Oleh: Muhammad Aufal Fresky
Taukah
sesuatu penting apa yang mesti kita perhatikan. Suatu hal yang mungkin
seringkali kita abaikan. Hal itu bernama hati. Sebagai manusia, kita terkadang
lupa untuk menjaga hati kita. Padahal baik-buruknya perilaku manusia juga
begantung pada keadaan hati. Jka hati sudah kotor dan mulai tercemari, maka
bukan tidak mungkin lagi segala perkataan dan perbuatan kita juga bisa menjadi
penyimpang. Hati ibarat raja yang mengontrol anggota tubuh lainnya. Terkadang kita
terlalu sibuk dan fokus dalam menjada dan membersihkan fisik dan badan saja.
Tetapi lupa dalam membersihkan hati.
Ingatlah,
kecantikan seseorang tidak hanya dilihat dari badan atau fisiknya saja.
Kecantikan yang paling utama yaitu kecantikan hati. Kecantikan hati di sini
akan mendorong setiap individu untun berperilaku baik. Entah baik dari segi
perkataa, perbuatan, maupun sikap-sikap hidup yang lainnya. Hati yang cantik
adalah hati yang bersih dan bening. Hati tersebut senantiasa bercahaya.
Sehingga terpancar melalui setiap kebaikan dan kebajikan dari seseorang yang
memiliki hati semacam itu. Orang yang memiliki hati yang cantik, yaitu mereka
yang senantiasa menjauhkan diri dari berbagai macam pebuatan dan perkataan yang
di larang oleh agama. Karena setiap kali kita melakukan perbuatan yang dilarang
oleh agama, maka secara tidak langsung perbuatan tersebut menjadi noda hitam
yang mengotori hati kita. Hati yang cantik adalah hati yang terhindar dari
berbagi macam penyakit hari seperti ujub, riya`, takabbur dan semacamnya.
Kita
harus menjaga hati kita agar selalu bening dan cantik. Jangan sampai, gemerlap
kehidupan dunia ini bisa membutakan mata hati kita. Mintalah dan berdoalah
kepada Allah agar selalu dikaruniakan hati yang bening dan cantik. Ada beberapa
hal yang bisa dilakukan agar hati kita
selalu bening. Karena pada dasarnya hati juga perlu dijaga dan dirawat. Cara
merawat dan membersihkan hati yaitu dengan cara berdizikir kepada Allah. Baik
itu dzikir menggunakan lisan, dzikir dengan hati, atau bisa dengan cara dzikir
dengan menggunakan hati dan lisan. Inti dari dzikir itu sendiri adalah
mengingat Allah. Percayalah dan yakinlah dengan mengingat Allah hati bisa
menjadi tenang, tentram dan bahagia. Selain berdzikir, untuk menjaga hati kita
agar senantiasa bening yaitu dengan sering membaca Al-Quran. Tak kalah penting
kita perlu menjaga lingkungan pergaulan kita. Karena lingkungan juga
berpengaruh terhadap seseorang. Usahan agar kita senang serta terbiasa bergaul
dengan orang-orang alim dan sholeh.
Karena melalui pancaran ilmu yang mereka berikan, diharapkan bisa membersihkan
hati kita yang kotor.
Inti
dari tulisan ini adalah mengajak pembaca agar senantiasa menjaga, merawat serta
membersihkan hatinya. Karena kepribadian yang luhur serta akhak yang mulai pada
dasarnya bersumber dan berakar dari hati yang bersih. Oleh karena itulah, mulai
dari sekarang marilah bersihkan dan rawat hati kita. Akhirnya untuk mengakhiri
tulisan ini, saya mengutip sebuah syair lagu yaitu ,“Jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati, jangan kau nodai,
jagalah hati, lentera hidup ini.”
Surabaya,
2 November 2015
Pukul
13.46 WIB
\
Tidak ada komentar:
Posting Komentar