Minggu, 29 Maret 2015

Hikmah Penyebaran Islam di Indonesia




Pernahkah kita berfikir bahwa agama Islam yang kita anut sekarang tidak serta merta ada di bumi Nusantara, pernakah kita merasa penyebaran Islam di Indonesia adalah karena karunia Allah. Itulah sejenak refleksi akan keberadaan Islam di Indonesia. Sebagai seorang muslim yang di lahirkan di bumi nusantara, sudah sepatutnya kita mengetahui dan memahami sejarah datang dan tersebarnya agama Islam di Indonesia. Banyak sumber sejarah yang mengemukakan proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia, seperti berita Cina dari Dinasti Tang, berisi orang-orang Ta-shih (orang Islam dari arab dan Persia) membatalkan penyerangan kerajaan Ho-Ling,  batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik), berita Marcopolo dari Venesia, italia. Dalam perjalanannya ke Romawi dan kembali pulang ke Cina, Marcopolo singgah di Sumatera bagian utara dan menuliskan bahwa di Sumatera sudah ada kerajaan-kerajaan Islam seperti Lamuni, Fansur, Barus, Perlis, Perlak dan Samudera Pasai. Selain itu sumber sejarah lainya yaitu adanya makam Sultan Malik Al Shaleh yang terbuat dari batu Pualam dari Gujarat dan berita dari Ma-Huan (1416 M) yang menulis bahwa sudah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di Pantai utara Jawa (Gresik).
Dari situ bisa kita perhatikan bahwa ada objek material, ada sumber sejarah yang bisa di perhatikan untuk menganalisis serta memahami tentang sejarah berkembangnya Islam di Indonesia. Sebelum Islam menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia, Hindu dan Budha telah menjadi agama yang berabad abad dianut  kebanyakan masyarakat waktu. Proses masuknya Islam sendiri melalui beberapa cara , yaitu : 1) melalui perdagangan, yaitu ketika pedagang-pedagang muslim dari Arab, Persia dan India menjual barang dagaganggnya diiringi dengan menyampaikan ajaran-ajaan Islam atau sambil berdakwah kepada masyarakat pribumi, 2) melalui perkawinan, yaitu adanya proses penyebaran Islam antara dua belah pihak yang menjalin hubungan suami istri, karena bagaimanapun juga pasangan yang sebelumnya tidak mengenal Islam bisa tau dan memeluk Islam melalui pasangannya yang beragama Islam, 3) melaui pendidikan, yaitu dengan didirikannya pusat-pusat belajar yang berbasis Islam seperti pondok pesantren maka akan mempermudah penyebaran Islam itu sendiri, 4) melaui seni dan budaya, yaitu lebih tepatnya melalui seni dan budaya yang sedang berlangsung di Indonesia saat itu, seperti melalui seni gamelan dan wayang, dengan artian melalui pewayangan dan media gamelan bisa dimasukkan dalam ceritanya unsur dan nilai-nilai Keislaman, 5) melalui tasawwuf, yaitu penyebaran agama Islam melalui pengajaran ilmu-ilmu tasawwuf kepada masyarakatnya, ahli tasawwuf yang terkenal pada waktu itu  yaitu Hamzah Fansuri dari Aceh, Suanan Panggung di Jawa dan Syeh Siti Jenar.
Dari sedikit paparan di atas, sebagai umat muslim hendaknya kita benar-benar memahami bahwa Islam yang kita anut sekarang adalah tidak terlepas dari perjuangan para muslim luar dan dalam yang ikhlas dalam berdakwah sekaligus menyampaikan nilai-nilai kebenaran Islam. Selain itu perlu untuk diketahui bahwa ajaran Islam  dapat mudah diterima dan berkembang di bumi nusantara karena beberapa hal, yaitu diantaranya Islam bersifat terbuka dan syarat masuk Islam sangat mudah hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, peyebaran Islam dilakukan secara damai, ajaran Islam tidak mengenal kasta, upacara-upacara peribadatan dalam Islam sangat sederhana, ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu, keruntuhan kerajaan-kerjaan yang bercorak Hindu-Budha seperti Sriwijaya dan Majapahit memberikan kesempatan yang luas bagi berkembangya Islam, dan masih banyak lagi alasan lainnya yang menyebabkan tersebar luasnya Islam di seluruh penjuru tanah air.
Setelah kita mengetahui proses penyebaran Islam dan hal yang menyebabkan mudahnya Islam diterima di Indonesia, lantas makna  dan hikmah apakah yang bisa  dipetik dan terapkan dalam konteks kehidupan sekarang. Untuk memaknai dan mengambil hikmah proses tersebut, alangkah bijaknya sebagai umat muslim kita tinjau dari beberapa sisi, seperti kegigihan para pedagang dari arab dalam menyampaikan dakwahnya, ketulusan para pendakwah dalam menyampaikan nilai keislaman, keberanian para mubaligh dalam menegakkan kebenaran sesuai syariat Islam, serta kecerdasan para ulama dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya setempat untuk menarik perhatian warga untuk memeluk agama Islam dan masih banyak pelajaran lainnya ang bisa kita petik dari proses tersebut.
Satu hal yang tidak boleh luput dalam memaknai tersebarnya Islam di Indonesia yaitu, menyadari bahwa Islam menjadi cahaya yang menerangi bumi nusantara atas kehendak Allah SWT, oleh karena itu sudah sepatutnya kita menjadi insan yang senantiasa mensyukuri segala nikmatnya, karena dengan Islam kita bisa mengetahui jalan yang lurus dan di ridhai oleh Allah SWT, maka dari itu marilah kita senantiasa bermuhassabah dan meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Penulis : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa Airlangga )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...