Rabu, 11 Maret 2015

Mendesain Rumah Kebangsaan




 Masyarakat Indonesia sedang dalam tahapan melupakan masa lampau sejarah bangsanya. Padahal masa yang lampau mengajarkan banyak hal, memberikan hikmah dalam perjalanan hidup manusia. Salah satu fokus penulis di sini adalah pemuda Indonesia yang kian tenggelam dalam dinamika arus pertukaran budaya antar bangsa. Sebabnya sejak beberapa tahun lalu perkembangan teknologi dan transportasi telah mengatasi keterbatasan jarak dan waktu. Pemuda Indonesia adalah komponen bangsa yang perlu dirawat dan ditata sebaik mungkin sebagai penerus kepemimpinan bangsa ini. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam perkembangan pemuda Indonesia saat ini, salah satunya adalah mengenai perkembangan intelektual dan emosionalnya. Perkembangan pemuda Indonesia harus diperhatikan dari segala sisi, baik spiritual,  jiwa dan karakter. Arah yang dituju kali ini adalah bagaimana kita membangun kesadaran terhadap pentingnya rasa cinta tanah air serta nasionalisme yang pada akhirnya akan membentuk karakter pemuda Indonesia itu. Salah satu solusi yang bisa ditawarkan adalah dengan membangun rumah kebangsaan bagi kalangan pemuda Indonesia.
Rumah kebangsaaan adalah suatu tempat yang harus disediakan oleh pemerintah sebagai wadah serta  sarana bagi pemuda Indonesia untuk mengenal sekaligus memahami seluk beluk bangsa ini dari segi sejarah maupun semacamya. Jadi rumah kebangsaan semacam lembaga pendidikan non formal yang berfungsi mengenalkan serta mengajarkan kepada peserta didik terkait pendidikan kebangsaan. Rumah kebangsaan di sini adalah suatu istilah untuk sebuah tempat yang menjadi kawah candradimuka bagi pemuda Indonesia yang aktif di dalamnya. Rumah kebangsaan bertujuan untuk membangun karakter, menata kepribadian, serta membangun jiwa nasioalisme dan patriotisme di kalangan pemuda Indonesia.  Kita harus mengerti bahwa rumah kebangsaan tidak hanya berfungsi mengembangkan intelektual peserta didik seperti pada lembaga lainnya, lebih dari itu adalah mencetak calon pememimpin bangsa untuk masa depan. Membangun rumah kebangsaan bukan hal yang mudah, karena diperlukan motivasi, semangat dan kemauan bagi semua pihak terutama pemerintah sebagai pemegang mandat kedaulatan rakyat. Lantas hal apa saja yang perlu diperhatikan terkait konsep pembangunan rumah kebangsaan tersebut ?
Hal yang patut kiranya untuk diperhatikan diantaranya yaitu masalah desain  dan bagaimana caranya mendesain rumah bangsa  itu sendiri agar  sesuai dengan tujuannya. Masalah desain alangkah lebih idealnya jika pemerintah pusat maupun daerah melakukan musyawarah dalam memutuskan hal tersebut, dan harus pula disertakan masyarakat dalam memberikan aspirasinya. Terkait mendesain, berarti semacam membangun dengan gambaran terbaik terkait rumah bangsa tersebut. Pemerintah bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, karena hal ini berkaitan dengan hasil yang akan diraih bangsa Indonesia dalam jangka panjang. Hasil tersebut berupa tertatanya karakter pemuda Indonesia. Hal yang perlu dipersiapkan yaitu berupa gambaran besar mengenai rumah kebangsaan, anggaran untuk membangunnya, tenaga pendidik, regulasi terkait rumah bangsa, dan lain sebagainya. Hal yang terpenting adalah kemauan serta motivasi semua pihak dalam mendorong pemerintah untuk membangun rumah kebangsaan terkait perkembangan pemuda Indonesia yang kian labil.
Salah satu aktivitas rumah kebangsaan yaitu pengenalan dan pemahaman kepada peserta didik mengenai sejarah bangsa, misalnya terkait pergerakan nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi RI, masa revolusi Indonesia dan sebagainya. Hal lainnya yang perlu disampaikan dalam proses pendidikan di rumah kebangsaan yaitu terkait sejarah tokoh bangsa dan nilai-nilai yang bisa diambil. Jadi proses di dalamnya adalah mendidik jiwa dan ruh pemuda Indonesia agar menjadi ksatria bangsa. Ada proses pencerahan di dalamnya terkait dinamika pemuda Indonesia saat ini yang kian pragmatis. Pendidik yang ada di dalamnya hanya sebagai fasilisator bagi pengembangan watak dan jiwa kepemimpinan pemuda itu sendiri. Pemuda yang terlibat di dalamnya harus aktif dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan membentuk jiwa patriotismenya. Pahlawan masa lampau harus diperkenalkan kepada peserta didik, baik dari perjalanan pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan ataupun sikap yang bisa diambil dari budi luhur pahlawan tersebut. Salah satu pahlawan yang bisa dijadikan panutan dalam proses pendidikan di rumah kebangsaan yaitu Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka, Sjahrir dan lain sebagainya.
Jadi kata kuncinya adalah sejarah, dan pendidikan karakter yang patut menjadi landasan berdirinya rumah kebangsaan tersebut. Dalam mengawalinya pasti ada hambatan dan tantangan yang harus dihadapi, misalnya mengeai kordinasi antara pihak terkait seperti pemerintah daerah dan pendidik yang akan ditugaskan dalam mengemban tugas tersebut. Tantangan lainnya yaitu rendahnya minat kawula muda dalam mengikuti aktivitas rumah kebangsaan, dan masih banyak tantangan lainnya. Tantangan itu harus dihadapi oleh setiap pihak, bukan hanya pemerintah saja. Tak luput juga peran pers, terutama media massa khususnya media elektronik dan media cetak untuk mempropagandakan sekaligus menginformasikan kepada khalayak umum terkait konsep rumah kebangsaan yang akan digagas oleh pemerintah dan pihak yang terkait.
Sehingga dengan adanya rumah kebangsaan  diharapkan akan timbul kesadaran di kalangan muda Indonesia untuk menjadi seorang patriot yang memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara .

By : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Pembangunan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...