“Ubahlah
dunia seperti yang ingin kamu lihat”, ujar Mahatma Gandhi salah satu tokoh
India, pernyataan tersebut saya rasa tiada hanya berlaku bagi setiap individu
maupun kelompok, namun bagi suatu bangsa yang berharap suatu perubahan di
dalamnya. Perubahan yang dimaksudkan adalah ke arah yang lebih baik lagi.
Banyak cara agar perubahan itu bisa terwujud, diantaranya melalui politik, dan
Indonesia adalah salah satu negara yang akan mengalami transisi kepemimpinan
melalui proses demokrasi lima tahunan lebih tepatnya lagi melalui pemilu.
Pemilu
adalah suatu mekanisme dalam sistem demokrasi yang mana rakyat menggunakan
kedaulatannya untuk memilih pemimpinnya kelak. Maksud diadakannya pemilu adalah
agar pemimpin yang dipilih benar-benar merepresentasikan kepentingan masyarakat
luas, meskipun pilihan dari masing-masing pemilih berbeda namun tujuan tetap
harus satu yaitu kebaikan bangsa dan negara. Pemilu hanyalah suatu proses, yang
paling penting adalah agenda atau program kerja para pemimpin pasca pemilu.
Agenda terpenting yang biasanya sering dilontarkan para calon pemimpin bangsa
adalah mengenai pembangunan di Indonesia. Berbicara mengenai pembangunan, maka
dengan diadakannya pemilu, maka rakyat Indonesia mempunyai harapan besar kepada
para pemimpin yang terpilih agar janji di bidang pembangunan benar-benar
diwujudkan.
Pembangunan
di Indonesia tidak hanya menyangkut bidang ekonomi yang ditandai dengan
perubahan secara struktural dan kelembagaan di bidang tersebut, atau
pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya produk domestik bruto suatu
negara. Sungguh terlalu sempit mindset para pemimpin jika hanya berpatokan pada
hal-hal yang bersifat material dalam menentukan arah bangsa ke depan.
Pembangunan ideal menurut pandangan penulis yaitu pembangunan Komperhensif. Artinya
dalam membangun bangsa pasca pemilu, para pemimpin tidak hanya fokus terhadap suatu
bidang, namun membuat segala bidang berjalan beriringan dengan skala prioritas
berbeda-beda sesuai dengan konteks bangsa dan zaman. Arah pembangunan di sini
hendaknya difokuskan kepada perbaikan secara sistematis terhadap spritualitas,
mindset, dan karakter masyarakat. Hal tersebut bukan berarti mengesampingkan
pengembangan intelekualitas masyarakat, karena pada dasarnya keceradasan
intelektual sangat berpengaruh namun prioritas yang harus didahulukan adalah
penataan emosianal masyarakat Indonesia, karena bangsa ini membutuhkan masayarakat
yang beradab sekaligus cerdas.
Sisi
lain dari pembangunan secara komperhensif adalah segmentasi yang dituju oleh
pemerintah harus meliputi seluruh komponen bangsa. Artinya para pemimpin yang
terpilih pasca pemilu harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh nasib rakyat
yang mungkin selama ini tidak menerima manfaat rill dari proses pembangunan,
seperti para tunawisma, tunanetra, tunarungu, kaum lansia dan seluruh
masyarakat yang secara fisik tidak sesempurna masyarakat pada umumnya.
Bagaimanapun juga hak mereka dilindungi oleh konstitusi dan para pemimpin harus
mulai melihat kembali segmentasi penerima kebijakan pembangunan, apakah semua
kompenen bangsa menerima dampaknya atau hanya sebagian.
Bentuk
perhatian pemerintah untuk para
penyandang cacat bisa berupa pemberian fasilitas pendidikan khusus bagi mereka
dengan staf pengajar ahli, pengadaan program kewirausahaan berskala nasional
khusus penyandang cacat, dan masih banyak hal yang bisa dilakukan pemeritah
untuk mereka pasca pemilu ini.
Arah pembangunan pasca pemilu untuk para
penyandang cacat hendaknya menjadi program pemerintah yang jelas untuk ke
depannya, karena mereka juga rakyat, mereka juga berpartisipasi di dalam
pemilu, jadi sudah sepatutnya mereka semua mendapat perhatian penuh pemerintah
kedepannya dengan begitu masa depan pembangunan akan lebih terarah lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar