Kemarin, Sabtu (24/8/2024), saya janjian berjumpa dengan Gus Fathul (Pengasuh PP. Kanzun Najah, Kota Batu). Kami berdua janjian jam 13.00 WIB di Malang Town Square (Matos). Saya tiba duluan di lokasi. Sembari menunggu Gus Fathul, saya menyaksikan sebuah acara Festival Literasi Perpustakaan Bank Indonesia Malang. Acara tersebut dikemas dalam sebuah Talk Show: Start Strong Finish Stronger. Pematerinya yaitu Merry Riana, seorang entrepreneur, investor, dan juga content creator. Antusiasme hadirin begitu terasa. Saya sendiri menonton dari pinggir sebab memang tidak terdaftar sebagai peserta.
Dalam acara yang dihadiri ratusan orang tersebut, saya mendapatkan inspirasi dan motivasi bagaimana menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah dalam berjuang. Terutama di bidang kewirausahaan yang sedang dibahas oleh Merry. Dia mengungkapkan bahwa ada tiga hal untuk mencapai impian kita. Ada tiga hal untuk meraih kesuksesan hidup. Di antaranya yaitu kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Ketiga hal tersebut harus dimiliki oleh setiap pemimpi yang ingin mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Yang pertama, tentu saja setiap dari kita mesti memiliki kemauan. Harus ada niat yang kokoh untuk mencapai cita-cita kita. Tanpa adanya kemauan atau niat yang kuat, kita tidak akan memiliki dorongan yang kuat untuk melewati setiap tahapan menuju pintu kesuksesan. Selanjutnya yaitu kemampuan.
Artinya, kita mesti memiliki setidaknya bekal pengetahuan, ilmu, dan kemampuan yang cukup untuk mewujudkan mimpi kita tersebut. Ilmu dan pengetahuan, terutama di bidang kewirausahaan, bisa didapatkan di ruang kelas maupun luar kelas. Kita bisa belajar di mana saja, kapan saja, dan kapan saja. Bahkan, di era digital sekarang, kita bisa mengasah kemampuan atau keterampilan kita lewat media sosial (sosial). Bisa mempelajari ilmu tentang kewirausahaan lewat Youtube, website, e-book, dan semacamnya. Bisa belajar secara daring kepada ahlinya. Menggali ilmu kepada mereka yang telah berpengalaman di dunia usaha. Kemudian yang terakhir yaitu kesempatan. Untuk menuju kesuksesan, kita harus mencari dengan proaktif ruang-ruang yan bisa meningkatkan kapasitas diri kita. Terutama yang menunjang bidang yang kita geluti. Dalam hal ini, memilah dan memilih lingkungan adalah menjadi hal yang penting. Sebab, dengan siapa kita bergaul, itu mempengaruhi gerak langkah kita. Mempengaruhi juga bagaimana kelak masa depan kita. Dari lingkaran pertemanan itulah biasanya akan muncul banyak kesempatan. Akan terbuka lebar peluang-peluang yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan.
Tidak hanya itu, perempuan kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980, itu juga berbagi tentang pengalaman hidupnya di masa silam. Dia bercerita bahwa pada tahun 1998 dia memutuskan dengan beberapa pertimbangan untuk melanjutkan studinya di Singapura. Salah satu alasannya yaitu pada saat itu, di Indonesia sedang terjadi kerusuhan. Di mengambil jurusan Electrical and Electronic Engineering atau Teknik Elektro di Universitas Teknologi Nanyang. Selama kuliah, dia tidak hanya fokus pada kegiatan akademik kampusnya. Lebih dari itu, juga berupaya untuk mencari lahan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama di Singapura. Bahkan, dia mencoba untuk mendapatkan penghasilan mulai dari membagikan brosur di jalan, menjadi pelayan di hotel, dan menjaga toko bunga.
Dalam proses bekerja dan mengumpulkan pundi-pundi uang tersebut, tidak sedikit yang memandangnya sebelah mata. Bahkan sampai menertawakannya. Namun, hal tersebut tidak membuat nyali dan tekad Merry kendor. Dia terus melangkah mengejar impiannya. Kepada seluruh audiens dia mengingatkan agar jangan pernah gengsi dalam menekuni bidang-bidang yang dipandang remeh oleh orang lain. Jangan pernah mengecilkan setiap kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jangan sampai gengsi yang kita miliki sampai menutup pintu rezeki kita. Dia juga menegaskan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang besar tidak harus dimulai dari hal besar. Kemudian, terkait perjalanannya menjadi karyawan dan memulai berwirausaha, Merry juga pernah ditipu dan kerap kali mengalami kerugian. Namun, dia tetap konsisten melaju dan bergerak terus menuju mimpi besarnya.
Lagi-lagi, kepada kami semua, Merry mengatakan bahwa kami harus berani memulai bermimpi besar. Tapi harus diperhatikan bahwa bukan sekadar bermimpi. Bukan sekadar modal nekad. Namun juga harus dibarengi dengan perencanaan yang matang dan penuh perhitungan tentunya. Memang, hidup itu tidak mudah. Penuh lika-liku. Banyak kesukaran dan rintangan yang menghadang. Tapi jangan jadikan alasan untuk tidak mencoba. Jangan jadikan alasan untuk menyerah. Percayalah, bahwa setiap kerja keras selalu membuahkan hasil. Orang yang bekerja keras akan menghasilkan keberuntungan bagi dirinya sendiri. Hidup itu jangan banyak protes. Tapi harus menjalan proses. Sebab, tantangan hidup semakin lama semakin susah.
Dalam menjalani hidup, kita juga harus menjaga pikiran agar selalu positif. Sebab, jika pikiran kita negatif, yang ada hanyalah ketakutan, keraguan, dan hilangnya semangat serta kemauan untuk maju. Di sisi lain, dalam memandang segala sesuatu dalam hidup kita, usahakan mencoba memandang dengan sudut pandang yang berbeda. Memiliki persepektif lain. Harapannya dengan sudut pandang yang berbeda itu, kita bisa menjadikan beragam persoalan atau masalah yang mendera hidup kita dengan kacamata positif. Melihat dari sisi lain. Menganggap kegagalan adalah sebagai sebuah tangga menuju kesuksesan. Kegagalan bukan akhir segalanya. Kegagalan adalah proses pematangan diri. Proses pendewasaan diri. Kita bisa belajar banyak hal dari beragam kegagalan yang kita alami. Belajar dari pengalaman jauh lebih berharga dan sangat penting tentunya.
Dalam talk show tersebut, Mery mengungkapkan bahwa dalam mengarungi kehidupan ini harus memiliki tujuan yang jelas. Karena dengan tujuan tersebut, kita bisa tergerak untuk mencapainya. Kita juga harus memiliki motivasi untuk meraih cita-cita besar kita. Baik motivasi interna, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri kita. Maupun motivasi eksternal, yaitu motivasi yang berasal dari luar diri kita. Semisal dari lingkungan kita bergaul ataupun dari buku-buku yang kita baca.
Begitulah kira-kira, kurang lebih apa yang dituturkan Merry selama acara tersebut. Tentu saja dengan sedikit tambahan dari saya pribadi selaku penulis. Sebab, yang saya sampaikan dalam catatan ini tidak sepenuhnya sama seratus persen dengan apa yang disampaikan Merry. Saya hanya menangkap intisari atau poin-poinnya saja. Kemudian saya olah dan tulis lagi dengan bahasa sendiri. Semoga catatan ini mampu menyalakan api semangat dalam diri kita masing-masing untuk bergerak meniti jalan kesuksesan. Sekali lagi, teruslah belajar, bekerja, dan berkarya dengan istikamah. Jangan pedulikan omongan orang lain. Sebab kata Merry kemarin: Hidup itu Tuhan yang ngasih, kita yang jalani, orang yang komentari. Jadi tetaplah menebar kebaikan, tetaplah berguna bagi sesama. Jadilah pribadi yang senantiasa membawa kesejukan di tengah-tengah masyarakat. Kesuksesan sejati adalah ketika kita mampu menjadi pribadi yang membawa banyak manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.
Oleh: Muhammad Aufal Fresky
Malang,
Ahad, 25 Agustus 2024
19.18 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar