Minggu, 20 Oktober 2024

Menyambut Pemimpin Baru dengan Penuh Optimisme

 

Alhamdulillah. Hujan kembali mengguyur Malang. Sejuk rasanya. Suasana begini tak ingin saya lewatkan begitu saja. Seolah ada dorongan untuk menuliskan sesuatu. Jari jemari seakan-akan tergerak untuk memahat kata demi kata. Meski belum jelas konsep utuhnya seperti apa. Memang begitulah kadang gaya saya menulis. Mengalir entah ke mana muaranya. Penuh dengan spontanitas. Lebih-lebih jika tulisan ini semacam tulisan bebas.

Baiklah, saat  ini saya ingin sedikit mengulas transisi kepemimpinan nasional. Hari ini Prabowo-Gibran resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Menggantikan Jokowi-Ma'ruf yang purnatugas. Tentunya harapan rakyat Indonesia begitu tinggi. Pemimpin baru akan menakhodai kita selama lima tahun ke depan. Tak lupa juga rasa terima kasih saya, selaku bagian dari rakyat Indonesia, kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Bagaimanapun juga, beliau berdua, saya yakin betul, sudah mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Lepas dari ragam masalah yang mungkin belum dituntaskan selama kepemimpinan beliau. 

Tentu hal itu otomatis menjadi pekerjaan rumah bagi Prabowo untuk segera menuntaskan. Ratusan juta mata rakyat Indonesia saat ini tertuju padanya. Sepak terjang dan gerak-geriknya, mulai hari ini hingga 2029, akan selalu menghiasi halaman-halaman depan koran dan majalah. Akan disiarkan banyak saluran media. Baik cetak maupun online. Semua jurnalis akan mengabarkan setiap program, keputusan, regulasi, dan kebijakan yang dikeluarkannya. Termasuk juga gerak-gerik para para menteri yang sudah dipilihnya tak lepas dari sorotan pers. 

Pun demikian dengan saya pribadi, berharap betul, Prabowo-Gibran bisa menjadi 'problem solver'. Di pundak mereka berdua, nasib rakyat akan ditentukan. Amanah dan tanggung jawab besar sedang diembannya. Presiden buka sekadar pemegang otoritas tertinggi di negeri ini. Lebih dari itu, menjadi 'pilot' yang akan membawa kita semua mewujudkan cita-cita nasional. Seperti yang telah diamanahkan dalam pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 

Saya optimistis Prabowo adalah sosok patriot yang jiwa nasionalismenya tak perlu diragukan lagi. Mentalitasnya sebagai pemimpin sudah teruji. Apalagi dia memiliki latar belakang sebagai militer. Tentu kedisiplinan dan jiwa kepemimpinannya sudah terasah sejak muda. Jejak perjalanan hidupnya pun semakin membuat saya yakin bahwa Prabowo bisa menjadi kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan yang disegani di dalam maupun di luar negeri. Lebih-lebih, kita tahu semua, dia jago berbahasa Inggris dan jaringannya sudah kelas internasional. Ditambah lagi, dia merupakan Pimpinan tertinggi Partai Gerindra, tentu wibawa dan daya tariknya sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia akan semakin meningkat berlipat-lipat. Rasa-rasanya, akan sukar diintervensi atau dipengaruhi.

Lalu, bagaimana dengan Gibran? Bagaimanapun juga, lepas dari kontroversi atau pro dan kontra pencalonannya, dia adalah Wapres sah di negeri ini. MK sudah mengesahkannya. Kini, baiknya kita lepaskan dulu prasangka buruk tentang Gibran. Saya yakin, memang jalannya, dia sudah ditakdirkan oleh Allah menjadi wapres. Dia telah menjadi 'kuda hitam' yang karir politiknya sangat brilian. Melejit. Tanpa embel-embel 'anak Jokowi', saya juga percaya, dalam diri Gibran ada potensi yang besar yang nantinya bisa membawa warna baru dalam perjalanan negeri ini. Gibran sebagai salah satu simbol 'pemimpin muda' diharapkan bisa membangkitkan optimisme seluruh rakyat Indonesia akan terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik. Kreativitas dan inovasinya didambakan seluruh rakyat Indonesia. Terutama dalam mendobrak pola-pola lama di dunia birokrasi yang berbelit-belit dan 'berbiaya mahal'. Gibran sepenuhnya diharapkan menjadi jembatan emas yang bisa melahirkan Generasi Emas. Apalagi Indonesia ini, memiliki banyak sumber daya pemuda yang cerdas, kreatif, dan sangat potensial menjadi akselerator pembangunan negara di segala bidang. Tentu hal tersebut juga dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kiranya, saya cukupkan sampai di sini dulu catatan ringan ini. Intinya, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, terutama diri saya pribadi untuk mendukung penuh pemerintahan ke depan. Kita sambut pemimpin baru kita dengan gegap gempita dan penuh optimisme. Jika dalam perjalanan ada yang dirasa kurang pas, sampaikan saran dan kritik dengan cara-cara konstitusional dan beradab. Kita jaga negeri ini bersama-sama. Mari bergandengan tangan, kokohkan persatuan, dan bergerak serentak dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan makmur. Semoga Prabowo-Gibran bisa menunjukkan taringnya di kancah global. 'Sang Garuda' sudah cukup lama terlelap. Saatnya terbang tinggi mengangkasa. Sudah waktunya Sang Merah Putih berkibar di segala penjuru dunia.

Terakhir, ayo kita doakan bersama-sama agar pemimpin kita mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata internasional. Amin3.


Oleh: Muhammad Aufal F


Malang, 

Ahad, 20/10/2024

15.41 WIB


Sumber gambar: liputan6.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Pelestarian Batik Madura Butuh Regulasi Terarah

  Sejak beberapa tahun terakhir, saya  bergelut di bidang usaha batik tulis Madura. Selain karena dukungan keluarga, faktor lingkungan juga ...