Masa
lalu kembali mengingatkanku tentang sebuah cerita kenangan. Cerita yang lama ku
simpan. Entah beberapa tahun cerita itu mendekam dalam pikiran. Kini muncul
kembali. Seakan memaksaku untuk kembali mengingatnya. Pernah kalian jatuh cinta
dengan seseorang ? Saya rasa semuanya pernah. Meskipun kita sendiri belum bisa
mendefinisikan secara utuh apa makna sebenarnya dari kata “cinta”.
Senyuman
itu kembali menghantui malam-malamku. Saat pikiran mulai lelah, diwaktu itulah
dia hadir dalam ingatan. Sekilas, dan secara tiba-tiba. Entahlah, rasanya
begitu susah melupakan orang yang pernah kita harapkan. Meskipun realitanya
tidak seperti dalam angan-angan, setidanya beruntunglah diri ini pernah
mengenal dan bercengkrama dengan sosok wanita di masa lampau.
Masih
terpampang jelas wajahnya. Kata-kata lembutnya membuat waktu berhenti berdetak.
Seakan diri ini terpikat pada pesonanya dan tak ingin melepas dia. Padahal,
waktu itu aku belum mengenal apa itu “sayang” dan apa itu “cinta”. Semua berjalan mengalir tanpa ada rekayasa atau
penuh dengan sandiwara. Waktu itu, perasaanku bagaikan terbang ke angkasa.
Jiwaku seakan sedang menyanyikan lagu kasmaran.
Mudah
saja untuk mengenal seseorang. Tetapi sulit rasanya untuk melupakan seseorang yang
pernah kita harapakan. Apalagi harapaan itu hampir menemui titik temu. Hanya
karena beberapa faktor, harapan itu kandas di tengah jalan. Entahlah, aku lupa
penyebabnya. Jelasnya, waktu itu akau belajar menjadi lelaki dewasa. Belajar
bagaimana mengontrol perasaan. Padahal rasanya begitu sulis.
Banyak
wanita yang ada dalam lembaran masa laluku. Suatu lembaran yang kemudian hari
ingin ku jadikan sebuah karya sastra. Sebagai ungkapan bahwa aku pernah belajar
banyak hal dari mereka. Karena pengalaman mengajarkan kepadaku tentang
bagaimana memperoleh kebijaksanaan hidup. Pengalaman adalah guru terbaik.
Sekali lagi, terimkasih kepada wanita yang pernah singgah dalam hidupku. Kalian
akan menjadi inspirasiku dalam membuat karya sastra. Karena salah satu impianku
adalah menulis novel. Semoa terealisasi. Amin
Surabaya,
23 November 2015
21.07
WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar