ku ingin semua tau
semua rasakan
kami bukanlah objek permainan
kami bukanlah alat pemuas hasrat
Sedari dulu kalian bermain politik temporal
iba disaat ingin sesuatu, merasa kasihan diwaktu ada maunya
politik bukan dalam artian pengabdian
visualisasi citra kalian sungguh mengagumkan
hingga kami tiada mengerti arti dari sebuah kebenaran
para ulama mulai berafiliasi
Mahasiswa pun sibuk dgn dunianya sendiri
media kehilangan netralitasnya
lantas siapa yang akan kami ikuti ?
siapa yang akan kami percayai ?
entahlah, hanya satu yang kami minta,
jujurlah, apapun keadaannya
4 Juli 2014 pukul 0:30
by : Mahasiswa Airlangga Semester Tua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar