Mantan
Jenderal perang sekaligus pemimpin besar Perancis Napoleon Bonaparte berkata
“seorang pemimpin adalah penyedia harapan”, arti dari pernyataan sang jenderal
tersebut adalah seorang manusia belum dikatakan
pemimpin sejati jika belum bisa menyediakan harapan seluruh rakyatnya. Harapan
di sini mempunyai arti bahwa semua mimpi-mimpi rakyat yang akan direalisasikan di masa kepemimpinannya,
seperti peningkatan kesejahteraan sosial, pertumbuhan ekonomi dengan distribusi
pendapatan yang merata, Penegakan keadilan sesuai dengan Undang-Undang yang
berlaku dan sebagainya. Jika kita lihat sejenak, impian tersebut seakan-akan
masih bersifat abstrak dan masih belum jelas bagaimana langkah-langkah nyata
yang akan dilakukan sang pemimpin dalam
merealisasikan harapan rakyat tersebut. Perlu langkah serta program kongkret
untuk mewujudkan itu semua.
Indonesia
merupakan negara besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi
ditambah karakteristik masyarakatnya yang berbeda beda, dengan begitu ada celah
untuk terjadinya masalah di negri ini,
entah itu masalah disintergrasi masyarakat, struktur ekonomi yang tidak adil,
pemerintahan yang korup, penurunan kualitas pendidikan dan semacamnya. Jika
kita telusuri lebih dalam, faktor wilayah dan kepadatan penduduk bukan
merupakan satu-satunya penyebab dari masalah-masalah tersebut. Banyak variabel
yang menyebabkan masalah tersebut terjadi, salah satu faktor yang paling
berpengaruh adalah krisis kepemimpinan. Indonesia menganut paham demokrasi yaitu kedaulatan tertinggi
berada di tangan rakyat, implikasinya adalah untuk mendapatkan seorang pemipin
terutama pemimpin negara dan pemimpin pemerintahan maka perlu pemungutan suara.
Sudah selayaknya kepercayaan yang diberikan rakyat melalui kedaulatannya
dimanfaatkan sebaik mungkin unuk mengemban amanahnya. Seorang pemimpin tidak
hanya dituntut untuk mempunyai kercerdasan intelektual yang tinggi, lebih dari
itu wajib mempunyai komitmen serta integritas dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya.
Satu
hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin bangsa yaitu visi yang
jelas. Artinya setiap langkah-langkahnya dalam menjalankan program kerja dan menetapkan
kebijakan harus mempunyai arah serta tujuan yang jelas, sehingga dengan begitu
sang pemimpin tidak hanya berfikir dalam jangka pendek namun melangkah jauh ke
depan. Pemimpin yang visioner merupakan salah satu pemimpin idaman rakyat,
tidak ada ada rakyat yang mau dipimpin oleh orang yang tidak mempunyai tujuan
yang jelas dalam hidupnya. Visi dari seorang pemimpin haruslah disertai dengan
nilai-nilai yang luhur, seperti kejujuran, tanggung jawab dan sebagainya. Visi hanya sekadar angan-angan tanpa adanya kemauan
dan kehendak yang kuat untuk merealisasikan visi tersebut. Salah satu contoh
seorang pemimpin mempunyai visi untuk meningkatkan kualitas pendidikan
nasional, maka langkah kongkritnya dia harus mempunyai konsep serta perencanaan
dalam menerapkan strategi untuk mewujudkan itu, misalnya membuat grind design sitem pendidikan nasional, membuat konsep
pengembangan siswa dengan teknologi, membuat rancangan UU pendidikan nasional
yang berorientasi pada peningkatan mutu siswa, meningkatkan anggaran untuk
pendidikan, membuat konsep tentang pengembangan kualitas tenaga pengajar di
setiap sekolah tanah air dan sebagainya.
Setelah
melakukan perencanaan yang matang maka langkah selanjutnya adalah bagaimana
mengeksekusi rencana tersebut melalui berbagai macam kebijakan yang
dikeluarkan, setelah itu sang pemimpin melakukan kontrol serta pengawasan
terhadap pelaksana kebijakan, agar kebijakan tersebut berjalan sesuai dengan
apa yang diharapkan. Setelah itu sang
Pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk mengevaluasi segala bentuk kebijakannya
tersebut. Apakah sudah terlaksana sesuai dengan yang kehendak rakyat yang telah
direncanakan sebelumnya atau menyimpang dari itu semua. Dari sini bisa dlihat
visi pemimpin dalam sebuah perencanaan untuk merancang kerangka kebijakan dan
dalam aplikasinya, dibalik itu semua sang Pemimpin perlu rasional dan objektif
dalam bertindak agar semua keputusan yang dibuat tidak hanya berdasarkan trial and error namun atas suatu kajian
yang rasional. Pemimpin Visioner bukanlah pemimpin yang ambisius tanpa
menghiraukan saran orang sekitarnya, namun dia sesosok pendengar yang tangkas
dalam mengambil alternatif terbaik untuk kebijakannya.
Visi
bagi seorang pemimpin tidak hanya sekedar menjadi tolak ukur, namun lebih dari
itu menjadi bahan bakar bagi pemimpin untuk menggelorakan semangat kerjanya.
Visi juga menjadi ruh yang menjiwai serta memberikan dorongan kuat dalam
dirinya untuk terus berkarya dan melawan segala macam hambatan.
Dengan
begitu pemimpin yang visioner merupakan salah satu indikator dari pemimpin yang
ideal, rakyat bisa melihat kualitas mereka dari gagasan ,ide, konsep dan visi
yang mereka sampaikan. Tahun politik 2014 ini diharapkan melahirkan
pemimpin-pemimpin yang ideal bagi rakyatnya, sehingga dengan begitu berbagai
macam masalah di bumi nusantara bisa di atasi atau diminimalisir sebaik
mungkin.
Sebelum
mengakhiri tulisan ini, saya mengutip pernyataan Harold S. Geeneen, CEO
International Telephone and Telegraph, yang berkata “Pemimpin tidak banyak
bicara, tapi kepemimpinannya ditunjukkan dalam perilaku dan tindakan nyata.”
Penulis : Muhammad Aufal Fresky (Mahasiswa Program Studi Ekonomi
Pembangunan UNAIR/ Kabid P3A HmI Komisariat Ekonomi Airlangga/ Pengurus LPM
Mercusuar/ Anggota LPPM Sektor/ Anggota Acses/ Pemimpin Redaksi Buletin Insan cita Hmi
Komisariat Ekonomi Airlangga )
![]() |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar