Sabtu, 02 Agustus 2014

Kamis, 14 Maret 2013 (Spesial Karl Marx 1)



      Alhamdulilah, hari ini Allah masih memberikan kesempatan untukku untuk melakukan aktivitas sehari-hariku yaitu kuliah, hari ini aku akan melanjutkan analisisku terhadap pemikiran Karl Marx. Karl Marx merupakan seorang tokoh yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan menghilangkan penindasan ataupun penghisapan antar manusia yang terepresentasi  melalu sistem kapitalisme. Menurut Karl Marx pertentangan antara buruh dan kaum kapitalis akan terjadi secara kontinu kecuali dihentikan oleh suatu gerakan buruh yang revolusioner untuk melawan dan menggantikan sistem itu dengan sistem sosialis atau sistem yang berkeadilan sosial. Menurut Karl Marx kepemilikan pribadi atas alat-alat maupun faktor-faktor produksi harus dihilangkan dan diganti dengan sistem kepemilikan bersama,artinya setiap individu dalam sebuah negara dibatasi kepemilikannya akan suatu faktor produksi karena dalam sistem ini kepentingan bersama atau kepentingan kelompok masyarakat lebih penting daripada kepentingan pribadi. Dalam sistem ini pemerintah ikut campur dalam menyesuaikan kebutuhan individu dengan kebutuhan masyarakat, dan dalam hal ini pemerintah menguasai perusahaan-perusahaan yang vital bagi masyarakat, agar masyarakat dapat dipenuhi dengan adil dan merata. Dalam pandangan Karl Marx perjuangan kelas adalah motor perkembangan masyarakat, sedangkan perkembangan itu sendiri belaku menurut hukum dialektik historika. Menurut dialektik tiap-tiap yang ada (position) ada lawannya (opposition), dan pertentangan itu menimbulkan keadaan baru sebagai kelanjutannya (komposition).
Berfikir secara dialektik sendiri mengandung arti bahwa orang tidak melihat kenyataan yang lahir itu sebagai suatu pengertian yang tetap dan tertentu, melainkan bersedia menangkap perubahan dan gerakan senantiasa itu dalam fikirannya.

   Karl Marx sendiri mengahsilkan sebuah karya yang fenomenal sepanjang sejarah manusia yaitu Das Kapital yang jilid pertamanya terbit pada tahun 1867. Karl Marx juga merumuskan sebuah konsep dalam rumusan teori Historis-Materialisme yang intinya yaitu “Dalam menghasilkan keperluan hidupnya manusia mengadakan antara mereka perhubungan yang tertentu, lepas dari kemauannya sendiri yaitu perhubungan produksi, yang sesuai dengan suatu tingkat kemajuan tenaga produksi yang nyata (materiil).

   Jadi menurut aku pribadi inti dari pemikiran Karl Marx yaitu dia menginginkan sebuah sistem dimana peran individu dalam menguasai dan memiliki alat produksi ditiadakan dan negaralah yang mengatur semua dan memiliki semua faktor-faktor produksi tersebut dan membagikan kepada masyarakat secara merata, jadi tujuan dari sistem ini yaitu terciptanya suatu masyarakat yang dimana di dalam masyarakat tersebut terbangun keadilan sosial lebih spesifiknya keadilan dalam hal ekonomi, namun menurut analisisku pemikiran Karl Marx sendiri memiliki beberapa kelemahan, salah satunya yaitu sitem ini mengilangkan hak-hak milik setiap manusia akan suatu faktor produksi dan lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada individu, artinya pribadi setiap orang dalam sistem ini harus patuh dan tunduk terhadap segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Solusi yamg terbaik menurutku yaitu terciptanya suatu sistem kehidupan bermasyarakat yang dimana ada keselarasan dan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama ataupun tujuan individu dan tujuan kelompok, karena bagaimanapun juga kelompok masyarakat tercipta dari sekumpulan individu yang artinya mustahil ada sebuah kelompok masyarakat tanpa adanya individu, cukup sekian pembahasanku mengenai teori dan konsep yang digagas oleh Karl Marx, dilain waktu aku berniat untuk mengurai dan menganalisis pemikiran dari Karl Marx secara terperinci.

   Tadi aku diajari pak Deni dan beliau sedikit memberi motivasi bagi kami semua, dia memberikan sebuah konsep matematika yang berhubungan dengan agama yang inti dari konsep tersebut isinya yaitu segala kenikmatan yang ada di dunia ini jika dibandingakan dengan kenikmatan yang ada di akhirat yaitu tidak ada apa-apanya (x dibagi dengan bilangan tak terhingga hasilnya adalah 0). Aku pibadi yakin dengan konsep matematis tersebut karena menurutku semua yang ada di dunia ini bersifat temporal artinya terikat oleh waktu dan bersifat limeted artinya terbatas dan kebahagiaan di dunia ini menurutku bersifat semu dan sementara karena yang abadi adalah kebahagiaan di akhirat nanti. Menurutku jika konsep tersebut benar-benar dihayatin secara mendalam maka akn membawa dampak positif bagi individu yang mengahayatinnya dengan kata lain individu tersebut akan sadar bahwasanya kehidupan di dunia ini tiadalah kekal dan dia akan mempersipakan diri untuk menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak dengan cara mempersiapkan bekal yang akan di bawa di hari akhir nanti sehingga individu tersebut akan lebih memprioritaskan waktunya untuk beribadah dan beramal sholeh, selain itu individu tersebut akan lebih mawas diri dalam melakukan sebuah tindakan dan melontarkan sebuah ucapan dikarenakan apa yang dia lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggunng jawaban di hari akhir nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...