Jumat, 12 September 2014

Sastra Pembebasan





Dulu nama kami bagaikan mercusuar yang menjulang ke angkasa raya
Seperti bongkahan karang yang kuat menahan terjangan gelombang
Waktu silih berganti, nama kami tiada keramat lagi
Bahkan bunga yang layu lebih indah dari nama kami

Kami bukanlah generasi tanpa visi
Kami bukanlah sekumpulan pemuda tanpa hati
Kami adalah pencetak sejarah yang masih menanti
Entahlah...mengapa jiwa pengabdian kami pergi tanpa terasa
Kami lelah berkutat dengan tumpukan teori tanpa aplikasi

Kami lesu menjadii kumpulan katak-katak  penurut
  Sampai langit runtuh pun Kami tetap pemberontak

Inilah satra Pembebasan, Jangan penjarakan hati kami
Jangan kurung jiwa kami




Rabu, 26 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...