Indonesia adalah
negara besar dengan berjuta-juta penduduk yang tinggal di dalamnya yaitu
sekitar 237 juta jiwa pada tahun 2010, selain itu berbagai macam suku dan ras
mendiami negri tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan ribuan
pulau yang berjejer di dalamnya dari Sabang sampai Merauke dan merupakan sebuah
negri dengan kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari sekitar 13.487 pulau
oleh karena itu sering disebut dengan Nusantara ,negri tersebut berada antara
Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta antara Benua Asia dan Benua Australia.
Kata “Indonesia” sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam Bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau” jadi kata
Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan.Indonesia merupakan sebuah negara
dengan berlimpah-limpah sumber daya alam yang Allah berikan kepada negri
tersebut baik itu sumber daya mineral,pertambangan,batu bara,minyak
mentah,fauna,flora dan lain sebagainya.Secara logika dengan sumber daya alam
yang melimpah,seharusnya kesejahteraan masyarakat mudah untuk didapatkan di
negri ini namun realita berbiacara lain, masih banyak masalah yang terjadi di
bumi ibu pertiwi ini ,diantaranya masalah di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik,
dan sebagainya. Permasalahan bukan untuk ditakuti melainkan untu dipecahkan, sebagai
bangsa yang besar negri ini sudah selayaknya kembali melihat akan masa lalu
yang pernah terjadi,hal tersebut akan menjadikan suatu pembelajaran yang
berharga untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
Ada suatu istilah yang
mengatakan bahwasanya bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai jasa
para pahlawannya dan Proklamator negri inipun berpesan kepada bangsa ini
agar tidak melupakan sejarahnya. Mengingat
begitu pentingnya arti sejarah bangsa ini,sudah selayaknya kita tidak lagi
mengabaikan dan meremehkan tentang makna dari sejarah itu sendiri,karena dengan
memahami sejarah hidup manusia bisa lebih bijaksana sekaligus menjadi manusia
yang arif dalam menjalani hidup,dengan memaknai sejarah bangsa kita juga bisa
mengambil nilai-nilai kebaikan/moralitas baik itu tentang keadilan, gotong
royong, semangat perjuangan dan lain-lain sebagai alternatif untuk memecahkan
permasalahan bangsa yang semakin kompleks. Salah satu potret masa lalu bangsa
ini yaitu tentang kejayaan Negri Nusantara ketika Kerajaan Sriwijaya yang
terletak di wilayah sumatra bagian selatan tepatnya di tepi Sungai Musi sekitar
kota Palembang memerintah negri ini,kerajaan tersebut sangatlah terkenal bahkan
seantero Asia dan dunia.Raja-raja yang pernah memerintah anatara lain Dapunta
Hyang ,Balaputra Dewa,dan Sanggrama Wijayatunggawarman. Selain Kerajaan
Sriwijaya adalagi sebuah Kerajaan yang terkenal sentero nusantara bahkan
tingkat asia yaitu Kerajaan Majapahit yang terletak di daerah Jawa dan
raja-raja yang pernah memimpin kerajaan tersebut diantaranya Raden Wijaya, Srijayanegara,
Tribhuwanatunggadewi, Hayam Wuruk, Wikramawardhana.
Selain kedua kerjaan
di atas masih banyak lagi kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu Budha yang
pernah mendiami republik ini. Adanya kedua kerajaan tersebut merupakan salah
satu bukti bahwa Nusantara merupakan negri yang pernah jaya pada masa
lalu,sebagai seorang manusia apalagi sebagai mahasiswa sudah sepatutnya kita
tidak merasa inferior di tengah-tengah pergaulan Internasional dengan bangsa
lain. Rasa rendah diri itu salah satunya disebabkan oleh terjadinya Penjajahan
selama 3,5 Abad oleh bangsa Belanda dan 3,5
tahun oleh bangsa Jepang, jadi mental manusia-manusia Indonesia
selayaknya harus ditata lagi agar tidak menjadi manusia yang mudah mengeluh dan
menyerah dengan keadaan.
Selain kerajaan
bercorak Hindu Buddha di atas,kerjaan-kerajaan Islam juga ikut mewarnai
perjalanaan bangsa ini di antaranya Kerajaan Semudra Pasai di pantai timur Pulau
Sumtra, Kerajaan Demak di Jawa Tengah, Kerajaan Banten di daerah Banten dan
lain sebagainya.
Raja-raja yang
memimpin kerajaan bercorak Islam dan Hindu Buddha pada saat itu terkenal akan
kebijaksanaan dan kearifannya seperti Raja Iskandar Muda yang memimpin kerajaan
Aceh, Raja Balaputradewa yang memimpin Kerajaan Sriwijaya, Sultan Ageng Tirtayasa
yang memimpin Kerajaan Banten, Raden Patah yang pernah memimpin Kerajaan Demak
dan lain sebagainya. Hal itu seharusnya menjadi sebuah pembelajaran yang
penting bagi calon penerus estafet kepemimpinan bangsa ini ditengah
permasalahan krisis kepemimpin dan degradasi moral yang tengah terjadi di
tengah-tengah kita terutama bagi setiap kader HmI.
