Dalam salah satu pidato
Bung Karno di Solo pada 2 Oktober 1958
dikatakan bahwasanya setiap zaman pasti berganti dan suatu keadaan pasti selalu
berubah, tidak ada yang statis di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Bung
Karno menjelaskan bahwa di dunia ini telah terjadi tahapan revolusi yang
sungguh mengagumkan, tahapan-tahapan tersebut yaitu commercial revolution, industrial revolution, dan atomic revolution. Kita bisa mengetahui
bahwa apa yang terjadi hari merupakan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang
terjadi di masa lampau, hal itu terjadi karena fitrah manusia sebagai homo
sapiens ( makhluk berfikir) jadi
terciptalah berbagai macam penemuan dan pembaharuan di berbagai bidang yang
membuat kehidupannya lebih baik. Perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa
adanya manusia, karena selain sebagai
subyek, manusia adalah syarat mutlak bagi perubahan itu sendiri. Di dunia ini
banyak sekali jenis manusia dengan berbagai macam karakteristik dan status
sosial yang berbeda-beda. Salah satu kelompok manusia yang mempunyai ciri
khasnya sendiri yaitu mahasiswa, mereka merupakan sekelompok manusia yang
terdaftar di perguruan tinggi dengan intelektualitas di atas yang lainnnya dan
dengan tanggung jawab yang besar dalam hidupnya. Pembahasan kali ini yaitu
keterkaitan antara mahasiswa dengan perubahan-perubahan penting dalam suatu
kehidupan, khususnya di bidang politik dan dampaknya terhadap peradaban bagi
suatu bangsa. Jadi bisa dikatakan ada kaitan yang erat antara mahasiswa, politik
dan Peradaban.
Mahasiswa sebagai man
of future yaitu manusia yang selalu berfikiran jauh ke depan serta memiliki
pandangan yang luas serta visi yang jelas yang ingin diraihnya. Mahasiswa
merupakan makhluk yang kompleks dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai
penerus estafet kepemimpinan bangsa ini sekaligus sebagai penyambung lidah
rakyat Indonsia terhadap para pemimpinnya. Sehingga dengan begitu mahasiswa
mempunyai keterkaitan yang erat di bidang politik, yang dimana politik juga
mempunyai definisi yang amat luas. Politik tidak hanya berbicara terntang decision making (pengambilan keputusan),
public policies (kebijakan umum) yang
menyangkut pembagian sumber daya, ataupun tentang kekuasaan dan kewenangan.
Lebih dari itu politik berbicara tentang
banyak hal yang manyangkut segala sendi kehidupan manusia. Perjuangan serta
pergerakan mahasiswa dalam menerapkan kemurnian ideologinya membela rakyat juga dinamakan aktivitas
politik, jadi dengan begitu pengertian dari politik amatlah luas. Di sisi lain peranan politik mahasiswa
mempunyai kaitan dengan peradaban suatu bangsa.
Peradaban sendiri adalah
kumpulan hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan
manusia, baik fisik (mislanya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai,
tatanan, seni budaya, maupun iptek). Sedangkan perkembangan politik bisa
menghasilkan suatu budaya politik pada suatu kondisi dan waktu tertentu dan
budaya politik tersebut akan menjadi cikal bakal peradaban suatu bangsa
khususnya di bidang politik. Sudah selayaknya kita mengetahui
peradaban-peradaban besar di dunia seperti Peradaban di Lembah Sungai Indus
(India) , Peradaban di Lembah Sungai
Kuning (Cina), Peradaban di Lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia), dan
Peradaban di Lembah Sungai Nil (Mesir). Semua peradaban tersebut berawal dari
tingkah manusia yang senantiasa berfikir dan senantiasa memiliki rasa ingin tahu.
Mahasiswa sebagai kaum intelektual sepatutnya menajadi agent
of civilization, artinya mereka berperan sebagai aktor dalam membangun
suatu peradaban yang gemilang.
Untuk bisa mencapai suatu
peradaban emas, langkah yang bisa jadi acuan oleh mahasiswa yaitu dengan
berpatokan kepada konsep K3PK yaitu Kesadaran, Kemauan, Kepedulian, Pengabdian
dan kekonsistenan. Konsep tersebut menjelaskan bahwa mahasiswa harus memiliki
kesadaran terlebih dahulu akan jati dirinya serta hakikat dari hidupnya sendiri
sebagai makhluk Tuhan dan sebagai warga negara Indonesia, sehingga dengan
begitu mereka mempunyai visi yang terarah dalam hidupnya, setelah itu mahasiswa
harus mempunyai kemauan, artinya mereka memiliki keinginan yang kuat disertai
tindakan nyata untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas dirinya,
selanjutnya mahasiswa harus mempunyai kepedulian, artinya mereka mempunyai rasa
peka yang diiringi sikap peduli terhadap sesamanya serta keadaan lingkungannya
sehingga dengan begitu timbullah rasa untuk selalu membangun bangsanya,
seterusnya yaitu pengabdian, artinya setelah mahasiswa mempunyai kualitas serta
ilmu yang mumpuni, maka disarankan untuk mendedikasikan sebagian hidupnya
terhadap kepentingan orang banyak karena
sebaik baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi yang lainnya, yang
terakhir adalah kekonsistenan, artinya mahasiswa harus disiplin dan konsisten
menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam hidupnya. Selama mahasiswa berpatokan
pada prinsip kebaikan maka akan timbul suatu budaya politik yang baik karena
pada dasarnya politik tidak pernah lepas dari nilai-nilai kebaikan yang berlaku
dalam kehidupan suatu bangsa.
Kesimpulannya adalah
mahasiswa harus menjadi pioner dari perubahan suatu bangsa dengan cara proaktif
dalam kegiatan politik, alasannya adalah agar bangsa ini bisa terselamatkan
dari para pemimpin yang tidak amanah, sehingga dengan begitu diharapakan secara
perlahan tapi pasti suatu saat nanti peradaban emas itu benar-benar terjadi.
Tulisan ini pernah dimuat di koran harian Radar Surabaya
By : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa S1 Program Studi
Ekonomi Pembangunan/ Kabid P3A HmI Komisariat Ekonomi Airlangga/ Anggota LPM
Sektor/Pengurus LPM Mercusuar UNAIR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar