Sabtu, 02 Agustus 2014

Catatan Tentang Syukur ( Refleksi Kehidupan )




  Ada kalanya semua orang berfikir tentang apa yang harus dia lakukan di masa yang akan datang. Merenungi akan kejadian sehari-hari, tentang dunia, kehidupan, esensi hidup dan akhir dari semua ini. Sepertinya saya ingin mengajak anda semua untuk pergi ke suatu rimba filsafat, yaitu rimba dimana tidak ada batasan bagi kita untuk bertanya dan berfikir kritis. Berfikir merupakan aktivitas yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya karena dengan berfikir manusia mampu untuk menjadikan hidupnya lebih dinamis lagi. Pada dasarnya setiap kehidupan manusia selalu mengalami perubahan dan kemajuan, dengan begitu terciptalah kebudayaan. Sebagai makhluk yang rasional alangkah baiknya manusia selalu mempertimbangkan segala macam perbuatan yang hendak dilakukannya, apaka perbuatan tersebut membawa dampak positif atau sebaliknya membawa manusia ke lembah kehinaan.
   Dunia selalu berputar, waktu terus mengalir, manusia selalu sibuk dengan segala macam aktivitasnya. Ada kalanya manusia mengalami kebimbangan dalam batinnya, hal itu terjadi manakala seorang manusia belum meneemukan suatu hakikat dari keberadaannya di dunia. Menerut pandangan agama Tuhan menciptakan manusia ke dunia ini untuk mengabdi dan menyembah kepadaNya. Konsekuensinya adalah bahwa segala macam aktivitas kehidupan manusia di dunia ini ditujukan hanya untuk mengabdikan diri kepadaNya. Jika kita telusuri lebih lanjut sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah dan yang membuatnya kuat aalah atas kehendak Tuhan, buktinya detak jantung, aliran darah ke paru-paru, kemampuan mata untuk melihat dan kemampuan mata untuk mendengar adalah semua karena kehendak Allah SWT. Sesungguhnya manusia yang mempunyai sifat angkuh dan sombonng adalah manusia yang benar-benar lupa akan jati dirinya. Sebagai makhluk yang lemah dan serba terbatas sudah sepatutnya manusia selalu sadar bahwa keberadaan dirinya di dunia atas kehendak Allah SWT dan seharusnya dia mensyukuri segala nikmatNya.
   Upaya untuk bersyukur bukan hanya mengucap alhamdulilah, lebih dari itu adalah suatu cara  bersikap seorang muslim baik berupa perkataan maupun perbuatan yang dilandasi kesadaran dan keimanan untuk lebih meningkatkan takwa kepada Allah. Jadi  bersyukur bisa dilakukan dengan cara kita mendekatkan diri kepada Allah dan selalu menebar kebaikan di muka bumi ini. Sesungguhnya nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia sangat banyak, bahkan karena banyaknya manusia tak sanggup untuk menghiungnya. Salah satu contoh kecilnya adalah keberadaan Udara (oksigen) di dunia yang mana manusia tak dipungut biaya sepeserpun ketika menghirupnya, Tuhan menciptakan untuk pernafasan makhluk di dunia ini terutama manusia, bayangkan dalam 5 menit saja kita tidak menghirup udara, maka yang akan terjadi pernafasan kita akan teranggu. Contoh yang lainnya adalah keberadaan matahari yang selalu menyinari bumi dan membantu manusia dalam melakukan segala macam aktivitasnya, Tuhan menciptakan matahari yang selalu setia tanpa memngut biaya dalam menyinari dunia, beda dengan PLN yang selalu menagih pembayaran setiap bulan. Matahari juga membantu tumbuh-tumbuhan dalam proses fotosintesi dan proses untuk mmelakukan pertumbuhan. Selanjutnya adalah keberadaan air yang manfaatnya sangat banyak bagi kehidupan manusia, salah satu fungsi air adalah membantu proses pencernaan kita setelah makan, dan tubuh manusia membutuhkan air bagi keberlangsungan aktivitas ogan dalam tubuhnya. Selain itu air mempunyai peranan sebagai media yang berfungsi memantu proses pertumbuhan tanaman, air juga merupakan alat yang digunakan sebagai sarana trasnportasi seperti laut dan danau, selain itu air bisa digunakan sebagai media yang membantu pekerjaan dan segala aktivitas kehidupan manusia seperti dalam aktivitas mencuci pakaian atau mobil, air juga bisa berfungsi sebagai media pembangkit listrik dan masih banyak lagi fungsi dan peranan dari air yang tidak bisa saya uraikan semuanya di sini.
   Selain yang disebutkan di atas masih banyak nikmat Tuhan yang tak sanggup untuk kita hitung. Mengabdi dengan penuh ketulusan adalah salah satu cara manusia untuk mensyukuri segal nikmatnya, maksud dari mengabdi dengan tulus adalah manusia mengabdi dan melakukan segala perintahnya murni hanya mengaharap ridhanya bukan mengharap suatu hal yang lainnya. Bersyukur bisa dilakukan dengan sering melakukan ibadah sunnah dan bersedekah kepada kaum kepada orang yang tidak mampu. Selain itu bersyuku bisa dikaukan dengan mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang kita miliki sebagai bentuk rasa terimaksih kita kepada Tuhan yang telah menganugrahkan kepada kita akal yang cerdas, karena sesungguhnya ilmu akan bermnfaat ketika diamalakan oleh sang pemiliknya, dan ilmu yang tidak diamalakan ibarat pohon yang tdak berbuah.
   Itulah salah sedikit catatan tentang kehidupan manusia era sekarang yang sejauh yang  mulai melupakan hakikat keberadaan dirinya sehingga dia lupa untuk bersyukur kepada penciptanya, semoga dengan selalu intropeksi diri dan bersukur maka kita bisa menjadi hambanya yang selalu sadar akan hakikat diri kita sehingga dengan begitu bisa meningkatkankan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, dengan bersyukur manusia bisa menghindarkan dirinya untuk tidak terjebak akan kefanaan hidup di dunia sehingga lalali dalam menjalankan perintahnya.
   Jadi sepanjang perjalanan hidup manusia mulai dari buaian sang bunda hingga kembali ke liang lahat tidak pernah terlepas dari kasih sayang Tuhan, jadi manusia dianjurkan untuk selalu ingat kepada penciptanya.
   Semoga tulisan ini bisa menggugah jiwa kawan-kawan untuk menjadi muslim yang taat dan selalu mensyukuri nikmatnya.


“Semoga Bermanfaat”

Surabaya, 27 Mei 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...