Sabtu, 02 Agustus 2014

Gelora Ksatria Nusantara (Gagasan Untuk Memperingati Kebangkitan Nasional)



    Segala puji bagi Allah, telah memberikan saya kesempatan untuk menulisakan suatu gagasan untuk negri yang sangat saya cintai ini. Gagasan ini saya tuliskan untuk memperingati hari kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2014 kemaren.
   Perlu kita bahwa sejarah selalu memberikan warna tersendiri bagi perkembangan zaman setelahnya, karena pada dasarnya kehidupan kita saat ini tidak pernah terlepasa dari kehidupan di masa lampau. Sebelum meredeka bangsa ini mengalami beberapa fase dalam memperjuangkan kemeredekaanya dimana fase tersebut dibarengi dengan perkembangan ideologi dan pergerakan organisasi nasional. Fase-fase tersebut dibagai menjadi tiga tahapn yaitu : a. Masa awal pergerakan nasioanal, masa radikal dan masa moderat.
   Saya akan membahas satu persatu fase tersebut, yang pertama adalah fase awal pergerakan nasional. Fase tersebut diwalai dengan berdirinya serta berkembangnya beberapa organisasi di tanah air. Organisasi yang pertama adalah Budi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 dengan dr. Wahidin Sudirohusudo sebagai pendirinya. Tanggal berdirinya organisasi tersebut diperingati sebagai hari kebangkitan nasional, alasannya karena organisasi tersebut dianggap sebagai pencetus dan pelopor dari  bangkitnya semangat rakyat indonseia untuk merebut kemerdekaan. Budi Utomo bergerak di bidang pendidikan dan budaya dan ketua Pertama dari organisasi tersebut bernama Sutomo.
    Selain itu pada tahun 1911 berdiri sebuah organisasi bernama Sarikat Dagang Islam dengan R.M Tirtoadisuryo sebagai pendirinya dan Haji Samanhudi sebagai ketuanya.Seiring berjalannya waktu organisasi tersebut beganti nama menjadi Sarikat Islam pada tahun 1911. Adapun tujuan dari Sarikat Islam anatara lain : a. Menjalankan usaha dagang pribumi b.membantu anggota yang mengalami kesulitan berusaha c.memajukan pengajaran dan semua usaha yang dapat meningkatkan derajat bangsa d.Memperbaiki pendapat yang keliru dalam praktik  agama Islam e. Hidup menurut perintah agama.
    Seiring berjalannya waktu, pada tanggal  25 desember 1912 tepatnya di kota Bandung berdiri sebuah organisai bernama Indische Partij yang dipimpin oleh tiga serangkai, yaitu Dowes Dekker (Danudirdja Setiabudhi), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara).  Adapun tujuan dari Indische partij adalah 1. untuk menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan semua golongan dan untuk memajukan tanah air yang dilandasi jiwa nasioanal, 2. Mempersiapakan kehidupan rakyat yang merdeka.
   Itulah organisasi yang muncul pada fase awal pergerakan nasioanal dan yang kedua adalah fase radikal dimana pada fase tersebut juga memeunculkan organisasi—oragnisasi nasioanal seperti Perhimpunan Indonesia, Partai Komunis Indonseia dan Partai Nasional Indonsia. Saya tidak bisa membahas organisasi itu satu persatu karena akan memungkinkan pembahasan kali ini akan melebar, cukup pada  masa awal pergerakan nasional saja kita tau agak mendetail. Fase yang selanjutnya adalah fase moderat yang mempunyai arti masa dimana partai-partai politik mengubah Strategi perjuangannya secara lunak dan mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Adapun sebab-sebab terjadainya perubahan taktik perjuangan tesebut adalah  karena krisis ekonomi dunia ( malaise) sengat mempengaruhi keadaan ekonomi pemerintah Belanda meupun pergerakan nasional dan tindakan pemerintahan Belanda yang semakin keras dan menekan partai-partai politik. Organisasi yng mucul pada fase tersebut diantaranya Partai Indonesia Raya (Parindra), Gabungan Politik Indonsia.
