Kamis, 16 April 2015

Semua Tentang Kita



Oleh: Muhammad Aufal Fresky

Waktu terasa semakin berlalu,
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
 Tuk hapuskan sepi di hati
............................................

Lirik lagu di atas adalah sebuah karya fenomenal dari sebuah grup band papan atas Indonesia. Grup band tersebut bernama NOAH. Lagu tersebut diciptakan oleh Ariel, salah satu vokalis kharismatis serta memilikil suara yang khas. Lagu  Semua Tentang Kita dibuat ketika grup band tersebut masih bernama Peterpan. Saya ingin menggambarkan kepada pembaca bahwa sebuah lagu yang dibuat denggan kesungguhan jiwa maka akan berdampak kepada pendengarnya yang tidak bosen untuk mendengarkan lagu tersebut. Kekuatan lirik lagu yang begitu puitis, serta iringan musik dan nada yang begitu memukau, akan menyihir setiap pendengarnya.
Apa yang disampaikan dari hati, pasti diterima hati setiap manusia. Saya ingin menafsirkan lirik lagu sesuai versi saya. Saya ingin menyampaikan kepada pembaca terkait beberapa hal pokok yang ada di dalam lirik tersebut. Hal pertama yang ingin saya jelaskan yaitu terkait hakikat waktu. Karena llirik tersebut menggambarkan tentang waktu yang kita miliki. Berbicara mengenai waktu maka tidak akan pernah luput dari sang pencipta waktu yaitu Allah SWT. Kita sebagai makhkuk serba terbatas harus paham bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan waktu. Tidak ada yang abadi di dunia ini, kita hanya menuggu kapan maut menjemput kita.
Sadarkah kita bahwa kita semua pernah mengalami fase balita, kemudian bernajak menjadi bocah, remaja, kemudian menjadi manusia yang sampai usia kita berada sekarang. Semua manusia perlu mengerti bahwa masa yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Saya yakin kita semua mempunyai kisah dan cerita di masa yang lampau. Entah cerita yang begitu menggemberikan jika kita kenang, atau cerita yang sangat menyayat hati jika kita kenang itu. Saya rasa kisah kasih setiap manusia memiliki rekam jejak yang berbeda. Warna yang telah kita lukis di masa lalu hendaknya di jadikan pelajaran untuk mengarungi masa depan.
Masih ingatkah kita dengan teman-teman waktu SD, SMP, dan SMA dulu. Bukankah mereka pernah memberikan warna tersendiri dalam hidup kita. Apalagi bagi mereka yang dulunya pernah mencintai seseorang dalam lingkuangan sekolahnya. Saya rasa ingatan tersebut masih tertancap dalam benak mereka yang merasakan manisnya bangku sekolahan. Teman datang dan pergi, usia semakin berkurang. Kita perlu lebih bijak lagi dalam melangkah. Jangan pernah lupakan teman, sahabat, guru dan mantan pacar yang pernah berada di lembaran kehidupan kita. Karena dari mereka kita belajar banyak hal. Kekuatan waktu yang begitu dahsyat mungkin telah membuat kita lalai bahwa tidak selamanya kita akan selalu bersama dengan orang terdekat dan mereka yang selalu menyayangi kita. Bagi kalian yang masih berstatus mahasiswa, sebentar lagi teman-teman kita akan berpisah dan memilliki jalannya masing-masing, sementara kita di sini harus tegak berdiri dan belajar lagi menjadi pribadi yang lebh dewasa.
Tulisan ini bercerita Semua Tentang Kita, tentang masa lalu yang begitu indah, tentang cerita indah dengan mantan pacar, atau tentang ingatan masa putih abu-abu yang begitu menggelikan. Keceriaan dan kegembiraan di  masa lalu memang tidak bisa kita ulang lagi, karena memang begitulah sifat waktu yang tidak bisa kita putar. Sekali lagi saya ingin mengajak kita semua untuk melangkah dengan semangat dan gairah baru. Maafkanlah orang di masa lalu yang mungkin pernah menyakitkan kita, dari situlah kita bisa belajar menjadi pribadi yang lebih arif.
Sekali lagi tulisan ini masih berbicara tentang Kita. Tentang tawa dan canda yang telah terlewati, atau tentang kebersamaan dengan sosok sahabat dan mantan yang kini hanya  menjadi memori dalam ingatan. Jangan hapus ingatan tersebut, satu hal yang bisa kita lakukan yaitu, mengambil hikmah dari semua yang pernah kita lalui dan rasakan.
Lirik lagu tersebut sebenarnya mendeskripsikan tentang kedalaman rasa cinta seseorang terhadap kekasihnya, namun waktu telah membuktikan kekuatannya bahwa pada akhirnya mereka berpisah, Di  sisi lain saya menfsirkan lirik lagu tersebut dari makna yang terkandung di dalamnya. Bukan hanya bagaimana caranya kita menghargai seseorang dalam sebuah kenangan. Lebih dari itu bagaimana kita selalu sadar bahwa waktu terus berlalu meningalkan kita. Poinnya adalah hendaknya kita belajar menghargai waktu dan memanfaatkan waktu untuk hal-hal baik, semisal beribadah kepada Allah dan senantiasa menebar kebaikan kepada setiap orang.
Sampai detik ini juga kita masih dianugerahi waktu oleh Tuhan. Maka dari itulah ambil kesempatan ini untuk menjadi yang terbaik dan menciptakan kisah dan cerita yang indah untuk dikenang. Tinggalkanlah jejak jejak positif dalam setiap langkah kita. Karena kematian bisa datang kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Kita harus mengambil momentum ini untuk menebar kebajikan di muka bumi. Sekali lagi, ini Semua Tentang Kita yang hanya mampir sebentar di dunia ini.
Surabaya
Kamis, 16 April 201
Penulis : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa Airlangga)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...