Terdengar suara riuh rendah dan tepuk tangan dari berbagai golongan
atau elemen bangsa ketika sang proklamator membacakan teks proklamasi
puluhan tahun silam. Pembacaan teks proklamasi tersebut menandakan bahwa
bangsa Indonesaia telah merdeka dan bebas menentukan nasib hidupnya
sendiri dan setiap bangsa di dunia ini tidak mempunyai hak untuk kembali
menjajah negeri ini. Sebelum teks proklamasi tersebut dibacakan
terdapat banyak rentetan peristiwa sejarah dan penting yang mewarnai
kehidupan bangsa Indonesia di masa silam. Mulai dari masa pergerakan
sampai masa pasca proklamasi. Perjuangan bangsa Indonesia pada masa itu
dibagi menjadi dua cara, yang pertama melalu jalur diplomasi seperti
perjanjian linggarjati, konferensi meja bundar, perjanjian renvile dan
sebagainya, yang kedua melalui jalur pertempuran/peperangan secra fisik
melawan penjajah seperti pertempuran di Surabaya, Bandung lautan api,
perang puputan, pertempuran ambarawa dan lain sebagainya. Hal yang
paling mengesankan untuk dikenang dan diambil hikmahnya pada masa itu
yaitu mengenai nasionalisme manusia-manusia Indonesia yang dengan
ikhlas tanpa pamrih berjuang dengan segenap jiwa dan raga sekaligus
dengan penuh pengorbanan demi kemerdekaan bangsanya. Dari sekian banyak
tokoh yang muncul pada waktu itu seperti Bung Tomo, Jenderal Sudirman,
Sutan Sjahrir dan lain sebagainya, nama Bung Karno sangat terkenal
seantero bumi Indonesia bahkan hingga ddunia Internasional.
Bung Karno merupakan sosok manusia yang pernah ikut mewarnai perjuangan
bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka, bahkan hingga beliau
menggal dunia rasa nasionalismenya masih melekat dalam jiwa Bung Karno.
Beliau merupakan sosok pemimpin ideal bagi masyarakat Indonesia pada
waktu itu, bahkan karena rasa cinta yang teramat dalam akan negerinya
tersebut Bung Karno rela tinggal selama berpuluh-puluh tahun di penjara,
bahkan beliau ikhlas tanpa menggerutu meskipun beliau selalu diasingkan
oleh pihak penjajah ke daerah-daerah terpencil. Bung Karno berkeliling
dunia untuk mengharumkan nama bangsanya, beliau tidak mengharapkan
balasan apapun dari bangsanya, meskipun hingga akhir hayatnya pun beliau
seperti dalam pengasingan oleh pemerintahan orde baru yang tidak
menginginkan nama Bung Karno dikenang. Saya Aufal Fresky akan selalu
mengenang jasa-jasa beliau.
14 Mei 2013
Jam 08.20 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar