Selasa, 09 September 2014

Masjidil Haram, Mekkah 27 Januari 2014


Di tengah orang-orang yang sibuk beribadah,aku menyempatkan diri mengambil pena unruk menuliskan gagasanku, awalnya terasa aneh, yang lain pada sibuk beribadah aku malah asik dengan duniaku sendiri, tetapi aku yakin Tuhan tau maksudku menulis.
Aku ingin menyampaikan tentang kematian. Kematian merupakan suatu peristiwa yang pasti terjadi kepada semua insan di dunia ini, tiada peduli dari mana bangsanya, tiada peduli dari ras apa dia berasal, tiada peduli setinggi apa status sosialnya yang namanya ajal/maut pasti menjemput.
Oleh karena kematian/maut  merupakan rahasia Tuhan dimana manusia tiada mengetahui kapan terjadinya, maka banyak manusia di muka bumi ini terutama umat Islam yang menganggap bahwa kematian itu hanya pada usia tua, padahal sejatinya kematian tiada memandang usia. Ajal bisa menjemput kita kapanpun dan dimanapun kita berada.
Sebagai umat muslim sudah selayaknya kita mempersiapkan itu semua karena kita mempunyai suatu keyakinan bahwa saat nanti Tuhan pasti menanyakan apa yang telah kita perbuat selama di dunia. Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim kita memperbanyak ibadah serta meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, baik dengan beribadah secara mahdah maupun ghairu mahdah. Kita harus yakin dan mengerti bahwa sahabat sejati kita ketika kita mengalami suatu kematian adalah bukan mobil, rumah mewah, perhiasan atau segala macam atribut dunia, melainkan hanya satu sahabat sejati kita yaitu amal kita selama dunia.
Sebelum ajal menjemput maka kita sebaiknya berbenah diri dan intropeksi diri. Ingat lagunya Opick  “Bila waktu telah berakhir teman sejati hanyalah amal....Bila waktu telah terhenti teman sejati  tinggalah sepi......”.
Semoga bermanfaat kawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...