Sabtu, 02 Agustus 2014

Menanti Sang Presiden


20 Mei 2014 pukul 9:05
                                         
      Beberapa hari ini media tanah air memberitakan tentang perkembangan terbaru dari politik tanah air, terutama tentang siapa dan dari partai apa kandidat calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung pada pilpres 2014 ini. Banyak hal yang bisa kita saksikan de TV maupun di media cetak tentang tokoh dan elit politik tanah air yang gencar melakukan silaturahmi antar pimpinan parpol. Memang secara mendala kita tidak bisa mengetahui konten di balik silaturahmi tersebut, apakah ada suatu motif politik atau tidak, hanya mereka yang terlibat yang tau. Beberapa bulan ke depan segenap penjuru tanah air dari Sabang sampe Merauke, akan menyaksikan sekaligus ikut serta dalam pesta demokrasi lima tahunan yang biasa kita jalani. Banyak harapan dari masyarakat terhadap proses transisi kepemimpinan di Indonesia, salah satu diantaranya adalah terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi setiap penduduk yang tingggal di Indonesia, penegakan hukum yang tidak pandang bulu,  ppertumbuhan ekonomi yang semakani meningkat dibarengi dengan distribusi kesejahteraan yang semkin merata dan lain sebagainya. setiap rakyat pasti mempunyai pandangan dan pilihannya tersendiri terhadap para calon pemimpinnya kelak, namun dibalik perbedaan pandangan tersebut seluruh rakyat Indonesia diharapkan berlaku bijak agar tidak tercipta disintegrasi sosial di tengah masyarakat, jangan sampai gara-gara perbedaan pandangan politik bisa membawa kericuhan karena hal itu merugika kita semua.
Untuk sementara ini yang yang resmi dicalonkan oleh partianya menjadi  Presiden adalah Joko Widodo  partai PDI-P selanjutnya adalah Aburizal Bakrie dari Golkar dan yang terkahir adalah Prabowo dari Gerindra. Masing-masing partai yang mengusungkan calon Presidennya belum memenuhi kriteria Presidential threshold, jadi untuk bisa diresmikan oleh KPU sebagai calon Presiden harus berkoalisi dengan parpol lainnya.
      Koalisi  adalah satu bentuk  cara kerjasama partai politik untuk memenuhi ambang batas presidential threshold, dan nantinya diharapkan juga partai yang berkoalisi bisa bisa bergotong royong untuk membangun pemerintahan yang kuat. Partai politik yang melakukan koalisi biasanya dilandasi oleh kesamaan ideologi serta pandangan politik. Artinya partai poltik yang melakukan kerjasama harus dilandasi kesamaan visi dan misi untuk membangun pemerintahan yang kuat, jika hal itu tidak terjadi maka dimungkinkan di tengah jalan akan ada perpecahan dari masing-masing pihak dan otomatis rakyat akan menerima dampak negatif dari perpecahan tersebut karena program kerjanya masti akan mengalami penundaan atau sulit untuk diselesaikan karena masing-masing pihak mempunyai pandangan yang tidak searah.
    Proses transisi kepemimpinan tanah air diharapkan benar-benar melahirkan sesosok pemimpin yang ideal bagi bangsa ini, artinya pemimpin yang tidak hanya mempunyai pengaruh dari segi kecerdasannya saja namun memiliki daya tarik dari karakter baik serta kematangan emosi yang dimiliki sang pemimpin tersebut.  Artinya Pemilihan Presiden tahun ini jangan hanya dijadikan rutinitas tahunan saja atau hanya pesta demokrasi namun tanpa esensi, dibalik itu semua pilpres tahun ini haruslah benar-benar menjadi ajang untuk mencari dan menemukan Putera-Putera terbaik bangsa.
