Sore
itu kita bergandengan menuju deburan ombak di Pantai Kuta Bali. Semua
kegundahan hilang. Kerisauan itu sirna seiring senyum manismu yang merekah.
Kita bersama menyusuri tepian pantai. Gemercik suara ombak seakan mengalunkan
nada cinta. Nada-nada itu kini berubah menjadi alunan kerinduan dalam jiwa.
Semua terlewati begitu cepat. Serasa kemaren kita berdua menikmati senja di
tepian pantai. Teringat tawamu yang begitu alami dan mendamaikan hati. Kita
pandagi lukisan matahari yang begitu mempesona. Hilang sudah kemesraan itu.
Semua berlalu seiring kepergianmu. Pantai Kuta menjadi saksi kisah kita. Suatu
kisah yang bercerita tentang kebersamaan di waktu senja.
Entahlah,
rasa rindu begitu menyesakkan jiwa. Andaikan ada lorong waktu, ingin rasanya
aku pergi bersamamu lagi. Mengulang kembali cerita kala senja. Bali adalah kota
terindah bagi kita. Berbagai kenangan indah terukir nyata. Senja di langit Bali
menyimpan romantika kisah kita. Kau begitu indah. Kau begitu manis. Seindah dan
semanis alam Bali. Dekapanmu memberikan ku ketenangan. Dunia pekat tanpa
dirimu. Kini hanya kau yang ada dalam ingatan. Ingin rasanya ku bernyanyi
untukmu. Menintipkan salam rindu.
Surabaya,
27 November 2015
22.50
WIB
good
BalasHapus