    Selain organisasi yang disebutkan di atas, pada masa pergerakan nasional banyak muncul organisasi berbasis keagamaan seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam Ala Indonesia (MIAI) dan sebagainya. Ada juga organisasi pemuda seperti Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonosia (PPPI), Pemuda Indonesia, Anshor NU, Pemuda Muhamadiyah dan semacamnya.
    Untuk memperingati hari kebangkitan nasional sebagai pemuda Indonesia alangkah lebih bijaknya kita merefleksikan sekaligus melakukan perenungan secara mendalam akan perjuangan-perjuangan pendahulu kita yang rela berkorban waktu, harta dan jiwa mereka untuk mendidikasikan hidupnya demi masyarkat dan bangsanya.
     Perlu untuk dipahami bahwa generasi sebelum kita bukan hanya pandai atau mempunyai intelektualitas yang tinggi namun mereka juga seorang organisatoris yang andal. Selaain cerdas dalam bidang akademik angkatan sebelum kita mempunyai kepekaan serta kepedulian sosial yang begitu tinggi, jadi tidak heran jika tujuan pokok dari organisasi yang mereka ikuti adalah untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat waktu itu,
    Hari kebangkitan nasioanal menjadi momentum bagi genarasi sekarang untuk menauladani karakter ksatria dari para pejuang-pejuang kemerdekaan bangsa ini. Kita harus mengakui dengan tulus pengorbanan besar mereka. Sejarah akan selalu mencatat jejak kebaikan dan pengabdian setiap umat manusia. Hidup di era postmodern menjadi tantangan bagi genarasi sekarang, tantangan untuk selalu merefleksikan sejarah bangsanya di tengah gencarnya benturan peradaban antar bangsa.
   Saya berharap genarasi muda saat ini menghayati sekaligus mengambil manfaat dari perjuangan di masa pergerakan nasional tadi, banyak hal positif yang bisa kita ambil diantaranya semangat untuk berorganiasi, rasa nasionalisme, semangat patriotisme, ikhlas berkoraban demi masyarakat, kepekaan soaial, memiliki rasa persatuan, menujunjung tinggi nilai kebenaran dan semacamnya.
    Kita buktikan kepada dunia bahwa generasi sekarang bukanlah generasi yang arogan yang mencoba untuk melupakan sejarah bangsanya, sebaliknya kita tunjukkan kepada dunia bahwa generasi sekarang adalah generasi yang selalu mengghayati perjuangan pendahulunya sekaligus generasi yang selalu sadar akan sejarah bangsanya. Generasi muda harus  bangkit, jangan menjadi generasi yang cengeng dan selalu menyerah dengan keadaan. Tunjukkan bahwa kita mampu mengahadapi tantangan dunia ke depannya, buktikan bahwa kita bukan hanya generasi bermodalkan otak yang cemerlang melainkan suatu genarasi yang bermodalkan keluhuran akhlak. Wahai pemuda Indonesia bangunlah jiwanya ,bangunlah raganya, mari kita bergandengan tangan, ayo kita bersatu padu, kita buat seluruh penjuru dunia menoleh ke Indonsia karena Generasi muda Indonesia akan berjaya. Saya yakin dengan penuh kesadaran bahwa kebangkitan nasional yang diiringi dengan rasa patriotisme setiap generasi bangsa maka akan melahrikan pemuda Indonseia yang menjadi panutan seluruh kompenen bangsa, saya namakan pemuda tersebut sebagai Ksatria Nusantara.
    Saya beharap Ksatria Nusantara itu terlahir pasca peringatan hari kebangkitan nasional ini, sesungguhnya ksatria adalah manusia mempunyai kepribadian yang luhur serta rasa cinta tanah air, dengan begitu sang ksatria bisa membawa perubahan bagi bangsa ini. Sang Ksatria adalah pemuda Indonsia yang mempunya jiwa yang berkobar-kobar untuk mengabdikan hidupnya bagi masyarakat banyak, dia selalu setia kepada kebaikan. Sang Ksatria juga selalu menurutu hati nuraninya, karena sesungguhnya hati nurani akan mengantarkan manusia kepada kebajikan, dan setiap kebajikan pasti diterima oleh masyarakat secara universal.
Untuk mengakhiri tulisan ini, maka saya berharap momentum kebangkitan nasional kemaren menjadi ajang intropeksi dan evaluasi diri, sehingga dengan begitu muncul gelora ksatria Nusantara dalam memperjuangakan kebaikan.

"Semoga Bermanfaat" 
Surabaya, 22  Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...