Minggu, 12 April 2015

Jadilah yang Terbaik




“Hidup hanya sekali, jadikanlah lebih berarti”. Arti dari pernyataan tersebut adalah bagaimana seharusnya kita sebagai manusia senantiasa selalu menjadi dan melakukan hal yang terbaik dalam hidup, mengingat manusia memiliki keterbatasan waktu. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua makhuk hidup termasuk manusia akan mengalami yang namanya kematian. Jadi ketika gemerlap kehidupan dunia membutakan hati manusia, maka saya fikir manusia tersebut sangat merugi. Karena harta, tahta, dan wanita tidak akan pernah kita bawa sampai meninggal. Hanya amal sholeh dan ilmu yang bermanfaar yang akan terus mengalir menjadi catatan pahala bagi sang mayat.
Ketika manusia mulai mengingat tentang kematian, maka dia akan berfikir dan merasa bahwa semua yang ada adalah bersifat fana. Manusia tersebut secara perlahan akan mulai menyadari tentang hakikat dan esensi kehidupan. Kesadaran adalah sebuah proses, karena yang namanya manusia terkadang lupa dan lalai terkait tugas dan tanggung jawabnya selama hidup.
Mengingat bahwa manusia tidak selamanya hidup dan tinggal di dunia. Maka sudah seharusnya melakukan hal yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan. Menjadi  manusia yang terbaik adalah suatu pilihan yang tidak bisa ditawar lagi. Menjadi yang terbaik bukan berarti hanya beribadah kepada Tuhan. Menjadi manusia yang terbaik juga berhubungan dengan dimensi sosial, seperti bagaimana kita berakhlak dengan akhlakul karimah kepada setiap orang.
Menjadi yang terbaik, juga bisa diartikan bagaimana kita senantiasa berbenah dan melakukan evaluasi diri setiap waktu. Jangan sampai kita lalai sehingga menyia nyiakan waktu. Perlu diingat bahwa kita tidak selamanya merasakan masa muda, karena bagaianapun masa tua telah menunggu. Tidak  selamanya pula menikmati dan merasakan indahnya kehidupan, karena kematian telah menanti di depan.
Yakinlah bahwa Tuhan senantiasa mengawasi dan melihat gerak-gerik kita.  Percayalah malaikat selalu mencatat amal kebaikan dan keburukan kita. Jadilah manusia yang senantiasa mengingat Tuhan dimanapun dan kapanpun berada.  Jadilah manusia yang senantiasa bertakwa dan senang melakukan amal kebaikan semisal, suka bersedekah dan membantu orang lain.
Setiap manusia harus selalu berupaya dan berharap mempeoleh ridha Allah. Karena itu adalah tujuan pokok dari kehidupan manusia selama di dunia. Untuk mendapatkan ridha Allah, maka harus menjadi manusia yang terbaik. Menurut saya menjadai manusia terbaik, adalah menjadi manusia yang senantias mengikuti dan menjalni ajaran Al-Quran dan Hadis. Jadi manusia tersebut selalu berpegang teguh dan menjadikan Al-Quran dan Hadis sebagai landasan dalam berfikir, berkata dan bertindak.
Jadi  sebelum ajal menjemput, saya menghimbau kepada diri saya sendiri dan setiap manusia agar selalu mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Menjalankan sunnahnya, meniru akhlaknya. Karena Nabi adalah suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Karena akhlak nabi merupakan akhlak terbaik yang patut dicontoh.
Selain itu, menjadi terbaik memiliki artian bagaimana kita menjadi manusia yang cerdas dan alim dalam ilmu pengetahuan terutama ilmu agama. Karena amalan tanpa ilmu sulit untuk diterima.  Maka oleh karenya, untuk menjadi yang terbaik, maka jangan pernah malas untuk menimba ilmu dan menjadi pembelajar. Jangan sampai selepas lulus dari  bangku sekolah/madrasah membuat kita cepat puas terhadap ilmu yang diperoleh. Karena kewajiban menuntut ilmu itu semenjak buaian hingga liang lahat.
Untuk mengakhiri tulisan ini, marilah kita menjadi manusia yang selalu mengedepankan kepentingan agama dan akhirat daripada dunia. Menjadi manusia yang mencintai ilmu. Menjai manusia yang mencintai sunnah Rasul dan meniru akhlaknya. Karena dengan begitu kita bisa menjadi yang terbaik. Semoga kita semua bisa meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin
Penulis : Muhammad Aufal F
Pamekasan, 15 Februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...