Segala puji bagi Allah, telah memberikan saya kesempatan untuk
menulisakan suatu gagasan untuk negri yang sangat saya cintai ini.
Gagasan ini saya tuliskan untuk memperingati hari kebangkitan Nasional
pada 20 Mei 2014 kemaren.
Perlu kita bahwa sejarah selalu
memberikan warna tersendiri bagi perkembangan zaman setelahnya, karena
pada dasarnya kehidupan kita saat ini tidak pernah terlepasa dari
kehidupan di masa lampau. Sebelum meredeka bangsa ini mengalami beberapa
fase dalam memperjuangkan kemeredekaanya dimana fase tersebut dibarengi
dengan perkembangan ideologi dan pergerakan organisasi nasional.
Fase-fase tersebut dibagai menjadi tiga tahapn yaitu : a. Masa awal
pergerakan nasioanal, masa radikal dan masa moderat.
Saya akan
membahas satu persatu fase tersebut, yang pertama adalah fase awal
pergerakan nasional. Fase tersebut diwalai dengan berdirinya serta
berkembangnya beberapa organisasi di tanah air. Organisasi yang pertama
adalah Budi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 dengan dr.
Wahidin Sudirohusudo sebagai pendirinya. Tanggal berdirinya organisasi
tersebut diperingati sebagai hari kebangkitan nasional, alasannya karena
organisasi tersebut dianggap sebagai pencetus dan pelopor dari
bangkitnya semangat rakyat indonseia untuk merebut kemerdekaan. Budi
Utomo bergerak di bidang pendidikan dan budaya dan ketua Pertama dari
organisasi tersebut bernama Sutomo.
Selain itu pada tahun 1911
berdiri sebuah organisasi bernama Sarikat Dagang Islam dengan R.M
Tirtoadisuryo sebagai pendirinya dan Haji Samanhudi sebagai
ketuanya.Seiring berjalannya waktu organisasi tersebut beganti nama
menjadi Sarikat Islam pada tahun 1911. Adapun tujuan dari Sarikat Islam
anatara lain : a. Menjalankan usaha dagang pribumi b.membantu anggota
yang mengalami kesulitan berusaha c.memajukan pengajaran dan semua usaha
yang dapat meningkatkan derajat bangsa d.Memperbaiki pendapat yang
keliru dalam praktik agama Islam e. Hidup menurut perintah agama.
Seiring berjalannya waktu, pada tanggal 25 desember 1912 tepatnya di
kota Bandung berdiri sebuah organisai bernama Indische Partij yang
dipimpin oleh tiga serangkai, yaitu Dowes Dekker (Danudirdja
Setiabudhi), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar
Dewantara). Adapun tujuan dari Indische partij adalah 1. untuk
menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan semua golongan dan untuk
memajukan tanah air yang dilandasi jiwa nasioanal, 2. Mempersiapakan
kehidupan rakyat yang merdeka.
Itulah organisasi yang muncul
pada fase awal pergerakan nasioanal dan yang kedua adalah fase radikal
dimana pada fase tersebut juga memeunculkan organisasi—oragnisasi
nasioanal seperti Perhimpunan Indonesia, Partai Komunis Indonseia dan
Partai Nasional Indonsia. Saya tidak bisa membahas organisasi itu satu
persatu karena akan memungkinkan pembahasan kali ini akan melebar, cukup
pada masa awal pergerakan nasional saja kita tau agak mendetail. Fase
yang selanjutnya adalah fase moderat yang mempunyai arti masa dimana
partai-partai politik mengubah Strategi perjuangannya secara lunak dan
mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Adapun sebab-sebab
terjadainya perubahan taktik perjuangan tesebut adalah karena krisis
ekonomi dunia ( malaise) sengat mempengaruhi keadaan ekonomi pemerintah
Belanda meupun pergerakan nasional dan tindakan pemerintahan Belanda
yang semakin keras dan menekan partai-partai politik. Organisasi yng
mucul pada fase tersebut diantaranya Partai Indonesia Raya (Parindra),
Gabungan Politik Indonsia.
Selain organisasi yang disebutkan
di atas, pada masa pergerakan nasional banyak muncul organisasi berbasis
keagamaan seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Pergerakan Tarbiyah
Islamiyah (Perti), Majelis Islam Ala Indonesia (MIAI) dan sebagainya.
