Rabu, 03 Juni 2015

Mensyukuri Indera Penglihatan



Oleh : Muhammad Aufal Fresky


Manusia adalah makhluk yang telah dikaruniakan banyak nikmat oleh Tuhan. Salah satunya adalah pancaindera yang dimiliki manusia. Salah satu pancaindera yang telah Tuhan berikan yaitu kedua buah bola mata yang dengannya kita bisa melihat keindahan alam semesta. Bayangkan jika kita dilahirkan sebagai tanpa indera penglihatan, maka yang terjadai adalah pastinya adalah kita tidak bisa menikmati keindahan yang ada di dunia ini.
Kedua buah bola mata yang kita milki sejatinya sangat mahal harganya. Bahkan tidak ada harga yang bisa dibandingan dengan harga barang manapun. Semisal ada seseorang yang menawar kepada anda terkait mata yang anda miliki, dan orang tersebut berencana membayar dengan sejumlah uang puluhan milyar dengan catatan anda  bersedian menukarkan kedua buah mata anda. Saya yakin anda pasti menolak tawaran tersebut. Karena itu adalah pemberian Tuhan yang sungguh berharaga dan tidak bisa ditukarkan dengan sejumlah uang. Tuhan yang maha kuasa dengan kehendaknya bisa memberikan kepada kita mata dan dengannya kita mempunyai kemampuan melihat. Padahal semasa di kandungan kita tidak pernah memesan atau meminta kepada Tuhan agar melengkapi diri kita dengan kedua buah bola mata. Namun dengan kasih sayangnya, Tuhan memberikan apa yang dibutuhkan oleh manusia. Lantas bagaimana dengan mereka yang dilahirkan dengan kondisi tunanetra, apakah itu diartikan Tuhan tidak mengasihi atau menyayangi ciptaanya. Saya rasa Tuhan mempunyai pengetahuan yang tidak terbatas terkait masa depan seseorang, mungkin dengan keadaan seperti itu, manusia tersebut bisa semakin dekat dengan Tuhannya. Saya rasa kita harus berprasangka baik.
Hal yang menjadi catatan pokok yaitu bagaimana kita mensyukuri nikmat indera penglihatan yang telah Tuhan berikan. Banyak hal positif  yang bisa kita perbuat dengan kedua mata kita, salah satunya hendaknya kita berupaya untuk membiasakan diri mengaji Al-Quran, sehingga mata kita akan terbiasa melihat firman-firman Allah. Selain itu bisa juga digunakan untuk membaca berbagai macam kitab atau litaratur. Harapannya dengan sering membaca buku atau literatur, kita akan menjadi manusia yang mempunyai cakrawala berfikir yang luas dan pengetahuan yang mendalam terkait segala hal, terutama tentang Agama Islam. Dengan begitu bisa dikatakan kita telah memanfaatkan kedua mata untuk hal yang membawa manfaat.
Selain menggunakan untuk hal yang positif, maka kita patutnya menjada mata agar tidak memandang segala sesuatu yang dilarang oleh agama. Semisal memandang/ melihat aurat wanita yang bukan muhrim, sering menonton gambar/ video pornografi, dan lain sebagainya. Selain membawa dampak negatif dalam kehidupan seseorang, menonton gambar/ video porno adalah suaru perbutan dosa. Begitu juga dengan melihat aurat wanita yang bukan muhrim, adalah suatu perbuatan yang tercela.
Sebagai umat Islam kita hendaknya selalu menjaga indera penglihatan agar tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan Agama Islam. Karena suatu saat di hari pembalasan, segala sesuatu yang telah diperbuat manusia selama di dunia akan dimintai pertanggung jawaban. Kita juga harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan semesta alam. Memohon kepadaNya agar terhindar dari godaan syetan yang terkutuk. Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah dan mudah tergoda, maka dari itulah setiap waktu yang kita miliki hendaknya dipergunakan untuk mendekat dan memohon kepada Allah. Tentunya kita berharap agar Allah selalu menjaga diri kita dan selalu memberi kekuatan kepada kita agar konsisten dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi larangannya.
Tuhan telah memberikan kepada kita tanpa kita minta. Lantas pantaskah kita sebagai makhluk yang serba terbatas selalu mengabaikan kewajiban yang telah ditetapkan kepada kita. Saya kira jika kita berbuat lalai, maka kita adalah makhluk yang tak tahu diri dan tidak tau cara berterimakasih. Harapan saya adalah semoga kita bisa selalu menjadi makhluk yang besyukur kepada segala pemberian Tuhan, termasuk mata yang kita miliki sekarang.
Tertutama bagi saya pribadi, sebenarnya telah banyak dosa yang saya perbuat melalui indera penglihatan ini. InsyaAllah saya mencoba untuk senantiasa memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan. Sebagai seorang penuntut ilmu saya akan mensyukuri nikmat ini dengan cara rajin mengaji Al-Quran, serta membaca berbagai buku dan literatur. Karena saya berharap diri ini selalu berkembang dan menjadi bijaksana dengan membaca buku. Selain itu saya akan berusaha mensyukuri nikmat indera penglihatan ini dengan melihat, mengamati, dan memandangi kebesaran Allah di muka bumi. Semisal memandangi gelombang ombak di lautan, hijaunya hutan, indahnya puncak pegunungan, dan sebagainya. Sehingga dengan begitu saya bisa merenung dan berfikir tentang keagungan ciptaan Tuhan. Dengan begitu saya berharap ini bisa mendorong saya menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Pada akhirnya saya hanya bisa berpesan kepada pembaca, bersyukurlah atas segala yang telah Tuhan anugerahkan. Pergunakan segala nikmat itu untuk suatu kebaikan dan hal positif yang bisa mendekatkan diri kepada Tuhan serta bisa menjadikan kita pribadi yang bijaksana.
Surabaya, 7 Mei 2015
Penulis : Muhammad Aufal Fresky (Hamba Allah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...