Jumat, 29 Mei 2015

Menanti Gebrakan Universitas Airlangga



Oleh: Muhammad Aufal F

Surabaya adalah salah satu kota metroplis yang ada di Jawa Timur. Selain sebagai pusat industri dan perdagangan, kota tersebut menjadi tujuan utama para pelajar yang ada di daerah Jawa Timur atau daerah lainnya untuk menimba ilmu. Artinya, Surabaya menjadi pusat pendidikan di Jawa Timur, selain kota Malang yang juga banyak universitas di dalamnya. Salah satu universitas yang terkenal di Surabaya yaitu, Universitas Airlangga atau yang biasa di singkat Unair. Baru-baru ini sedang berlangsung pemilihan rektor di perguruan tinggi tersebut. Artinya segenap warga unair berharap nantinya mendapatkan pimpinan baru yang mumpuni untuk membangun unair. Saya pribadi berharap, saat kepemimpinan di Unair telah berubah, maka berdampak terhadap perkembangan mahasiswa unair yang semakin maju. Selain itu, saya sebagai mahasiswa unair juga menantikan gebrakan universitas Airlangga dalam memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa dan negara.
Jika Jokowi mempunyai slogan yang bernama `Reveousi Mental`, maka begitu juga dengan calon rektor baru nantinya, saya juga berharap ada juga yang namanya `Revolusi Kampus`. Alasan saya mengungkapkan hal tersebut yaitu mengamati kondisi sebagaian mahasiswa yang hanya fokus pada dunia akademisnya, namun apatis terhadap lingkungan sosial dan serta enggan untuk terlibat aktif di dunia organisasi mahasiswa, baik itu organisasi internal maupun eksternal. Oleh karenanya pimpinan Unair (rektor)  mempunyai tanggung jawab untuk mengubah mindset dan cara berfikir sebagaian mahasiswa yang seperti itu. Jangan hanya sebatas wacana, namun juga direalisasikan melalui hal yang kongkrit seperti dalam sebuah kebijakan atau aturan baru. Saya rasa unair perlu berbenah, dan semua berharap kepada rektor baru yang akan terpilih nanti.
Tentunya saya sebagai mahasiswa mempunyai ekspektasi yang tinggi dengan adanya pergantian kepemimpinan pejabat rektor di lingkungan kampus. Karena semua pasti berharap dengan adanya pemimpin yang baru maka bisa mengubah wajah kampus menjadi lebih baik lagi. Baik dalam artian mempunyai kontribusi terhadap pengembangan akal, jiwa dan karakter mahasiswa, serta berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat secara luas.
Sudah saya sering mendengar apa yang namanya tri dharma perguruan tinggi, yaitu terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian. Saya rasa tri dharma perguruan tinggi sudah dijalankan dengan cukup baik, namun ada beberapa koreksi yang perlu diperhatikan. Salah satunya yaitu terkait hubungan antara unair dan masyarakat, serta hubungan unair dengan pemerintah. Saya rasa, selama saya menjadi mahasiswa, belum menemukan suatu program dari unair yang tersususn secara sistematis, terstruktur dan berkelanjutan, yang mana program tersebut berhubungan dengan pengembangan masyarakat, utamanya masyarakat sekitar kampus. Entah apa saya yang kekurangan informasi atau memang program tersebut tidak ada. Mohon beritahukan saya jika memang unair ada program yang berkelanjutan dan sistematis yang tujuannya untuk membangun masyarkat. Mungkin teman-teman berfikir, bukankah KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dijalankan oleh mahasiswa merupakan bagian dari program universitas untuk mengembangkan masyarakat. Memang benar, KKN adalah suatu cara unair untuk berhubungan langsung dengan masyarakat, namun jika saya tinjau lebih jauh lagi, setiap proker yang dijalankan dalam KKN tidak sistematis dan tidak pula berkelanjutan. Saya rasa setiap kampus juga seperti itu, karena saya pribadi juga pernah menjalankan KKN. Lagipula yang menjalankan KKN adalah mahasiswa. Padahal yang saya maksud pengembangan masyarakat di sini yaitu melibatkan pihak intelektual kampus seperti dosen, dekan dan sebagainya.
Selain itu, terkait dengan hubungan pihak unair dengan pemerintah. Saya rasa masih perlu dikembangka lebih lanjut lagi. Bagaimanapun juga, kampus adalah sebagai pusat keilmuan dan penelitian. Maka dari itulah besar harapan saya kepada pihak unair untuk mengintensifkan dan mempererat hubungan dengan pemerintah. Dengan artian harus ada interaksi yang membawa manfaat bagi keduanya. Intinya adalah, pihak kampus memberikan hasil riset dan penelitian terkait segala hal, dan hal itu akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menetapkan suatu kebijakan. Sehingga hubungan diantara pemerintah dan pihak kampus akan membawa manfaat bagi masyarakat luas, utamanya bagi kemajuan bangsa dan negara. Selama ini saya jarang, bahkan mungkin tidak pernah melihat hubungan yang seperti itu. Keduanya seakan akan bekerja dalam dua dunia yang berbeda, pihak kampus fokus di dunia akademik, pihak pemerintah juga fokus di dunia pemerintahan.
Oleh sebab itulah maka diharapkan unair memberikan gebrakan dan terobosan baru dalam menyikapi realitas kekinian ada. Ini juga sebagai suatu kontibusi nyata bagi bangsa. Apalagi ditambah dengan tantangan global menghadapi perkembangan dunia. Ini semacam tantangan yang kompleks untuk diselesaikan bersama. Utamanya pejabat atau elit kampus yang nantinya mendapatkan amanah untuk membenahi unair. Akhirnya sebagai mahasiwa, saya doakan agar Universitas Airlangga semakin kontributif untuk kebaikan bangsa dan negara. Sekian Terimakasih.

Penulis : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga)



Surabaya, 4 Mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...