Kemarin, saya sholat Jumat di Masjid Ainul Yakin, Universitas Islam Malang (Unisma). Menarik sekali khotbah Jumat yang disampaikan khatib. Dia menerangkan tentang betapa banyak limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sehingga, kita mesti bersyukur sepanjang waktu kepada Allah.
Selain itu, memasuki penghujung tahun 2022, sang khatib mengimbau dan mengingatkan jemaah sholat Jumat untuk muhasabah atau instrospeksi diri atas segala kesalahan, kekhilafan, dan kelalaian sepanjang tahun 2022. Mengevaluasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebab, sebagian dari manusia senangnya mengoreksi kesalahan orang lain dibandingkan kesalahan diri sendiri.
Selanjutnya, sang khatib juga mengatakan bahwa setiap amal kebaikan di dunia, sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah. Begitu juga dengan keburukan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan pembalasan di hari Akhirat nanti. Maka dari itu, setiap manusia harus menjadikan dunia sebagai ladang untuk beramal. Buka justru sebagai tujuan utama hidup. Sebab, hidup pada dasarnya adalah pengembaraan alias perjalanan. Finish-nya di hari Akhirat nanti. Masih banyak tahapan yang akan kita lalui.
Kesalahan terbesar sebagian dari kita adalah menjalani hidup seolah-olah kekal selamanya. Seakan-akan tidak akan menjumpai yang namanya kematian. Padahal dunia ini fana. Kita hidup di dunia hanya sebentar saja. Sebab itu, bekal terbaik menuju alam akhirat yaitu dengan memperbanyak berbuat amal kebaikan.
Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan diri yaitu dengan menggunakan waktu secara optimal untuk ibadah. Untuk mengabdi kepada Sang Pencipta. Artinya, orientasi hidup kita adalah akhirat. Prioritas hidup kita adalah bagaimana meraih Ridha Allah.
Begitulah kira-kira kurang lebihnya yang bisa saya tangkap dari khutbah Jumat kemarin. Semoga bermanfaat. Amin
Malang,
Sabtu, 31 Desember 2022
05.11
Oleh: Muhammad Aufal Fresky

Tidak ada komentar:
Posting Komentar