Senin, 30 November 2015

Surabaya, 23 November 2015





Teringat di saat kita bersama. Seakan kita ingin waktu terus mengikat kebersamaan itu. Tiada hentinya kebahagiaan itu mengalir. Alami tanpa ada paksaan. Kau datang saat jiwaku membutuhkan dekapan seoarang wanita. Kau hadir di waktu persaanku begitu tak menentu. Kau sejukkan hidupku. Entahlah, perjumpaan itu memberi arti mendalam dalam hidupku. Perjumpaan yang menjadi awal perkenenalan kita.
Kau begitu menarik. Ku terjatuh dalam daya pikatmu. Kelembutan hati tercemin dalam setia langkahmu. Kita saling mengagumi. Jarang sekali ku temui wanita sebaik dirimu. Wanita yang memiliki wajah yang manis. Tetapi juga memilik kecantikan hati. Selama ini, rasanya sulit sekali ku temui karakter wanita semacam itu. Wanita datang dan pergi dalam hidupku. Kau berbeda dengan mereka.
Perjumpaan itu menjadi awal mula kita mencoba saling mengenal. Hingga akhirnya ku putuskan untuk menjadi salah satu orang terdekat dalam hidupmu. Telah kita lalui banyak momentum. Tersenyum bersama, saling berbagi, dan menyayangi. Kau mengembalikan semangat yang pernah meredup dalam hidupku. Semangtku kembali menyala.
Sekali lagi, terimakasih pernah menjadi orang yang spesial dalam hidupku. Maafkan segala kesalahan yang pernah ku perbuat. Bagiku kau adalah bidadari yang pernah ada dalam kisah hidupku. Insyaah, akan ku ceritakan tentangmu dalam sebuah sastra.

Surabaya, 23 November 2015
20.49 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...