   Presiden bukanlah sekedar jabatan yang prestise, lebih dari itu merupakan amanah besar yang diemban oleh pemangkunya. Amanah itu bukanlah datang dari sekumpulan orang-orang yang memilihnya saja namun segenap komponen bangsa dan negara, karena ketika ada orang yang terpilih menjadi Presiden maka dia bukanlah menjadi milik para pemilihnya saja atau milik dari partai politik yang mengusungnya, melainkan milik seluruh rakyat Indonsia.
   Jika ada yang bertanya kepada saya seperti apakah Presiden yang ideal untuk bangsa ini sekarang. Saya akan jawab dengan dasar pemahaman politik serta tentang kepemimpinan yang saya dapatkan dari beberapa literatur yang pernah saya baca dan fenomena sosial yang pernah saya lihat. Pertama seoarang Presiden adalah Pemimpin rakyat danseorang Pemimpin adalah Pelayan, jadi Presiden adalah Pelayan rakyat. Intinya ketika rakyat mengamanahkan jabatan Presiden kepada seseorang maka dia harus ikhlas waktunya selama 24 jam dalam satu tahun untuk melayani berbagai kebutuhan, keperluan dan kepentingan rakyat banyak. Selanjutnya yang kedua kritirea Ideal dari Sang Presiden  haruslah mempunyai pandangan jauh kedepan, artinya seorang Presiden haruslah Pemimpin yang Visioner, dia mempunyai visi yang jauh melampui waktu dimana dia berada sekarang, maksudnya seorang Presiden tidak hanya berfikir dalam jangka pendek namun jauh dalam jangka panjang. Untuk lebih jelasnya Sang Presiden dalam mengambil sebuah kebijakan harus memperhatikan kepentingan serta kebutuhan generasi-generasi bangsa yang akan datang, pakah kebijakannnya tersebut hanya membawa manfaat bagi genarasi sekarang namun membawa petaka bagi generasi selanjutnya, oleh karena itu haruslah seimbang antara keduanya. Unsur ideal yang ketiga adalah bijaksana dan tegas, artinya seorang Presiden diwajibkan untuk menegakkan keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan jika hukum yang berlaku tidak sesuai dengan hati nurani dan kehendak rakyat maka sang Presiden bertanggung jawab untuk merubahnya, karena pada dasarnya setiap hukum yang berlaku mempunyai nilai-nila kebaikan yang terkandung di dalamnya seperti nilai keadilan, jika unsur keadilan sudah tidak lagi menjiwai hukum-hukum tersebut maka sang presiden berhak untuk melakukan perubahan melalui mekanisme yang berlaku, selain itu dalam menerapkan kebijakannya Presiden harus tegas dan jangan ragu-ragu apalagi plin plan, alasannya karena rakyat butuh pemimpin yang berwibawa dan kharismatik sehingga bisa membuat rakyat nyaman dipimpin oleh Presisden tersebut.
    Itulah salah satu dari poin-poin ideal yang wajib dimiliki oleh Presiden, dan masih banyak lagi hal-hal ideal yang patut melekat ke dalam jiwa dan kepribadian sang presiden misalnya Kejujuran, Religiusitas, Rendah Hati dan sebagainya.
    Kelembutan moral Sang Presiden Harus dibarengi dengan Intelektualitasnya yang mumpuni, karena bagaimanapun juga rakyat berharap dipimpin oleh Presiden yang tidak hanya cakap dalam berbicara namun cerdas dalam bertingkah dan tangkas dalam memutuskan persoalan.
    Rakyat selalu menanti pemimpinnya, siapapun yang tepilih kita semua harus mendukungnya karena bagaimanapun juga dialah sang pemimpin kita, dialah orang yang dipilh oleh rakyat, dialah output dari proses demokrasi, kita harus mendukung Sang Prseiden tersebut selama lima tahun ke depan selama tindakan sang Presiden tidak mencedarai kedaulatan rakyat Indonesia.

Presiden bukanlah Sebuah Kekuasaan, melainkan amanah Besar (AF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...