Minggu, 29 Maret 2015

Peterpan dan Kenangan Masa Remaja



Mungkin anda telah familiar dengan grup musik yang bernama “Peterpan”. Grup tersebut kini telah berganti nama menjadi “NOAH”. Sengaja dalam tulisan ini saya akan memakai nama “Peterpan” untuk kembali mengingatkan berbagai kenangan yang telah terjadi di masa lampau. Kenangan masa remaja yang begitu indah. Masa remaja bagi saya adalah semasa SMA, dan saya mulai ngefans dengan grup band tersebut sejak SMP. Banyak lagu-lagu lawas yang sangat menyentuh hati para pendengarnya. Salah satu lagu kesukaan saya pada waktu itu adalah yang berjudul “Yang Terdalam”. Lagu tersebut mempunyai warna tersendiri serta ciri khas musikalitasnya yang begitu mengagumkan. Sungguh karya yang begitu luar biasa. Lirik lagunya mempunyai kekuatan untuk menyentuh dengan lembut perasaan pendengarnya. Menurut penafsiran saya lagu tersebut menceritakan tentang seorang pria yang tetap setia menanti seorang wanita yang dicintainya. Wanita tersebut dicintai dengan perasaan mendalam. Intinya lagu tersebut sangat cocok bagi mereka yang sedang kasmaran dan belum bisa move on, hehe.
Selan itu ada lagu yang sampai sekarang tetap menjadi lagu favorit saya. Keindahan lirik dan susunan kata yang puitis seperti memiliki daya sihir bagi para pendengarnya. Lagu tersebut berjudul “Semua Tentang Kita”. Jujur sampai sekarang saya belum pernah mendengar sebuah lirik lagu yang kata-katanya begitu menyayat hati dan mempengaruhi perasaan pendengarnya. Saya rasa lagu tersebut menjadi luar biasa ketika diiringi dengan instrumen musik yang mendayu dan suara vokal aril yang serak sekaligus menggetarkan pecinta musik tanah air. Lagu tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalani sebuah hubungan asmara. Keduanya saling mencintai dan menyayangi. Hari-hari keduanya dilewati dengan penuh canda dan tawa. Selain tertawa bersama, keduanya juga menjalani hari-hari yang sedih juga bersama. Waktu dirasa sangat singkat bagi keduanya yang saling mencintai. Intinya adalah sepasang kekasih tersebut merasa waktu begitu cepat berlalu dan memisahkan mereka berdua sekaligus meninggalkan sejuta kenangan tentang kebersamaan mereka berdua.
Mungkin teman-teman berfikiran masa remaja saya terlalu melow karena menyukai lagu-lagu yang mendayu-dayu. Itu hak teman-teman untuk menilainya. Hal yang perlu saya jelaskan adalah saya termasuk pribadi yang sangat mengagumi keindahan, entah itu keindahan alam, keindahan wanita, maupun keindahan instrumen musik dan lirik lagu yang sangat puitis. Saya juga suka lagu band luar, sebut saja lagunya “Avenged Sevenfold” yang berjudul Seize The day dan Dear God. Saya rasa lagu tersebut juga memiliki kesamaan dengan lagunya “Peterpan”tadi. Sama-sama memiliki daya tarik dari keindahan lirik lagu dan instrumen musik yang sangat menakjubkan. Sekali lagi saya hanya mencoba menjelaskan bahwa saya pemuja seni. Perlu diketahui bahwa lagu-lagunya “Peterpan” di masa lampau kebetulan sangat cocok dengan gejolak jiwa yang terjadi di waktu saya remaja. Yaitu jiwa yang sedang dalam proses pencarian jati diri. Walaupun sampai sekarang proses tersebut masih tetap berlangsung. Setidaknya di umur saya yang sudah menginjak 21 tahun sekarang bisa lebih arif dan dewasa lagi.
Masa remaja dan musikalitas peterpan selalu menjadi cerita yang melekat dalam perjalanan diri saya. Bahkan dulu saya bermimpi menjadi vokalis terkenal di Indonesia seperti Ariel. Karena kebetulan waktu itu saya adalah penggemar setia Ariel. Semenjak kuliah ternyata mimpi itu mulai memudar dan kini saya menancapkan mimpi yang lainnya. Masa remaja begitu begitu berwarna dan sangat menarik. Bahkan jika dituliskan dalam sebuah catatan, saya rasa bisa menjadi novel,hehe. Terlalu berlebihan mungkin, tetapi itulah kenyataan. Wanita, musik, dan sahabat dekat selalu menjadi pengisi hari masa remaja waktu itu.
Banyak kisah kasih di sekolah yang terungkapkan oleh lirik lagu yang dibuat oleh Ariel Peterpan. Sungguh dia pencipta lagu yang tiada duanya di Indonesia. lagu merupakan bahasa universal yang dimengerti oleh seluruh manusia. Dengan lagu manusia bisa mengerti tentang arti kesetiaan, perdamaian, komitmen dan semacamnya. Jadi lagu bukan hanya sebatas hiburan, lebih dari itu bisa membawa pesan moralitas dan nilai kebaikan universal kepada manusia.
Semua kisah masa remaja tidak bisa diulang kembali. Karena waktu terus berputar dan zaman silih berganti. Cerita tentang mantan, sahabat dan sekolah tercinta akan selalu tersimpan dalam kenangan. Terkadang saya ingin mengulangi semua itu, karena begitu manis untuk ditinggalkan. Tapi saya harus tetap berdiri sebagai sosok manusia yang mengerti tentang esensi kehidupan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi.
“Peterpan” dan masa remaja akan selalu menjadi catatan tersendiri dalam lembaran kehidupan saya pribadi. Tentang kesetiaan, harapan palsu, penghianatan dan sebagainya akan menjadi pengalaman terbaik untuk berbenah. Dari “Peterpan” aku belajar untuk menulis, dari mantan aku belajar lebih bijaksana, dan dari sahabat aku belajar untuk mengerti tentang arti sebuah persahabatan.
Banyak lagu dari “Peterpan” yang tidak mungkin saya ceritakan semua dalam sebuah catatan ini. Setidaknya dengan catatan ini aku ingin kembali mengenang betapa manisnya masa lalu, dan betapa berharganya sebuah waktu. Untuk mengakhiri tulisan ini saya ingin mengucapkan salam rindu kepada teman-teman saya di masa SMAN 4 Pamekasan. Saya kangen ingin kembali ngeband dan becanda bersama. Saya doakan semoga seluruh teman-teman saya selalu dalam lindungan Allah SWT, amin ya robbal alamin.
Pamekasan, 29 Maret 2015
Penulis : Muhammad Aufal Fresky



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...