Oleh : Muhammad Aufal Fresky
Manusia
adalah makhluk yang telah dikaruniakan banyak nikmat oleh Tuhan. Salah satunya
adalah pancaindera yang dimiliki manusia. Salah satu pancaindera yang telah
Tuhan berikan yaitu kedua buah bola mata yang dengannya kita bisa melihat
keindahan alam semesta. Bayangkan jika kita dilahirkan sebagai tanpa indera
penglihatan, maka yang terjadai adalah pastinya adalah kita tidak bisa
menikmati keindahan yang ada di dunia ini.
Kedua
buah bola mata yang kita milki sejatinya sangat mahal harganya. Bahkan tidak
ada harga yang bisa dibandingan dengan harga barang manapun. Semisal ada
seseorang yang menawar kepada anda terkait mata yang anda miliki, dan orang
tersebut berencana membayar dengan sejumlah uang puluhan milyar dengan catatan
anda bersedian menukarkan kedua buah
mata anda. Saya yakin anda pasti menolak tawaran tersebut. Karena itu adalah
pemberian Tuhan yang sungguh berharaga dan tidak bisa ditukarkan dengan
sejumlah uang. Tuhan yang maha kuasa dengan kehendaknya bisa memberikan kepada
kita mata dan dengannya kita mempunyai kemampuan melihat. Padahal semasa di
kandungan kita tidak pernah memesan atau meminta kepada Tuhan agar melengkapi
diri kita dengan kedua buah bola mata. Namun dengan kasih sayangnya, Tuhan
memberikan apa yang dibutuhkan oleh manusia. Lantas bagaimana dengan mereka
yang dilahirkan dengan kondisi tunanetra, apakah itu diartikan Tuhan tidak
mengasihi atau menyayangi ciptaanya. Saya rasa Tuhan mempunyai pengetahuan yang
tidak terbatas terkait masa depan seseorang, mungkin dengan keadaan seperti
itu, manusia tersebut bisa semakin dekat dengan Tuhannya. Saya rasa kita harus
berprasangka baik.
Hal
yang menjadi catatan pokok yaitu bagaimana kita mensyukuri nikmat indera
penglihatan yang telah Tuhan berikan. Banyak hal positif yang bisa kita perbuat dengan kedua mata
kita, salah satunya hendaknya kita berupaya untuk membiasakan diri mengaji
Al-Quran, sehingga mata kita akan terbiasa melihat firman-firman Allah. Selain
itu bisa juga digunakan untuk membaca berbagai macam kitab atau litaratur.
Harapannya dengan sering membaca buku atau literatur, kita akan menjadi manusia
yang mempunyai cakrawala berfikir yang luas dan pengetahuan yang mendalam
terkait segala hal, terutama tentang Agama Islam. Dengan begitu bisa dikatakan
kita telah memanfaatkan kedua mata untuk hal yang membawa manfaat.
Selain
menggunakan untuk hal yang positif, maka kita patutnya menjada mata agar tidak
memandang segala sesuatu yang dilarang oleh agama. Semisal memandang/ melihat
aurat wanita yang bukan muhrim, sering menonton gambar/ video pornografi, dan
lain sebagainya. Selain membawa dampak negatif dalam kehidupan seseorang,
menonton gambar/ video porno adalah suaru perbutan dosa. Begitu juga dengan
melihat aurat wanita yang bukan muhrim, adalah suatu perbuatan yang tercela.
Sebagai
umat Islam kita hendaknya selalu menjaga indera penglihatan agar tidak
melanggar aturan yang telah ditetapkan Agama Islam. Karena suatu saat di hari
pembalasan, segala sesuatu yang telah diperbuat manusia selama di dunia akan
dimintai pertanggung jawaban. Kita juga harus senantiasa mendekatkan diri
kepada Allah, Tuhan semesta alam. Memohon kepadaNya agar terhindar dari godaan
syetan yang terkutuk. Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah dan
mudah tergoda, maka dari itulah setiap waktu yang kita miliki hendaknya
dipergunakan untuk mendekat dan memohon kepada Allah. Tentunya kita berharap
agar Allah selalu menjaga diri kita dan selalu memberi kekuatan kepada kita
agar konsisten dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi larangannya.
Tuhan
telah memberikan kepada kita tanpa kita minta. Lantas pantaskah kita sebagai
makhluk yang serba terbatas selalu mengabaikan kewajiban yang telah ditetapkan
kepada kita. Saya kira jika kita berbuat lalai, maka kita adalah makhluk yang
tak tahu diri dan tidak tau cara berterimakasih. Harapan saya adalah semoga
kita bisa selalu menjadi makhluk yang besyukur kepada segala pemberian Tuhan,
termasuk mata yang kita miliki sekarang.
Tertutama
bagi saya pribadi, sebenarnya telah banyak dosa yang saya perbuat melalui
indera penglihatan ini. InsyaAllah saya mencoba untuk senantiasa memperbaiki
kualitas keimanan dan ketakwaan. Sebagai seorang penuntut ilmu saya akan
mensyukuri nikmat ini dengan cara rajin mengaji Al-Quran, serta membaca
berbagai buku dan literatur. Karena saya berharap diri ini selalu berkembang
dan menjadi bijaksana dengan membaca buku. Selain itu saya akan berusaha
mensyukuri nikmat indera penglihatan ini dengan melihat, mengamati, dan
memandangi kebesaran Allah di muka bumi. Semisal memandangi gelombang ombak di
lautan, hijaunya hutan, indahnya puncak pegunungan, dan sebagainya. Sehingga
dengan begitu saya bisa merenung dan berfikir tentang keagungan ciptaan Tuhan.
Dengan begitu saya berharap ini bisa mendorong saya menjadi pribadi yang lebih
bertakwa.
Pada
akhirnya saya hanya bisa berpesan kepada pembaca, bersyukurlah atas segala yang
telah Tuhan anugerahkan. Pergunakan segala nikmat itu untuk suatu kebaikan dan
hal positif yang bisa mendekatkan diri kepada Tuhan serta bisa menjadikan kita
pribadi yang bijaksana.
Surabaya,
7 Mei 2015
Penulis
: Muhammad Aufal Fresky (Hamba Allah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar