Alhamdulilah, hari ini Allah masih memberikan kesempatan untukku untuk
melakukan aktivitas sehari-hariku yaitu kuliah, hari ini aku akan
melanjutkan analisisku terhadap pemikiran Karl Marx. Karl Marx merupakan
seorang tokoh yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan
menghilangkan penindasan ataupun penghisapan antar manusia yang
terepresentasi melalu sistem kapitalisme. Menurut Karl Marx
pertentangan antara buruh dan kaum kapitalis akan terjadi secara kontinu
kecuali dihentikan oleh suatu gerakan buruh yang revolusioner untuk
melawan dan menggantikan sistem itu dengan sistem sosialis atau sistem
yang berkeadilan sosial. Menurut Karl Marx kepemilikan pribadi atas
alat-alat maupun faktor-faktor produksi harus dihilangkan dan diganti
dengan sistem kepemilikan bersama,artinya setiap individu dalam sebuah
negara dibatasi kepemilikannya akan suatu faktor produksi karena dalam
sistem ini kepentingan bersama atau kepentingan kelompok masyarakat
lebih penting daripada kepentingan pribadi. Dalam sistem ini pemerintah
ikut campur dalam menyesuaikan kebutuhan individu dengan kebutuhan
masyarakat, dan dalam hal ini pemerintah menguasai perusahaan-perusahaan
yang vital bagi masyarakat, agar masyarakat dapat dipenuhi dengan adil
dan merata. Dalam pandangan Karl Marx perjuangan kelas adalah motor
perkembangan masyarakat, sedangkan perkembangan itu sendiri belaku
menurut hukum dialektik historika. Menurut dialektik tiap-tiap yang ada
(position) ada lawannya (opposition), dan pertentangan itu menimbulkan
keadaan baru sebagai kelanjutannya (komposition).
Berfikir secara
dialektik sendiri mengandung arti bahwa orang tidak melihat kenyataan
yang lahir itu sebagai suatu pengertian yang tetap dan tertentu,
melainkan bersedia menangkap perubahan dan gerakan senantiasa itu dalam
fikirannya.
Karl Marx sendiri mengahsilkan sebuah karya
yang fenomenal sepanjang sejarah manusia yaitu Das Kapital yang jilid
pertamanya terbit pada tahun 1867. Karl Marx juga merumuskan sebuah
konsep dalam rumusan teori Historis-Materialisme yang intinya yaitu
“Dalam menghasilkan keperluan hidupnya manusia mengadakan antara mereka
perhubungan yang tertentu, lepas dari kemauannya sendiri yaitu
perhubungan produksi, yang sesuai dengan suatu tingkat kemajuan tenaga
produksi yang nyata (materiil).
Jadi menurut aku
pribadi inti dari pemikiran Karl Marx yaitu dia menginginkan sebuah
sistem dimana peran individu dalam menguasai dan memiliki alat produksi
ditiadakan dan negaralah yang mengatur semua dan memiliki semua
faktor-faktor produksi tersebut dan membagikan kepada masyarakat secara
merata, jadi tujuan dari sistem ini yaitu terciptanya suatu masyarakat
yang dimana di dalam masyarakat tersebut terbangun keadilan sosial lebih
spesifiknya keadilan dalam hal ekonomi, namun menurut analisisku
pemikiran Karl Marx sendiri memiliki beberapa kelemahan, salah satunya
yaitu sitem ini mengilangkan hak-hak milik setiap manusia akan suatu
faktor produksi dan lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada
individu, artinya pribadi setiap orang dalam sistem ini harus patuh dan
tunduk terhadap segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Solusi
yamg terbaik menurutku yaitu terciptanya suatu sistem kehidupan
bermasyarakat yang dimana ada keselarasan dan keseimbangan antara
kepentingan pribadi dan kepentingan bersama ataupun tujuan individu dan
tujuan kelompok, karena bagaimanapun juga kelompok masyarakat tercipta
dari sekumpulan individu yang artinya mustahil ada sebuah kelompok
masyarakat tanpa adanya individu, cukup sekian pembahasanku mengenai
teori dan konsep yang digagas oleh Karl Marx, dilain waktu aku berniat
untuk mengurai dan menganalisis pemikiran dari Karl Marx secara
terperinci.
Tadi aku diajari pak Deni dan beliau
sedikit memberi motivasi bagi kami semua, dia memberikan sebuah konsep
matematika yang berhubungan dengan agama yang inti dari konsep tersebut
isinya yaitu segala kenikmatan yang ada di dunia ini jika dibandingakan
dengan kenikmatan yang ada di akhirat yaitu tidak ada apa-apanya (x
dibagi dengan bilangan tak terhingga hasilnya adalah 0). Aku pibadi
yakin dengan konsep matematis tersebut karena menurutku semua yang ada
di dunia ini bersifat temporal artinya terikat oleh waktu dan bersifat
limeted artinya terbatas dan kebahagiaan di dunia ini menurutku bersifat
semu dan sementara karena yang abadi adalah kebahagiaan di akhirat
nanti. Menurutku jika konsep tersebut benar-benar dihayatin secara
mendalam maka akn membawa dampak positif bagi individu yang
mengahayatinnya dengan kata lain individu tersebut akan sadar bahwasanya
kehidupan di dunia ini tiadalah kekal dan dia akan mempersipakan diri
untuk menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak dengan cara
mempersiapkan bekal yang akan di bawa di hari akhir nanti sehingga
individu tersebut akan lebih memprioritaskan waktunya untuk beribadah
dan beramal sholeh, selain itu individu tersebut akan lebih mawas diri
dalam melakukan sebuah tindakan dan melontarkan sebuah ucapan
dikarenakan apa yang dia lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggunng
jawaban di hari akhir nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar