Selasa, 09 September 2014

Ekonomi Islam Jalan Menuju Tuhan




Islam merupakan agama yang sangat komperhensif mengajarkan kepada manusia tentang segala aspek kehidupan, selain itu Islam tidak memandang berbeda urusan dunia dengan urusan akhirat karena keduanya merupakan satu kesatuan, arti dari maksud tersebut yaitu segala aktivitas manusia di dunia akan berimplikasi pada kehidupannya kelak di akhirat. Salah satu bidang kehidupan yang diatur oleh islam adalah bidang Perekonomian.
Ekonomi adalah suatu bidang yang sangat erat kaitannya dengan sendi kehidupan manusia, karena di bidang tersebut manusia melakukan banyak aktivitas  untuk memenuhi kebutuhannya seperti konsumsi, produksi, distribusi dan sebagainya. Manusia merupakan makhluk rasional yang mempunyai banyak pilihan dalam hidupnya, artinya dia mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam melakukan segala aktivitasnya. Konsekuensi dari pemikiran manusia yang serba rasional berfikir mana yang terbaik dalam hidupnya, namun dalam konsep islam manusia tidak hanya diajarkan suatu konsep untung dan rugi karena dalam agama tersebut diajarkan bagaimana cara manusia melakukan aktivitas ekonominya dengan berpatokan pada nilai-nilai ajaran Islam. Nilai-nilai serta hukum-hukum Islam perlu diperhatikan oleh umat Islam dalam melakukan aktivitas perekonomiannya karena Islam memandang semua itu bersumber dari Al-Quran dan Hadis yang dimana kebenarannya tidak bisa diragukan lagi, dengan mengamalkan nilai-nilai Islam di bidang perekonomian bisa diartikan kita telah patuh terhadap perintah Allah SWT dan rasulnya dan bisa menjadi salah satu jalan untuk meraih Ridha Allah dan kenikmatan di surga suatu saat nanti. Dari uraian tersebut bisa ditarik definisi  dari ekonomi Islam yaitu suatu tata cara, prinsip, nilai-nilai dan ajaran yang menerangkan kepada manusia bagaimana memenuhi kebutuhannya di bidang perekonomian baik di bidang konsumsi, distribusi, produksi. transaksi, investasi dan sebagainya dengan bersumber pada Al-Quran dan Hadis Nabi.
 Islam mengajarkan beberapa nilai dan prinsip kepada umatnya agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Nilai-nilai universal Islam dalam perekonomian diantaranya : 1. Tauhid (Keesaan Tuhan), tauhid merupakan pondasi ajaran Islam, dimana ada suatu pengakuan oleh umat Islam bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT, implikasi dari nilai tersebut yaitu bahwa umat Islam menyadari bahwa alam semesta beserta isinya merupakan ciptaan Allah yang artinya semua yang ada di alam semseta ini adalah milik Allah sebagai penguasa absolut dan manusia hanyalah menerima titipan dari Allah, jadi intinya manusia harus tanggung jawab terhadap apa yang  yang dia miliki 2. Adl (keadilan) artinya manusia tidak dibolehkan hanya mengejar keuntungan pribadi belaka, namun juga mempertimbangkan aktivitasnya apakah merugikan orang lain atau tidak, apakah membuat tatanan lingkungan rusak atau tidak, jadi dia harus bersikap adil dalam hidupnya 3. Nubuwwah (Kenabian), artinya manusia diharuskan untuk menauladani sifat-sifat kenabian dalam melakukan aktivitas ekonomi seperti jujur dalam berdagang, amanah serta bertanggung jawab atas tindakannya, mempunyai ilmu pengetahuan atau menjadi manusia yang mempunyai intelektualitas untuk mencapai tujuan-tujuannya, serta selalu menyampaikan kebenaran di tengah-tengah masyarakat 4. Khilafah (pemerintahan), artinya di sini pemerintah mempunyai peran dalam mengatur perekonomian agar sesuai dengan tujuan syariah dan menjamin agar tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak individu dalam masyarakat, semua itu menurut Al-Ghazali untuk mencapai maqashid al-syariah (tujuan-tujuan syariah) yang dapat dicapai dengan melindungi keimanan, jiwa, akal, kehormatan dan kekayaan manusia  5.  Ma`ad (hasil), yaitu suatu patokan nilai yang menjelaskan bahwa semua aktivitas manusia di dunia akan berdampak pada kehidupan akhiratnya, entah itu perbuatan baik maupun buruk semua akan mendapatkan balasan di akhirat nanti, dengan perkataan lain dunia merupakan ladang akhirat, jadi semua aktivitas ekonomi manusia tidak semua akan menerima hasilnya suatu saat nanti.
 Selain itu Islam juga mempunyai beberapa prinsip diantaranya : 1. multypel Ownership (kepemilikan multijenis), artinya Islam mengakui segala jenis kepemikan baik oleh swasta, negara atau campuran 2. Fredom to act (kebebasan bertindak/berusaha), yaitu setiap individu mempunyai kebebasan dalam menetukan nasibnya sendiri, selama tidak bertentangan dengan ajaran islam serta kepentingan masyarakat umum 3. Sosial justice (keadilan sosial), yaitu suatu prinsip yang menerangkan bahwa keadilan sosial merupakan tujuan utama di bidang perekonomian menurut Islam, keadilan  dalam Islam berebeda dengan keadilan menurut paham lainnya seperti dalam paham sistem kapitalis yang menjelaskan bahwa keadilan yaitu ketika masing-masing individu mendapatkan apa yang menjadi haknya, dalam sistem sosialis makna keadilan sendiri mengandung arti yaitu ketika masyarakat menikmati barang dan jasa dengan sama rasa dan sama rata, sedangkan dalam Islam keadilan diartikan dengan suka sama suka (antarraddiminkum)  dan satu pihak tidak menzalimi pihak lain (latazlimuna wa la tuzlamun).
Kesimpulannya yaitu ekonomi  merupakan salah satu bidang yang diatur oleh agama, oleh karena itu dengan mengamalkan nilai dan prinsip ekonomi Islam kita telah memulai untuk meniti jalan yang benar yaitu jalan menuju ridha Allah SWT, sehingga  apa yang kita kerjakan di bidang perekonomian dengan berlandaskan ajaran Islam akan membawa manfaat yang baik di akhirat kelak, harus pula  disadari semua tergantung niat  dan malaikat akan selalu mencatat amal kita selama dunia.
Penulis : Muhammad Aufal Fresky (Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan UNAIR/ Kabid P3A HmI Komisariat Ekonomi Airlangga/ Pengurus LPM Mercusuar/ Anggota LPPM Sektor/ Anggota Acses/  Pemimpin Redaksi Buletin Insan cita Hmi Komisariat Ekonomi Airlangga)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...