Setelah masa kerajaan
telah usai datanglah para penjajah dari barat yang mengeksplotasi segala macam
sumberdaya alam di Nusantara terutama Belanda dengan kongsi dagangnya yang
bernama VOC (Vereenigde Oost indesche Compagnie) yang selalu merugikan masyarakat Indonesia
pada waktu itu,terutama dengan hak Oktroi yang mereka miliki yaitu hak-hak
Istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada VOC.Adapun isi dari hak
oktroi antara lain hak untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah, hak
untuk memelihara angkatan perang, hak untuk memerintah wilayah yan diduduki, hak
untuk mencetak uang, hak untuk melakukan perjanjian dengan raja-raja di
Indonesia, dan hak untuk membantu keuangan pemerintah Belanda.
Selain hak Oktroi tadi
Belanda juga menerapkan sistem tanam paksa untuk menindas rakyat Indonesia, yaitu
sistem pelaksanaan proyek penanaman dilakukan dengan cara-cara paksa dan bagi
yang melanggar dihukum fisik. Ketentuan pokok sistem tanam paksa terdapat dalam
Staatblad (Lembaran Negara) tahun 1834 nomor 22 yang berisi hal-hal berikut: 1.
Setiap petani diwajibkan menyerahkan seperlima
dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang hasilnya laku di pasar Eropa
seperti kopi, nila tebu, tembakau, dan teh 2. Tanah yang diserahkan kepada
pemerintah tidak dikenai pajak 3. Jika hasil tanaman yang diserahkan kepada
pemerintah melebihi pajak, maka kelebihan tersebut akan dikembalikan kepada
petani 4. Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tanah tidak boleh melebihi
waktu untuk menanam padi 5. Penduduk yang tidak memiliki tanah,wajib bekerja di
perkebunan Belanda selama 65 hari 6. Kerusakan tanaman karena bencana alam
ditanggung oleh pemerintah 7. Pelaksanaan tanam paksa diserahkan kepada
pemimpin-pemimpin pribumi dan pegawai Eropa bertindak sebagai pengawas.
Pada kenyataannya
sistem tanam paksa tidak sesuai dengan aturan tersebut, banyak
penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oeh pihak Belanda seperti kerusakan
tanaman tetap ditanggung oleh petani, kelebihan hasil tidak dikembalikan kepada
petani dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat rakyat Indonesia semakin
sengsara sehingga muncullah kritik dari intelektual Belanda terhadap praktik
liberal kolonial yang menyebutkan pihak Belanda berhutang kehormatan kepada
bangsa Indonesia, menurut Van Deventer pembayaran utang tersebut dapat
dilakukan dengan melakukan tiga hal (Trilogi Van Deventer) atau biasa disebut
politik etis/politik balas budi,yang isinya yaitu irigasi (pengairan), Edukasi (pendidikan),
dan emigrasi (perpindahan penduduk).
Serangkaian peristiwa
di atas merupakan sebagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia sebelum mencapai
kemerdekaan,masih banyak peristiwa-peristiwa berserah lainnya yang patut untuk
diketahui bagi manusia-manusia Indonesia yang menginginkan kehidupannya lebih
bermakna lagi. Rentetan sejarah kejayaan dan keterpurukan bangsa Indonesia
merupakan sebuah bukti bagaimana rakyat Indonesia pada masa lalu benar-benar
menderita akibat penjajahan dan juga pernah mengalame golden age (masa keemasan) ,setelah merdekapun bangsa Indonesia
harus menghadapi berbagai macam peperangan untuk mempertahankan kemerdekaanya. Hal
yang patut untuk diambil pelajaran bagi manusia yang hidup di era modern saat
ini yaitu mengenai pengorbanan yang tulus dan tanpa pamrih rakyat Indonesia
demi bangsanya untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik, hubungannya dengan
mahasiswa Indonesia yaitu sebagai insan yang baik maka sudah selayaknya kita
tidak bersifat individualis atau lebih mementingkan kepentingan masyarakat
banyak atau kepentingan bangsa dan negara ,selain itu sebagai calon pemimpin
kita seharusnya bisa mengambil semangat juang para pahlawan bangsa dengan cara
sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran di bangku kuliah sehingga suatu saat
nanti kita bisa memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kesimpulannya adalah
dengan memaknai sejarah bangsa,maka manusia-manusia Indonesia terutama para mahasiswa di tanah air akan bisa
membentuk karakter dirinya sendiri yaitu karakter yang benar-benar bersumber
dari hati nurani, karena perenungan akan sebuah sejarah akan menimbulkan gelora
jiwa yang berapi-api disetiap manusia Indonesia yang jiwanya tersentuh, dan hal
tersebut bisa menjadi penentu bagi manusia tersebut bagaimana seharusnya dia
bertindak dan melangkah dalam menjalankan kehidupannya di negri ini. Hal iu
juga akan menyebabkan manusia tersebut bisa menjadi problem solver bagi
permasalahan yang melilit bangsa ini bukan menjadi problem maker.
By : AUFAL F
Terimaksih.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar