia yang pernah kita lakukan di masa tersebut. Hal yang wajib dilakukan adalah tegakkan badan, tatap masa depan, dan tetaplah menjadi seorang pemimpi. Harriet Tubman menyatakan bahwa setiap mimpi besar dimulai dari seorang pemimpi, anda memiliki kekuatan dalam diri anda, kesabaran, dan gairah untuk menggapai bintang dan mengubah dunia. Oleh karenya berhentilah membuang waktu dan mulailah menjalankan aktivitas yang mendekatkan kita terhadap semua mimpi kita.
Ingatlah bahwa roda zaman terus berputar dan siapa-siapa yang lalai, maka dia kan digilis dan diseret oleh zaman. Karena manusia memiliki keterbatasan waktu dan fisik yang pada akhirnya akan membawanya pada penuaan sekaligus kematian. Terkait hal tersebut bagi seorang pemimpi besar yang menyimpan sejuta harapan dalam hidupnya, saya sarankan agar mengambil setiap momentum melakukan dan menjadi yang terbaik, karena pada dasarnya hidup manusia hanyalah sekali, maka buatlah berarti.
Catatlah mimpi anda dalam sebuah buku catatan, karena suatu saat anda akan berterimaksih pada catatan tersebut. Merangkai mimpi tidak cukup diangan-angan, namun perlu dicatat dan diabadikan, karena nantinya akan menjadi sejarah bagi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...