Pernahkah
kita berfikir bahwa agama Islam yang kita anut sekarang tidak serta merta ada
di bumi Nusantara, pernakah kita merasa penyebaran Islam di Indonesia adalah
karena karunia Allah. Itulah sejenak refleksi akan keberadaan Islam di
Indonesia. Sebagai seorang muslim yang di lahirkan di bumi nusantara, sudah
sepatutnya kita mengetahui dan memahami sejarah datang dan tersebarnya agama
Islam di Indonesia. Banyak sumber sejarah yang mengemukakan proses masuk dan
berkembangnya Islam di Indonesia, seperti berita Cina dari Dinasti Tang, berisi
orang-orang Ta-shih (orang Islam dari arab dan Persia) membatalkan penyerangan
kerajaan Ho-Ling, batu nisan Fatimah
binti Maimun di Leran (Gresik), berita Marcopolo dari Venesia, italia. Dalam
perjalanannya ke Romawi dan kembali pulang ke Cina, Marcopolo singgah di
Sumatera bagian utara dan menuliskan bahwa di Sumatera sudah ada
kerajaan-kerajaan Islam seperti Lamuni, Fansur, Barus, Perlis, Perlak dan
Samudera Pasai. Selain itu sumber sejarah lainya yaitu adanya makam Sultan
Malik Al Shaleh yang terbuat dari batu Pualam dari Gujarat dan berita dari
Ma-Huan (1416 M) yang menulis bahwa sudah ada saudagar-saudagar Islam yang
bertempat tinggal di Pantai utara Jawa (Gresik).
Dari
situ bisa kita perhatikan bahwa ada objek material, ada sumber sejarah yang
bisa di perhatikan untuk menganalisis serta memahami tentang sejarah
berkembangnya Islam di Indonesia. Sebelum Islam menjadi agama mayoritas
masyarakat Indonesia, Hindu dan Budha telah menjadi agama yang berabad abad
dianut kebanyakan masyarakat waktu.
Proses masuknya Islam sendiri melalui beberapa cara , yaitu : 1) melalui
perdagangan, yaitu ketika pedagang-pedagang muslim dari Arab, Persia dan India
menjual barang dagaganggnya diiringi dengan menyampaikan ajaran-ajaan Islam
atau sambil berdakwah kepada masyarakat pribumi, 2) melalui perkawinan, yaitu
adanya proses penyebaran Islam antara dua belah pihak yang menjalin hubungan
suami istri, karena bagaimanapun juga pasangan yang sebelumnya tidak mengenal
Islam bisa tau dan memeluk Islam melalui pasangannya yang beragama Islam, 3)
melaui pendidikan, yaitu dengan didirikannya pusat-pusat belajar yang berbasis
Islam seperti pondok pesantren maka akan mempermudah penyebaran Islam itu
sendiri, 4) melaui seni dan budaya, yaitu lebih tepatnya melalui seni dan
budaya yang sedang berlangsung di Indonesia saat itu, seperti melalui seni
gamelan dan wayang, dengan artian melalui pewayangan dan media gamelan bisa
dimasukkan dalam ceritanya unsur dan nilai-nilai Keislaman, 5) melalui
tasawwuf, yaitu penyebaran agama Islam melalui pengajaran ilmu-ilmu tasawwuf
kepada masyarakatnya, ahli tasawwuf yang terkenal pada waktu itu yaitu Hamzah Fansuri dari Aceh, Suanan Panggung
di Jawa dan Syeh Siti Jenar.
Dari
sedikit paparan di atas, sebagai umat muslim hendaknya kita benar-benar
memahami bahwa Islam yang kita anut sekarang adalah tidak terlepas dari
perjuangan para muslim luar dan dalam yang ikhlas dalam berdakwah sekaligus
menyampaikan nilai-nilai kebenaran Islam. Selain itu perlu untuk diketahui
bahwa ajaran Islam dapat mudah diterima
dan berkembang di bumi nusantara karena beberapa hal, yaitu diantaranya Islam
bersifat terbuka dan syarat masuk Islam sangat mudah hanya dengan mengucapkan
dua kalimat syahadat, peyebaran Islam dilakukan secara damai, ajaran Islam
tidak mengenal kasta, upacara-upacara peribadatan dalam Islam sangat sederhana,
ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya
dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu, keruntuhan kerajaan-kerjaan yang
bercorak Hindu-Budha seperti Sriwijaya dan Majapahit memberikan kesempatan yang
luas bagi berkembangya Islam, dan masih banyak lagi alasan lainnya yang
menyebabkan tersebar luasnya Islam di seluruh penjuru tanah air.
Setelah
kita mengetahui proses penyebaran Islam dan hal yang menyebabkan mudahnya Islam
diterima di Indonesia, lantas makna dan
hikmah apakah yang bisa dipetik dan
terapkan dalam konteks kehidupan sekarang. Untuk memaknai dan mengambil hikmah
proses tersebut, alangkah bijaknya sebagai umat muslim kita tinjau dari
beberapa sisi, seperti kegigihan para pedagang dari arab dalam menyampaikan
dakwahnya, ketulusan para pendakwah dalam menyampaikan nilai keislaman,
keberanian para mubaligh dalam menegakkan kebenaran sesuai syariat Islam, serta
kecerdasan para ulama dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya
setempat untuk menarik perhatian warga untuk memeluk agama Islam dan masih
banyak pelajaran lainnya ang bisa kita petik dari proses tersebut.
Satu
hal yang tidak boleh luput dalam memaknai tersebarnya Islam di Indonesia yaitu,
menyadari bahwa Islam menjadi cahaya yang menerangi bumi nusantara atas
kehendak Allah SWT, oleh karena itu sudah sepatutnya kita menjadi insan yang
senantiasa mensyukuri segala nikmatnya, karena dengan Islam kita bisa
mengetahui jalan yang lurus dan di ridhai oleh Allah SWT, maka dari itu marilah
kita senantiasa bermuhassabah dan meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah
SWT, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Penulis : Muhammad
Aufal Fresky ( Mahasiswa Airlangga )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar