Senin, 30 November 2015

Kecantikan Hati


Oleh: Muhammad Aufal Fresky

Taukah sesuatu penting apa yang mesti kita perhatikan. Suatu hal yang mungkin seringkali kita abaikan. Hal itu bernama hati. Sebagai manusia, kita terkadang lupa untuk menjaga hati kita. Padahal baik-buruknya perilaku manusia juga begantung pada keadaan hati. Jka hati sudah kotor dan mulai tercemari, maka bukan tidak mungkin lagi segala perkataan dan perbuatan kita juga bisa menjadi penyimpang. Hati ibarat raja yang mengontrol anggota tubuh lainnya. Terkadang kita terlalu sibuk dan fokus dalam menjada dan membersihkan fisik dan badan saja. Tetapi lupa dalam membersihkan hati.
Ingatlah, kecantikan seseorang tidak hanya dilihat dari badan atau fisiknya saja. Kecantikan yang paling utama yaitu kecantikan hati. Kecantikan hati di sini akan mendorong setiap individu untun berperilaku baik. Entah baik dari segi perkataa, perbuatan, maupun sikap-sikap hidup yang lainnya. Hati yang cantik adalah hati yang bersih dan bening. Hati tersebut senantiasa bercahaya. Sehingga terpancar melalui setiap kebaikan dan kebajikan dari seseorang yang memiliki hati semacam itu. Orang yang memiliki hati yang cantik, yaitu mereka yang senantiasa menjauhkan diri dari berbagai macam pebuatan dan perkataan yang di larang oleh agama. Karena setiap kali kita melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama, maka secara tidak langsung perbuatan tersebut menjadi noda hitam yang mengotori hati kita. Hati yang cantik adalah hati yang terhindar dari berbagi macam penyakit hari seperti ujub, riya`, takabbur dan semacamnya.
Kita harus menjaga hati kita agar selalu bening dan cantik. Jangan sampai, gemerlap kehidupan dunia ini bisa membutakan mata hati kita. Mintalah dan berdoalah kepada Allah agar selalu dikaruniakan hati yang bening dan cantik. Ada beberapa hal  yang bisa dilakukan agar hati kita selalu bening. Karena pada dasarnya hati juga perlu dijaga dan dirawat. Cara merawat dan membersihkan hati yaitu dengan cara berdizikir kepada Allah. Baik itu dzikir menggunakan lisan, dzikir dengan hati, atau bisa dengan cara dzikir dengan menggunakan hati dan lisan. Inti dari dzikir itu sendiri adalah mengingat Allah. Percayalah dan yakinlah dengan mengingat Allah hati bisa menjadi tenang, tentram dan bahagia. Selain berdzikir, untuk menjaga hati kita agar senantiasa bening yaitu dengan sering membaca Al-Quran. Tak kalah penting kita perlu menjaga lingkungan pergaulan kita. Karena lingkungan juga berpengaruh terhadap seseorang. Usahan agar kita senang serta terbiasa bergaul dengan orang-orang alim dan  sholeh. Karena melalui pancaran ilmu yang mereka berikan, diharapkan bisa membersihkan hati kita yang kotor.
Inti dari tulisan ini adalah mengajak pembaca agar senantiasa menjaga, merawat serta membersihkan hatinya. Karena kepribadian yang luhur serta akhak yang mulai pada dasarnya bersumber dan berakar dari hati yang bersih. Oleh karena itulah, mulai dari sekarang marilah bersihkan dan rawat hati kita. Akhirnya untuk mengakhiri tulisan ini, saya mengutip sebuah syair lagu yaitu ,“Jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati, lentera hidup ini.”
Surabaya, 2 November 2015
Pukul 13.46 WIB
\

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...