Ada juga organisasi pemuda seperti Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonosia
(PPPI), Pemuda Indonesia, Anshor NU, Pemuda Muhamadiyah dan semacamnya.
Untuk memperingati hari kebangkitan nasional sebagai pemuda Indonesia
alangkah lebih bijaknya kita merefleksikan sekaligus melakukan
perenungan secara mendalam akan perjuangan-perjuangan pendahulu kita
yang rela berkorban waktu, harta dan jiwa mereka untuk mendidikasikan
hidupnya demi masyarkat dan bangsanya.
Perlu untuk dipahami
bahwa generasi sebelum kita bukan hanya pandai atau mempunyai
intelektualitas yang tinggi namun mereka juga seorang organisatoris yang
andal. Selaain cerdas dalam bidang akademik angkatan sebelum kita
mempunyai kepekaan serta kepedulian sosial yang begitu tinggi, jadi
tidak heran jika tujuan pokok dari organisasi yang mereka ikuti adalah
untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat waktu itu,
Hari
kebangkitan nasioanal menjadi momentum bagi genarasi sekarang untuk
menauladani karakter ksatria dari para pejuang-pejuang kemerdekaan
bangsa ini. Kita harus mengakui dengan tulus pengorbanan besar mereka.
Sejarah akan selalu mencatat jejak kebaikan dan pengabdian setiap umat
manusia. Hidup di era postmodern menjadi tantangan bagi genarasi
sekarang, tantangan untuk selalu merefleksikan sejarah bangsanya di
tengah gencarnya benturan peradaban antar bangsa.
Saya berharap
genarasi muda saat ini menghayati sekaligus mengambil manfaat dari
perjuangan di masa pergerakan nasional tadi, banyak hal positif yang
bisa kita ambil diantaranya semangat untuk berorganiasi, rasa
nasionalisme, semangat patriotisme, ikhlas berkoraban demi masyarakat,
kepekaan soaial, memiliki rasa persatuan, menujunjung tinggi nilai
kebenaran dan semacamnya.
Kita buktikan kepada dunia bahwa
generasi sekarang bukanlah generasi yang arogan yang mencoba untuk
melupakan sejarah bangsanya, sebaliknya kita tunjukkan kepada dunia
bahwa generasi sekarang adalah generasi yang selalu mengghayati
perjuangan pendahulunya sekaligus generasi yang selalu sadar akan
sejarah bangsanya. Generasi muda harus bangkit, jangan menjadi generasi
yang cengeng dan selalu menyerah dengan keadaan. Tunjukkan bahwa kita
mampu mengahadapi tantangan dunia ke depannya, buktikan bahwa kita bukan
hanya generasi bermodalkan otak yang cemerlang melainkan suatu genarasi
yang bermodalkan keluhuran akhlak. Wahai pemuda Indonesia bangunlah
jiwanya ,bangunlah raganya, mari kita bergandengan tangan, ayo kita
bersatu padu, kita buat seluruh penjuru dunia menoleh ke Indonsia karena
Generasi muda Indonesia akan berjaya. Saya yakin dengan penuh kesadaran
bahwa kebangkitan nasional yang diiringi dengan rasa patriotisme setiap
generasi bangsa maka akan melahrikan pemuda Indonseia yang menjadi
panutan seluruh kompenen bangsa, saya namakan pemuda tersebut sebagai
Ksatria Nusantara.
Saya beharap Ksatria Nusantara itu terlahir
pasca peringatan hari kebangkitan nasional ini, sesungguhnya ksatria
adalah manusia mempunyai kepribadian yang luhur serta rasa cinta tanah
air, dengan begitu sang ksatria bisa membawa perubahan bagi bangsa ini.
Sang Ksatria adalah pemuda Indonsia yang mempunya jiwa yang
berkobar-kobar untuk mengabdikan hidupnya bagi masyarakat banyak, dia
selalu setia kepada kebaikan. Sang Ksatria juga selalu menurutu hati
nuraninya, karena sesungguhnya hati nurani akan mengantarkan manusia
kepada kebajikan, dan setiap kebajikan pasti diterima oleh masyarakat
secara universal.
Untuk mengakhiri tulisan ini, maka saya berharap
momentum kebangkitan nasional kemaren menjadi ajang intropeksi dan
evaluasi diri, sehingga dengan begitu muncul gelora ksatria Nusantara
dalam memperjuangakan kebaikan.
"Semoga Bermanfaat"
Surabaya, 22 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar