Sabtu, 02 Agustus 2014

Nasionalisme Bung Karno


    Terdengar suara riuh rendah dan tepuk tangan dari berbagai golongan atau elemen bangsa ketika sang proklamator membacakan teks proklamasi puluhan tahun silam. Pembacaan teks proklamasi tersebut menandakan bahwa bangsa Indonesaia telah merdeka dan bebas menentukan nasib hidupnya sendiri dan setiap bangsa di dunia ini tidak mempunyai hak untuk kembali menjajah negeri ini. Sebelum teks  proklamasi tersebut dibacakan terdapat banyak rentetan  peristiwa sejarah dan penting yang mewarnai kehidupan bangsa Indonesia di masa silam. Mulai dari masa pergerakan sampai masa pasca proklamasi. Perjuangan bangsa Indonesia pada masa itu dibagi menjadi dua cara, yang pertama melalu jalur diplomasi seperti perjanjian linggarjati, konferensi meja bundar, perjanjian renvile dan sebagainya, yang kedua melalui jalur pertempuran/peperangan secra fisik melawan penjajah seperti pertempuran di Surabaya, Bandung lautan api, perang puputan, pertempuran ambarawa dan lain sebagainya. Hal yang paling mengesankan untuk dikenang dan diambil hikmahnya pada masa itu yaitu mengenai nasionalisme manusia-manusia Indonesia yang  dengan ikhlas tanpa pamrih berjuang dengan segenap jiwa dan raga sekaligus dengan penuh pengorbanan demi kemerdekaan bangsanya. Dari sekian banyak tokoh yang muncul pada waktu itu seperti Bung Tomo, Jenderal Sudirman, Sutan Sjahrir dan lain sebagainya, nama Bung Karno sangat terkenal seantero bumi Indonesia bahkan hingga ddunia Internasional.
   Bung Karno merupakan sosok manusia yang pernah ikut mewarnai perjuangan bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka, bahkan hingga beliau menggal dunia  rasa nasionalismenya masih melekat dalam jiwa Bung Karno. Beliau merupakan sosok pemimpin ideal bagi masyarakat Indonesia pada waktu itu, bahkan karena rasa cinta yang teramat dalam  akan negerinya tersebut Bung Karno rela tinggal selama berpuluh-puluh tahun di penjara, bahkan beliau ikhlas tanpa menggerutu meskipun beliau selalu diasingkan oleh pihak penjajah ke daerah-daerah terpencil. Bung Karno berkeliling dunia untuk mengharumkan nama bangsanya, beliau tidak mengharapkan balasan apapun dari bangsanya, meskipun hingga akhir hayatnya pun beliau seperti dalam pengasingan oleh pemerintahan orde baru yang tidak menginginkan nama Bung Karno dikenang. Saya Aufal Fresky akan selalu mengenang jasa-jasa beliau.

14 Mei 2013
Jam 08.20 WIB
 Aku hidup bukan hanyar sekedar untuk makan lalu mati (AF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...